Beberapa Ideologi Partai Politik pada masa awal kemerdekaan

shares |

Pada masa awal kemerdekaan, salah satu isu penting yang mewarnai perjalanan bangsa Indonesia adalah bagaimana pemerintahan dijalankan dan tentang partai politik yang menjadi motor pemerintahan. Setidaknya pada saat itu telah ada beberapa ideologi yang dibawa para pelajar bangsa Indonesia yang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran dan paham-paham kebangsaan di luar negeri. Oleh sebab itu dalam perjalanannya, terdapat bebrapa ideologi yang digunakan oleh partai-partai politik sebagai ciri identitas perjuangannya.
Pada awalnya, Pemerintah merencanakan pembentukan partai tunggal dengan menetapkan partai nasional Indonesia (PNI) sebagai satu-satunya partai politik, reaksi keras bermunculan. Akhirnya rencana itu dibatalkan dengan keluarnya maklumat presiden yang menyatakan bahwa Indonesia adalah Negara demokrasi. Setelah itu bermunculan partai politik yang digolongkan kedalam latar belakang dan ideologi berbeda, yaitu ideology yang bersifat nasional, agama, sosialis dan komunis.
Sebelumnya anda tentu telah membaca tentang maklumat pemerintah tentang partai partai politik pada blog ini.
Adanya beberapa ideologi yang mewarnai partai partai politik sebenarnya memang menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia, sebagaimana semboyan bhineka tunggal ika. Sementara itu, Presiden Soekarno memang memiliki cita-cita untuk menyeimbangkan beberapa ideologi di Indonesia. Ia memimpikan beberapa ideologi dapat saling hidup berdampingan di Indonesia demi membangun bersama negara dan bangsa Indonesia ini. Namun, nantinya di akhir kekuasaannya, terjadi peristiwa yang tragis dimana masing-masing ideologi ternyata tidak dapat saling berdampingan.
pni
Berikut merupakan beberapa ideologi yang digunakan oleh partai-partai di Indonesia.
1.      Ideology partai yang bersifat nasionalisme
Partai ini didasarkan pada faktor kemanusiaan. Partai ini mengutamakan tercapainya persatuan bangsa dengan mengutamakan terwujudnya kebebasan nasional, karena kebebasan nasional merupakan pintu gerbang ke arah kemakmuran suatu bangsa. Contoh PNI. Adapun tokoh-tokohnya antara lain Soekarno 
2.      Ideology partai yang bersifat agama
Partai ini mengutamakan penyebaran dan penerapan kaidah-kaidah atau hukum-hukum yang berlaku pada agama yang bersangkutan. Contoh partai nahdatul ulama (beraliran islam), partai Kristen (beraliran Kristen), tokoh-tokohnya antara lain Haji Agus Salim, M. Natsir, dll.
3.      Ideology partai yang bersifat sosialisme-komunisme
Dasar perjuangan partai yang berideology sosialisme-komunisme adalah internasionalisme. Partai ini menjunjung tinggi komunisme dan cendrung tunduk kepada Moscow yang dikenal sebagai kiblat dan pusat komunisme dunia. Aliran ini sangat anti pemerintahyang menanamkan system demokrasi. Sebagai contoh PKI (partai komunis Indonesia). PKI dituding sebagai dalang dalam peristiwa berdarah yang membunuh banyak petinggi ABRI. Melalui ketetapan MPRS, PKI dijadikan sebagai partai terlarang dan haram untuk dipelajari masa orde baru. []

Related Posts

10 Komentar: