Kedatangan bangsa Belanda Ke Indonesia

shares |

Sebagaimana diketahui bahwa bangsa Belanda merupakan salah satu bangsa yang berhasil singgah ke Indonesia dalam upayanya mendapatkan rempah-rempah yang tidak dapat dijumpainya di Eropa. Bersama Portugis, Spanyol, dan Inggris, Belanda adalah bangsa yang melakukan pelayaran samudera dengan disponsori oleh kerajaan di negara asal.
Kedatangan Belanda tidak dapat dilepaskan dari nama seseorang yang memimpin pelayaran tersebut. Dialah Cornelis de Houtman, barangkali nama ini adalah nama yang cukup dibenci di Indonesia. Hal ini dikarenakan akibat keberhasilannya mendarat di Banten dan mampu menyempurnakan peta pelayaran ke Indonesia, bangsa Belanda kemudian menguasai dan mengeksplorasi bumi Indonesia. Bahkan mereka melakukan praktik kolonialisasi dan imperialisme dalam bentuk penjajahan yang berkepanjangan. Banyak pihak meyakini, bahwa Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun, sekalipun pada kenyataannya selama kurun waktu tersebut, mereka tidak sepenuhnya menguasai seluruh wilayah nusantara. Adalah Aceh yang terakhir ditaklukkan oleh Belanda, yaitu kurang lebih sekitar abad ke 19 dan permulaan abad ke 20.
Berikut merupakan profil Cornelis de Houtman yang kami cuplik dari situs referensi terpercaya, Wikipedia.
clip_image001Cornelis de Houtman (2 April 1565 - Agustus 1599), saudara dari Frederick de Houtman, adalah seorang penjelajah Belanda yang menemukan jalur pelayaran dari Eropa ke Indonesia dan berhasil memulai perdagangan rempah-rempah bagi Belanda. Saat itu Kerajaan Portugis mempunyai monopoli terhadap perdagangan tersebut, dan perjalanan de Houtman adalah kemenangan simbolis bagi pihak Belanda, meski perjalanan tersebut sebenarnya berlangsung buruk.

Latar belakang dan awal perjalanan

Pada tahun 1592 Cornelis de Houtman dikirim oleh para pedagang Amsterdam ke Lisboa untuk menemukan sebanyak mungkin informasi mengenai Kepulauan Rempah-Rempah. Pada saat de Houtman kembali ke Amsterdan, Jan Huygen van Linschoten juga kembali dari India. Para pedagang tersebut memastikan bahwa Banten merupakan tempat yang paling tepat untuk membeli rempah-rempah. Pada 1594, mereka mendirikan compagnie van Verre (yang berarti "Perusahaan jarak jauh"), dan pada 2 April 1595 empat buah kapal meninggalkan Amsterdam: Amsterdam, Hollandia, Mauritius dan Duyfken.
Perjalanannya dipenuhi masalah sejak awal. Penyakit sariawan merebak hanya beberapa minggu setelah pelayaran dimulai akibat kurangnya makanan. Pertengkaran di antara para kapten kapal dan para pedagang menyebabkan beberapa orang terbunuh atau dipenjara di atas kapal. Di Madagaskar, di mana sebuah perhentian sesaat direncanakan, masalah lebih lanjut menyebabkan kematian lagi, dan kapal-kapalnya bertahan di sana selama enam bulan. (Teluk di Madagaskar tempat mereka berhenti kini dikenal sebagai "Kuburan Belanda").

Tiba di Jawa

Pada 27 Juni 1596, ekspedisi de Houtman tiba di Banten. Hanya 249 orang yang tersisa dari pelayaran awal. Penerimaan penduduk awalnya bersahabat, tapi setelah beberapa tabiat kasar yang ditunjukkan awak kapal Belanda, Sultan Banten, bersama dengan petugas Portugis di Banten, mengusir kapal Belanda tersebut.
Ekspedisi de Houtman berlanjut ke utara pantai Jawa. Kapalnya takluk ke pembajak. Beberapa tabiat buruk berujung ke salahpengertian dan kekerasan di Madura: seorang pangeran di Madura terbunuh, beberapa awak kapal Belanda ditangkap dan ditahan, De Houtman membayar denda untuk melepaskannya.
Kapal-kapal tersebut lalu berlayar ke Bali, dan bertemu dengan raja Bali. Mereka akhirnya berhasil memperoleh beberapa pot merica pada 26 Februari 1597. Kapal-kapal Portugis melarang mereka mengisi persediaan air dan bahan-bahan di St. Helena. Dari 249 awak, hanya 87 yang berhasil kembali.
Cornelis de Houtman akhirnya tewas dibunuh di Aceh dalam perjalanan keduanya.

Akibat dari perjalanan ini

Meski perjalanan ini bisa dibilang gagal, ini juga dapat dianggap sebagai semacam kemenangan bagi Belanda. Pihak Belanda sejak saat itu mulai berlayar untuk berdagang ke Timur. Dalam lima tahun kemudian, 65 kapal Belanda telah berlayar ke wilayah tersebut dan bisa disebut memulai penjajahan Hindia-Belanda.
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Cornelis_de_Houtman"

Demikianlah artikel singkat tentang kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia, kini anda tahu bagaimana mulanya bangsa Belanda datang ke Indonesia. []

Related Posts

0 Komentar: