Kisah Mbah Sonhaji/Mbah Bolong

shares |

Ini adalah kisah Sunan Ampel beserta muridnya. Sebelumnya Anda telah membaca tentang kisah Mbah Soleh yang memiliki sembilan makam di samping masjid Ampel Surabaya.
Berikut merupakan kisah murid sunan Ampel yang lainnya, yaitu mbah Sonhaji atau yang lebih dikenal sebagai mbah bolong.
Bolong dalam bahasa Indonesia adalah lubang. Adapun Mbah Sonhaji seringkali dikenal dan disebut Mbah Bolong. mengapa demikian. hal ini bukanlah suatu panggilan cemoohan yang diberikan kepada beliau. Justru julukan mbah bolong kepada mbah Sonhaji merupakan sebuah penghormatan atas kelebihan yagn dimiliki beliau. Beliau adalah salah seorang murid Sunan Ampel yang juga mempunyai karomah. Mbah Sonhaji adalah seorang yang mampu menentukan arah kiblat secara tepat. berikut kisahnya:
Pada waktu pembangunan masjid Agung Ampel, Sonhaji lah yang ditugasi mengatur tata letak pengimamannya. Sonhaji bekerja dengan tekun dan penuh perhitungan, jangan sampai letak pengimaman masjid itu tidak menghadap ke arah kiblat. Tapi setelah bangunan pengimaman itu selesai dikerjakan, masyarakat meragukan posisi pengimaman tersebut. Sebab dalam pengamatan mereka, Mbah Sonhaji terlihat tidak melakukan sesuatu yang istimewa. Oleh sebab itu mereka mulai bertanya-tanya, “Apa benar letak pengimaman masjid ini sudah menghadap ke kiblat?” demikian kira-kira pertanyaan yang kerap terlontar dari mulut orang-orang yang meragukan pekerjaan Sonhaji. Mbah Sonhaji tidak menjawab, melainkan melubangi dinding pengimaman sebelah barat lalu berkata,”Lihatlah ke dalam lubang ini, kalian akan mengetahui apakah pengimaman ini sudah menghadap kiblat atau belum?”. Kemudian masyarakat segera mendekat ke lubang. Dari lubang tersebut, betapa terkejutnya mereka setelah melihat ke dalam lubang yang dibuat Sonhaji. Ternyata dari  lubang tersebut, mereka dapat melihat Ka’bah yang berada di Mekah. Masyarakat tertegun dan malu telah meremehkan keakuratan Mbah Sonhaji dalam menentukan arah kiblat. Mereka yang mengaku kagum dan akhirnya tak berani lagi meremehkan Mbah Sonhaji. Sejak saat itu mereka lebih bersikap hormat kepada Sonhaji dan mereka memberinya julukan Mbah Bolong.
Demikianlah merupakan kisah murid sunan Ampel yang memiliki karomah. Dari kisah tersebut memberikan pelajaran bagi kita supaya tidak meremehkan seseorang dan melihat seserorang hanya dari penampilannya saja. Bisa jadi seorang yang menurut kita memiliki derajad yang lebih rendah dari kita justru memiliki derajad yang mulia di sisi Allah SWT. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat kepada Beliau dan menempatkan di sisinya. []

Related Posts

1 Komentar: