Sunday, February 1, 2015

Alasan Presiden Soekarno membentuk BKR di awal pemerintahan


Pada masa awal kemerdekaan, bangsa Indonesia sudah harus menghadapi ancaman dari bangsa lain, yaitu bangsa Belanda yang hendak menguasai kembali bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, dibutuhkan pertahanan yang baik dalam menghalau upaya bangsa lain menguasai kembali Indonesia.
Hal ini tidak lepas dari euforia masyarakat dalam mensyukuri kemerdekaan yang telah diraih, mereka tidak sudi dijajah kembali dan siap mempertahankan kemerdekaan.
Namun, pada masa awal kemerdekaan, sebagaimana telah dijelaskan pada artikel sebelumnya tentang sejarah militer bangsa Indonesia, ternyata presiden Soekarno dalam pidatonya hanya membentuk sebuah Badan Keamanan Rakyat (BKR). Oleh masyarakat hal ini menimbulkan sebuah polemik dan tanggapan yang beragam. Mereka ada yang berpendapat bahwa pembentukan sebuah “badan” keamanan tidaklah cukup dalam menghadapi persenjataan bangsa Belanda yang telah dilengkapi dengan senjata otomatis. Oleh sebab itu, banyak rakyat yang tidak setuju terhadap kebijakan ini kemudian membentuk “tentara” dan menggunakan caranya sendiri untuk berjuang melawan penjajah. Selain itu, hal ini juga merupakan sebuah protes kepada pemerintah yang dinilai tidak sungguh sungguh dan kurang serius dalam menghadapi ancaman Belanda yang telah di depan mata.
bkr
Namun ada sebuah fakta yang menarik tentang kebijakan presiden Soekarno yang membentuk BKR tersebut. hal ini tidak lain karena kepiawaian Soekarno dlam melihat situasi, dimana pemerintah Indonesia tidak ingin mengesankan diri menggunakan cara-cara kekerasan dan perang dalam menghadapi Belanda. Oleh sebab itu, ia hanya membentuk sebuah badan keamanan, sedangkan mereka yang telah terbentuk tetap dipersenjatai dan tetap dilatih sebagaimana tentara.
Menempuh jalur kekerasan dan perang bukanlah cara yang elegan yang dipilih oleh pemerintah Indonesia. terlebih pada saat itu dunia masih mengalami kehancuran dan kemunduran akibat perang dunia II yang hampir menyeret seluruh negara dunia berperang. OLeh sebab itu bangsa Indoensia tidak ingin menempuh cara-cara perang dalam menghadapi Belanda. Oleh sebab itu, Indoensia hanya menempuh upaya diplomasi dalam menghadapi Belanda.
Meski demikian, pada kenyataanya kontak fisik dengan belanda tidak dapat dihindarkan, terbukti dengan pecah perang yang diakibatkan gesekan antara tentara Belanda dengna bangsa Indonesia, diataranya di Surabaya, Semarang, Medan, Ambarawa, Bandung, maupun Bali.
Jadi keputusan Soekarno untuk membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) lebih kepada strategi dirinya secara politis agar tidak mengesankan bangsa Indonesia ini siap menghadapi Belanda, hal ini rupanya membuahkan hasil dengan dukungan yang didapatkan pemerintah Indonesia, simpati dunia terus mengalir untuk mendukung Indonesia memeprtahankan kemdekaan, sekaligus meredam konflik antara Indonesia dan Belanda.
Demikian sebuah artikel singkat tentang BKR, baca sjuga artikel lain selengkapnya tetang kondisi ekonomi, keuangan, politik pada masa awal kemerdekaan, semoga bermanfaat. []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah