Penyebab Munculnya Tuntuntan Reformasi 1998

shares |

tuntutan reformasi 1998 tuntutan reformasi 1998 adalah tuntutan adanya reformasi 1998 tuntutan gerakan reformasi 1998 tuntutan mahasiswa reformasi 1998 tuntutan reformasi mei 1998 tuntutan dalam reformasi 1998 6 tuntutan reformasi 1998 5 tuntutan reformasi 1998 jelaskan tuntutan reformasi 1998 tuntutan reformasi tahun 1998 proses sebutkan tuntutan reformasi 1998 latar belakang tuntutan reformasi 1998 tuntutan adanya reformasi tahun 1998 tuntutan reformasi indonesia 1998 tuntutan reformasi tahun 1998 adalah tuntutan mahasiswa dalam agenda reformasi 1998 tuntutan agenda reformasi 1998 artikel tuntutan reformasi tahun 1998 alasan tuntutan reformasi 1998
Mahasiswa menduduki gedung MPR
Berikut kami paparkan tentang materi pelajaran sejarah kelas XII IPA dan IPS tentang perkembangan masyarakat di era reformasi. Sebagaimana yang telah kami singgung sebelumnya mengenai reformasi dalam  terminologi waktu, munculnya tuntutan reformasi dikarenakan krisis yang terjadi secara kompleks di semua sendi kehidupan masyarakat, terutama di bidang ekonomi, diperparah dengan krisis politik dan sosial. Hal-hal tersebut di atas menyebabkan munculnya tuntutan reformasi dengan mahasiswa sebagai garda depan penggerak bergulirnya reformasi yang berujung pada lengsernya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. Apa saja faktor-faktor yang memengaruhi munculnya tuntutan reformasi? 
Krisis Ekonomi 
Salah satu faktor penyebab munculnya tuntutan reformasi adalah terjadinya krisis moneter di Indonesia. Sebagaimana diketahui pada tahun 1997 terjadi krisis ekonomi yang melanda mayoritas negara Asia Tenggara. Krisis tersebut berimbas pada melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dollar Amerika Serikat. Setahap demi setahap, harga dollar merangkak naik. Misalnya yang terjadi pada tanggal 1 Agustus 1997 nilai tukar rupiah dari Rp. 2.275 menjadi 2.603 per dollar Amerika Serikat. Pada bulan Desember 1997, ternyata nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat mencapai Rp. 5.000 per dollar. Puncaknya pada bulan maret 1998 telah mencapai Rp. 16.000.00 per dollar Amerika Serikat. Melemahnya nilai tukar rupiah menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi stagnan (0 %). Akibatnya investasi di Indonesia dan iklim bisnis mengalami kelesuan. Padahal, hutang luar negeri Indonesia memiliki jumlah yang sangat besar. Hutang pemerintah mencapai 63,462 miliar dollar Amerika Serikat, belum lagi ditambah hutang dari pihak swasta yang mencapai 73,962 miliar dollar Amerika Serikat. Sementara itu di daerah mulai muncul ketidakpuasan terhadap ketimpangan dan pembangunan daerah yang tidak merata. Hal ini dikarenakan pendapatan daerah selama ini menjadi sumber pembangunan pusat, sedangkan porsi yang diberikan daerah sangat minim. Inilah yang nantinya menyebabkan tuntutan otonomi daerah yang seluas-luasnya.

Krisis Politik
Krisis politik di Indonesia lebih dikarenakan adanya dominasi dari partai golkar dalam pemilu yang diselenggarakan di Indonesia. Pemicunya adalah kemenangan partai Golkar secara mutlak pada Pemilihan umum tahun 1997, dan terpilihnya kembali Presiden Soeharto sebagai pemimpin nomor 1 di Indonesia. Sementara itu terjadi penurunan secara drastis kursi perwakilan yang diperoleh PDI pada pemilu tersebut, sebab PPP mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Oleh sebab itu dugaan kecurangan mengemukan terhadap pemilu tahun 1997. Jika ditarik ke belakang, maka krisis politik sebenarnya telah terjadi sejak peristiwa "kudatuli" yaitu peritiwa dua puluh tujuh juli 1996 yang mendera internal partai PDI.
Kemenangan Golkar dalam pemilu menimbulkan kesan bahwa kedaulatan rakyat dikuasai sekelompok tertentu.  Oleh sebab itu di bidang politik muncul gerakan reformasi menuntut perbaikan di segala bidang terutama termasuk keanggotaan DPR dan MPR dipenuhi unsur-unsur KKN. 
Sementara itu terdapat usulan untuk dilakukan pembaharuan lima paket undang-undang diantaranya
  1. UU No. 1 Tahun 1985 tentang Pemilihan Umum
  2. UU No. 2 Tahun 1985 tentang susunan, kedudukan, tugas dan wewenang DPR / MPR  
  3. UU No. 3 Tahun 1985 tentang Partai Politik  dan Golongan Karya  
  4.  UU No. 5 Tahun 1985 tentang Referendum
  5. UU No. 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Massa
Sementara itu juga terjadi krisis sosial ditandai dengan adanya kerusuhan pada bulan mei 1998. (simak refleksi reformasi saat ini)

Sebab Khusus 
Pada tanggal 4 Mei 1998 pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM ditengah krisis ekonomi yang melanda Indonesia. Hal ini kemudian menyebabkan gelombang demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa menentang kenaikan harga BBM. Puncaknya aksi demonstrasi mahasiswa itu terjadi pada tanggal 12 Mei 1998 di kampus Universitas Trisakti Jakarta. Demonstrasi yang semula berjalan damai berubah panas ketika mahasiswa mencoba mendekati Istana tidak jauh dari kampus tersebut. Akibatnya, terjadi bentrokan yang menewaskan empat orang mahasiswa Trisakti yaitu Elang Mulia Lesmana, Heri Hartato, Hendriawan Lesmana dan Hafidhin Royan. Sejak peristiwa tragedi Trisakti itu, gelombang demonstrasi semakin deras dan memunculkan solidaritas dari kalangan kampus dan masyarakat untuk menentang kebijakan pemerintah. Tragedi Trisakti menyebabkan gelombang demonstrasi di Ibukota datang dari berbagai daerah. Puncaknya adalah ketika gedung MPR berhasil diduduki oleh mahasiswa dikarenakan penjagaan mulai longgar dari aparat setelah kubu aparat juga mulai terpecah pendapat. Setelah audiensi yang coba dilakukan oleh Presiden Soeharto gagal, yaitu dengan menjanjikan akan meresuffle kabinet dan segera mempercepat pemilu ditolak mahasiswa, pada akhirnya tanggal 21 Mei 1998, presiden Soeharto menyatakan diri berhenti dari jabatannya (simak naskah pidato pengunduran diri Presiden Soeharto). Kemudian pemerintahan diteruskan dengan dilantiknya wakil presiden saat itu BJ. Habibie sebagai presiden RI menggantikan Presiden Soeharto. Simak perkembangan demokrasi setelah reformasi []

Related Posts

0 Komentar: