Mengenal efek domino dari sejarah

shares |

teori domino
Teori Domino, sumber gbr: wikipedia
Beberapa hari yang lalu, Presiden RI, Joko Widodo mengambil kebijakan yang dinilai sebagian masyarakat tidak populis, yaitu menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Gelombang demonstrasi menolak harga BBM terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Dengan dalih untuk menyesuaian anggaran negara dan mengalihkan subsidi BBM yang membebani anggaran belanja negara ke sektor lain, maka BBM dinaikkan untuk jenis premium yang semula Rp. 6500 menjadi Rp. 8500. Sedangkan harga solar naik dari Rp. 5500, menjadi Rp. 7500. 
Masyarakat pada umumnya mengkhawatirkan efek domino dari kenaikan harga BBM tersebut. Sebagaimana diketahui, bahwa apabila harga BBM naik, maka akan diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya, seperti sembako, tarif angkutan umum, harga barang dan jasa, kenaikan tarif tagihan listrik dan air, serta kebutuhan yang lain. Saya tidak hendak membahas tentang pro dan kontra kenaikan harga BBM tersebut, melainkan bermaksud membahas tentang teori domino dalam kacamata sejarah, khususnya sebuah teori yang populer pada masa perang dingin berlangsung pasca perang dunia II antara blok barat dan blok timur. 
Domino Theory
Teori domino sangat populer ketika perang dingin berkecamuk (1945-1990). Saat itu dua kekuatan besar dunia sedang berebut pengaruh, terutama memperebutkan wilayah-wilayah strategis di kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara. Jatuhnya Cina dalam pengaruh ideologi komunis menyebabkan blok Sekutu terutama Amerika bersikap waspada. Apalagi, setelah Cina kemudian diikuti oleh negara-negara seperti Korea (yang membagi wilayah tersebut menjadi Korea Utara dan Korea Selatan), Vietnam, dan juga Kamboja di bawah rezim Khmer Merah pimpinan Pol Pot. Oleh sebab itu, muncul teori yang dikenal dengan teori domino. Bunyi teori domino sebagaimana saya kutip dari situs history.com sebagai berikut "The domino theory, which governed much of U.S. foreign policy beginning in the early 1950s, held that a communist victory in one nation would quickly lead to a chain reaction of communist takeovers in neighboring states". 
Teori domino menjadi sebuah pembenaran bagi negara-negara sekutu khususnya Amerika untuk memberikan bantuan yang seluas-luasnya terutama di bidang militer dan ekonomi kepada negara-negara non komunis. Hal ini bertujuan untuk menangkal tersebarnya paham komunisme sekaligus mencegah masuknya ideologi komunis masuk ke negara yang mendapat bantuan tersebut. Bantuan secara militer dimaksudkan untuk memerangi suatu daerah yang telah terpengaruh oleh paham komunis. Sebagaimana terjadi di Vietnam ketika negara di kawasan Asia Tenggara tersebut terpecah menjadi dua bagian, yaitu Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Saat berlangsung perang saudara tersebut, Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara)  didukung oleh Uni Soviet, RRC yang berfaham komunis. Sementara itu, Republik Vietnam (Vietnam Selatan) didukung oleh AS dan sekutunya. Keterlibatan Amerika tidak berlangsung lama, sebab melalui persetujuan Paris tahun 1973, AS harus meninggalkan negara tersebut. Akibatnya Vietnam bersatu dibawah kontrol Vietnam Utara. Hal ini tentu saja merupakan situasi yang tidak menguntungkan bagi AS. Hal ini dikarenakan pengaruh komunis diperkirakan akan tersebar dengan cepat. Negara-negara Asia Tenggara seperti  Kamboja, Laos, Burma, Thailand, Malaysia, Singapura dan Indonesia sebentar lagi akan berjatuhan di bawah pengaruh ideologi komunis. Para ahli mengibaratkan seperti kartu domino yang disusun kemudian secara berurutan dijatuhkan dari satu sisi dan pada akhirnya semua kartu menjadi runtuh. Tidak ingin Asia Tenggara menjadi bagian dari komunisme, AS dengan segala kebijakan luar negerinya berupaya untuk melakukan blok terhadap pengaruh komunisme. Pada akhirnya, Asia Tenggara dapat "terselamatkan" dari ideologi komunis. Komunisme sendiri pada akhirnya runtuh setelah negara-negara bagian Uni Soviet satu persatu melepaskan diri pada tahun 1990. Dengan runtuhnya paham komunis dan Uni Soviet maka Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara adikuasa di dunia saat ini. [] 

Related Posts

0 Komentar: