Sejarah Hari Guru Nasional

shares |

sejarah hari guru nasional indonesia
Hari ini istri saya mengatakan bahwa di sekolahnya akan diselenggarakan upacara. Tidak lupa ia menggunakan seragam yang mencerminkan identitas sebagai guru dengan mengenakan baju PGRI-nya. Saya bertanya penuh selidik, mengapa  upacara hari ini dilaksanakan pada hari Selasa tidak seperti biasanya yang dilakukan pada hari Senin? Tak sempat mendapatkan jawaban yang memuaskan, setelah mencium tangan saya, istri telah bergegas mengendarai motornya. Disaat yang sama, beberapa sms masuk ke ponsel saya. Ternyata beberapa anak yang dulu merupakan mantan siswa-siswi saya mengiriman secarik ucapan. Mereka juga melantunkan beberapa bait doa sebagai penyemangat saya menjalani hari ini. Ada apa dengan hari ini tanggal 25 November? Ternyata hari ini diperingat sebagai hari guru nasional. Lantas bagaimana sejarahnya?
Sejarah Hari Guru
Ditetapkannya tanggal 25 November yang diperingati sebagai Hari Guru Nasional adalah keputusan yang ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Keppres (Keputusan Presiden) Nomor 78 Tahun 1994. Tonggak sejarah dari penetapan ini dikarenakan pada tanggal 25 November 1945 merupakan hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sejarah PGRI ini bermula dari sebuah Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada muncul pada tahun 1912.
Perkumpulan ini beranggotakan para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. Mereka memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Pada saat itu, umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua. Sejalan dengan keadaan itu, maka selain PGHB berkembang pula organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan sebagainya. Ketika PGHB diubah namanya menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya, kata “Indonesia” ini menggugah semangat nasionalisme di kalangan masyarakat Indonesia. Sebagaimana diketahui, bahwa pendidikan adalah salah satu faktor penting tersalurkannya semangat untuk membangkitkan nasionalisme kebangsaan.
Munculnya kesadaran akan kebangsaan inilah yang kemudian mendorong para guru untuk memperjuangan hak-hak mereka. Antara lain dalam rangka mendapatkan persamaan kedudukan dengan guru lainnya. Upaya ini membuahkan hasil. misalnya Kepala HIS yang sebelumnya selalu dijabat oleh seseorang berkebangsaan Belanda, satu per satu dapat dijabat oleh masyarakat pribumi. Semangat kebangsaan yang cepat meluas di kalangan masyarakat mampu menerbitkan optimisme masyarakat untuk memperoleh kemerdekaan dan persamaan derajad dengan bangsa lain yang selama ini diidam-idamkan. Oleh sebab itu, pekik teriakan merdeka mulai bergema di masyarakat. Salah satu indikatornya mungkin anda masih ingat lirik lagu Indonesia Raya yang liriknya penuh dengan kata merdeka. 
Momentum kebangsaan ini sempat meredup pada zaman pendudukan Jepang. Hal ini dikarenakan segala organisasi dilarang dan sekolah ditutup sehingga PGI tidak dapat lagi melakukan aktivitas. Berulah setelah Indonesia mampu memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 menjadi dasar PGI untuk menggelar Kongres Guru Indonesia pada 24–25 November 1945 di Surakarta. Melalaui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk.Di dalam kongres inilah, tepatnya pada 25 November 1945, PGRI didirikan. Maka, sebagai penghormatan kepada para guru, pemerintah menetapkan hari lahir PGRI tersebut sebagai Hari Guru Nasional dan diperingati setiap tahun.
demikianlah artikel yang berkaitan dengan peringatan sejarah hari guru nasional Indonesia. Semoga bermanfaat. []

Related Posts

0 Komentar: