Wednesday, January 21, 2015

Lahir dan Berkembangnya Agama Hindu di India


Sebagaimana diketahui bahwa agama dan kebudayaan Hindu di Indonesia berasal dari India. Sebelum mempelajari lebih lanjut tentang agama dan kebudayaan hindu di Indonesia ada baiknya kita memahami terlebih dahulu tentang lahir dan berkembangnya agama Hindu di India.
Agama Hindu berkembang di India pada ± tahun 1500 SM. Merupakan sinkritisme antara kebudayaan asli india yaitu bangsa dravida dengna bangsa Aria yang datang melalui celah khaiber. Sumber ajaran Hindu terdapat dalam kitab sucinya yaitu Weda. Kitab ini memuat tentnag pengetahuan tentang ajaran filsafat, dan lain lain. Kitab Weda terdiri atas 4 Samhita atau “himpunan” yaitu:
  1. Reg Weda, berisi syair puji-pujian kepada para dewa.
  2. Sama Weda, berisi nyanyian-nyanyian suci.
  3. Yajur Weda, berisi mantera-mantera untuk upacara keselamatan.
  4. Atharwa Weda, berisi doa-doa untuk penyembuhan penyakit.
Di samping kitab Weda, umat Hindu juga memiliki kitab suci lainnya yaitu:
  1. Kitab Brahmana, berisi ajaran tentang hal-hal sesaji di berbagai upacara
  2. Kitab Upanishad, berisi ajaran ketuhanan dan makna hidup
Kedua kitab di atas merupakan kitab yang ditulis kira kira 800-600 SM yang ditulis dalam bentuk prosa. Sedangkan kitab lain yang disucikan antara lain kitab mahabarata dan kitab ramayana. Bentuk penulisannya dalam bentuk puisi. Mahabarata merupakan kitab yang menceritakan tentang kisah perang saudara. Adapun ramayana lebih singkat dari kitab mahabarata. Meskipun keduanya memiliki persamaan yaitu sama-sama mengisahkan tentang peperangan, tetapi tetap saja memiliki perbedaan. Perbedaannya, mahabarata menekankan peperangan dan petualangan, sedangkan ramayana mengisahkan tentang sifat sifat kesatria.
Agama Hindu menganut polytheisme (menyembah banyak dewa), yang mana masing masing dewa dipersonifikasikan sebagai tenaga alam yang mengasai kehidupan manusia. Diantaranya dewa agni (api), bayu (angin), surya (matahari), candra (bulan)dan dewa petir. Sedangkan dewa yang tertinggi disebut Trimurti atau “Kesatuan Tiga Dewa Tertinggi” yaitu:
  1. Dewa Brahmana, sebagai dewa pencipta.
  2. Dewa Wisnu, sebagai dewa pemelihara dan pelindung.
  3. Dewa Siwa, sebagai dewa perusak.
Selain Dewa Trimurti, ada pula dewa yang banyak dipuja yaitu Dewa Indra pembawa hujan yang sangat penting untuk pertanian, serta Dewa Agni (api) yang berguna untuk memasak dan upacara-upacara keagamaan. Menurut agama Hindu masyarakat dibedakan menjadi 4 tingkatan atau kasta yang disebut Caturwarna yaitu:
  1. Kasta Brahmana, terdiri dari para pendeta.
  2. Kasta Ksatria, terdiri dari raja, keluarga raja, dan bangsawan.
  3. Kasta Waisya, terdiri dari para pedagang, dan buruh menengah.
  4. Kasta Sudra, terdiri dari para petani, buruh kecil, dan budak.
Selain 4 kasta tersebut terdapat pula golongan pharia atau candala, yaitu orang di luar kasta yang telah melanggar aturan-aturan kasta.
Orang-orang Hindu memilih tempat yang dianggap suci misalnya, Benares sebagai tempat bersemayamnya Dewa Siwa serta Sungai Gangga yang airnya dapat mensucikan dosa umat Hindu, sehingga bisa mencapai puncak nirwana.
Agama hindu pernah menjadi agama resmi negara pada masa Candragupta (322-298 SM). Namun mengalami kemunduran semasa raja Ashoka yang menjadikan agama Buddha sebagai agama resmi pemerintah.
Bagaiamana sejarah agama dan kebudayaan buddha di India? silahkan simak pada bagian lain di blog ini. Semoga bermanfaat. []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah