Apa itu Lebensraum?

shares |

Sebagaimana diketahui bahwa Jerman merupakan salah satu negara yang terlibat dalam perang dunia yang kedua. Jerman dibawah komando Adolf Hitler merupakan salah satu kekuatan yang ditakuti pada masa tersebut. Kita tahu bahwa Jerman memiliki budaya chauvinsitik, yaitu budaya mencintai kelompok dan golonganya sendiri secara berlebihan di bawah kendali Hitler. Pengertian chauvinisme bagi suatu Negara identik dengan rasa cinta tanah air dengan menganggap bangsa dan ras lain jauh berada dibawah kelompoknya. Sebagaimana yang dikemukakan oleh A Hitler dengan kalimat “Deutschland Uber”. Alles in der Welt (Jerman di atas segala-galanya dalam dunia) yang merupakan slogan yang mengagungkan negara bagi Negara jerman. Oleh sebab itu Jerman menganggap bahwa negara lain yang tidak sejalan harus diperangi. Pada saat itu Jerman mengumumkan Lebensraumnya (Jerman Raya) yang meliputi Eropa Tengah. Akibatnya terjadi ekspansi yang kemudian memantik pertentangan antar negara dan menyeret mereka dalam kancah pertempuran perang dunia yang ke dua. Apa itu Lebensraum?
Lebensraum (bahasa Jerman: "habitat" atau secara harafiah "ruang hidup") adalah salah satu tujuan politik genosidal utama Adolf Hitler, serta sebuah komponen penting dalam ideologi Nazi. Lebensraum berperan sebagai motivasi kebijakan ekspansionis Jerman Nazi yang bertujuan memberikan ruang tambahan untuk pertumbuhan penduduk Jerman demi terciptanya Jerman Raya. Istilah "lebensraum" juga dipakai untuk menyebut banyak negara pascaperang. Penyebaran kapitalisme global oleh Amerika Serikat disebut "Lebensraum Amerika", dan telah dikritik sebagai bentuk imperialisme ekonomi dan budaya. Tsering Shakya menulis bahwa kebijakan Republik Rakyat Tiongkok di Tibet juga bisa disamakan dengan lebensraum.
Dalam buku Mein Kampf, Hitler menceritakan keyakinannya bahwa rakyat Jerman membutuhkan Lebensraum ("ruang hidup", berarti tanah dan bahan mentah), dan ruang tersebut harus didirikan di Eropa Timur. Ini merupakan kebijakan tertulis Nazi untuk memusnahkan, mendeportasi, atau memperbudak penduduk Polandia, Ukraina, Rusia, dan bangsa Slavia lainnya, yang mereka anggap inferior, dan mengisi kembali tanah tersebut dengan orang-orang Jermanik. Seluruh populasi kota dimusnahkan melalui kelaparan, sehingga menciptakan surplus pertanian untuk memberi makan rakyat Jerman dan memungkinkan penggantian penduduknya oleh kaum kelas atas Jerman. []

Related Posts

0 Komentar: