Wednesday, January 28, 2015

Pembabagan Zaman Pra Aksara berdasarkan Corak Kehidupannya


Pada artikel sebelumnya anda telah memahami tentang pengertian zaman pra aksara, serta pembabagan zaman pra sejarah berdasarkan ilmu geologi. Pada pembahasan kali ini, sarisejara.com akan mengupas secara sederhana tentang pembabagan zaman pra aksara berdasarkan corak kehidupan. Sementara itu, berdasarkan hasil kebudayaan telah disinggung pada artikel yang lain.
Pembabagan zaman pra aksara berdasarkan corak kehidupan adalah pembabagan yang didasarkan pada cara hidup masyarakat pra sejarah. Mulai dari cara tinggal, cara memperoleh makanan, hingga peralatan yang digunakan. Pembabagan ini bersifat universal, artinya terjadi hampir di seluruh kelompok masyarakat di dunia, waktunya saja yang berbeda-beda.
Berikut merupakan pembabagan zaman pra aksara berdasarkan corak kehidupannya.
1. MASA BERBURU DAN MENGUMPULKAN MAKANAN

Masa ini adalah masa paling primitif yang dialami oleh manusia. Meskipun demikian, dikarenakan manusia dikaruniai akal oleh Tuhan YME maka manusia mampu menggunakan akal dan pikiran mereka untuk bertahan hidup dan menciptakan alat-alat yang digunakann. Tentu saja peralatan tersebut masih sangat sederhana. secara umum, para ahli mengemukakan pendapatnya sebagai berikut;
a. Kehidupan Sosial : manusia pada masa itu  telah hidup secara berkelompok antara 10 – 15 orang. Namun dikarenakan mereka mendapatkan makanan dengan berburu dan mengumpulkan makanan, hidup mereka Selalu berpindah-pindah. Sebab kehidupan mereka selalu mengikuti sumber makanan mereka. Manusia kala itu telah mengenal sistem pembagian tugas antara laki-laki dengan perempuan, antara anak kecil dan orang dewasa.
b. Kehidupan ekonomi; perekonomian ditopang dengan cara Berburu dan mengumpulkan makanan sehingga kehidupan mereka senantiasa bergantung pada alam
c. Kehidupan Budaya; Manusia pada masa itu telah menciptakan peralatan secara sederhana yang memiliki ciri-ciri masih sangat kasar dan belum dihaluskan, sementara itu kegunaan dari peralatan tersebut juga masih untuk keperluan-keperluan yang sederhana pula. Pendukung kehidupan pada masa ini adalah jenis manusia Pithecanthropus, Meganthropus dan Homo dengan kebudayaan Palaeolitik. · Hasil kebudayaannya berupa : Kapak genggam / kapak perimbas, alat serpih dan alat tulang / tanduk.
d. Sistem kepercayaan;
Pada masa ini kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal gaib telah ada, hal ini tampak pada kebiasaan mereka yang telah mengenal penguburan mayat.
masa ini apabila dihubungkan dengan pembabagan zaman pra aksara berdasarkan hasil kebudayaan, maka masa ini terjadi pada masa paleolithikum.
2. Masa bercocok tanam
a. Kehidupan Sosial; masyarakat pada masa ini telah tinggal secara tetap, istilahnya adalah sedenter. mereka tidak lagi berpindah-pindah, sebab telah terjadi revolusi kehidupan mereka. Mereka yang semula food gathering menjadi food producing, sementara itu yang semula nomaden telah berubah menjadi sendenter. Secara sosial kehidupan mereka sudah maju dengan dibentuknya suatu perkampungan untuk tinggal bersama, oleh sebab itu masyarakat juga telah mengenal sistem masyarakat yang hidup bergotong royong. Sebagaimana diketahui bahwa gotong royong adalah salah satu budaya asli bangsa Indonesia. mengenai kehidupan dikampung, mereka mengangkat seorang kepala suku yang dipilih berdasarkan prinsip primus interpares, yaitu memilih seorang yang memiliki kecakapan lebih dalam kehidupan daripda yang lainnya.
b. Kehidupan ekonomi; kehidupan ekonomi dilakukan dengan cara bercocok tanam, ini terjadi karena pengetahuan mereka tentang tumbuh-tumbuhan dan biji-bijian yang lebih banyak. Disamping itu mereka juga telah mampu menjinakkan binatang seperti anjing dan binatang lainnya yang dapat menunjang kehidupan mereka, yaitu beternak. Pada masa ini mereka juga telah mengenal sistem perdagangan barter, yaitu pertukaran barang sesuai dengan kebutuhan masing masing anggota masyarakat. inilah yang kemudian menjadi cikal bakal munculnya sistem pasar.
c. Kehidupan Budaya; Pendukung kehidupan pada masa ini adalah jenis manusia Ras Mongoloid dan Austro melanesoid · Hasil kebudayaannya berupa : Beliung persegi (untuk upacara), Kapak Lonjong (untuk bercocok tanam), mata panah, gerabah dan perhiasan. Menhir, Dolmen, Sarkofagus, Kubur peti batu, Punden berundak, waruga dan Arca
d. Kepercayaan
Pemujaan terhadap roh-roh nenek moyang / leluhur yang ditandai dengan peninggalan kebudayaan Megalitik seperti : Menhir, Dolmen, Sarkofagus, Kubur peti batu, Punden berundak, waruga dan Arca.
3. Masa teknologi / perundagian
a. Kehidupan Sosial; mengenal pembagian kerja, telah berhubungan dengan dunia luar
b. Kehidupan ekonomi;
Berdagang barang-barang magis, Bertani
c. Kehidupan Budaya;
Pendukung kehidupan pada masa ini adalah jenis manusia Proto dan Deutro Melayu. Hasil kebudayaannya berupa : Nekara Perunggu, Bejana Perunggu, Ujung Tombak, Kapak Perunggu, Gelang-gelang / manik-manik perunggu dan Arca Perunggu
d. Kepercayaan; Mereka telah mengenal penguburan mayat dengan membawa bekal.
Kepercayaan terhadap roh-roh nenek moyang, Animisme, dinamisme dan Monoisme.
Demikian uraian singkat tentang pembabagan zaman pra aksara berdasarkan corak kehidupan semoga bermanfaat. []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah