Klasifikasi Sumber Sejarah

shares |

Pada artikel yang telah lalu telah dibahas dalam blog ini berkaitan dengan pengertian sumber sejarah serta sifat dari sumber sejarah tersebut. Kali ini, akan dibahas tentang klasifikasi sumber sejarah dalam penelitian sejarah berdasarkan bentuknya. 
Sebagaiama diketahui bahwa pengertian sumber sejarah adalah warisan kebudayaan berbentuk lisan, tulisan maupun benda yang digunakan untuk memperoleh kebenaran, baik yang terdapat di Indonesia maupun di luar Indonesia sejak pra aksara sampai dengan masa sekarang. Oleh sebab itu tentu saja sumber sejarah tersebut dapat dikelompok-kelompokkan dalam beberapa jenis atau dapat diklasifikasikan.
Klasifikasi Sumber Sejarah
Klasifikasi adalah pengelompokan sesuatu berdasarkan hal-hal tertentu. Dapat pula diartikan penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yg ditetapkan. Mengklasifikasikan berarti menggolong-golongkan menurut jenis; menyusun ke dalam golongan tertentu. 
Adapun klasifikasi sumber sejarah berarti pengelompokan sumber berdasarkan bentuknya, yaitu tulisan, lisan dan benda.
1.    Sumber Tulisan:
Sumber sejarah tulisan adalan sumber sejarah yang diperoleh dari peninggalan-peninggalan tertulis, catatan-catatan tentang peristiwa masa lampau. Contoh: prasasti, dokumen, naskah, manuskrip, surat kabar, piagam, babad dll.
Sumber tulisan yang ditemukan dan digunakan seorang peneliti sejarah harus memperhatikan sifat sumber tersebut, apakah termasuk dalam sumber primer atau sekunder. Dikatakan sumber primer apabila sumber tersebut dibuat sejaman dengan peristiwa tersebut. contoh sebagaimana disebutkan diatas, misalnya prasasti, dokumen, naskah, manuskrip, surat kabar, piagam, babad dll. Sedangkan sumber sejarah tulisan dikatakan sekunder apabila sumber-sumber tersebut dibuat tidak sejaman dengan peristiwa sejarah yang hendak ditulis atau diteliti, misalnya sumber-sumber yang berupa buku yang tercetak di buku-buku di perpustakaan yang tidak sejaman dengan peristiwa.
Macam-macam sumber tertulis:
1.    Laporan-laporan; baik laporan pemerintah atau laporan suatu perusahaan tahunan.
2.    Notulen rapat: catatan tentang pembicaraan rapat yang dibahas dalam rapat tersebut
3.    Surat-surat: baik surat yang dikeluarkan pemerintah maupun surat pribadi. Dengan membaca surat kita mengetahui tanggal, siapa yang mengeluarkan dan kepada siapa diberikan, serta isi surat tersebut. Cth supersemar (surat perintah sebelas maret)
4.    Surat kabar: memuat berita berupa kejadian sehari-hari baik politik ekonomi sosial dan budaya yang dapat dijadikan sumber bahan penelitian sejarah. Biasanya memiliki analisis yang beragam karena perbedaan kepentingan, jadi surat kabar pemerintah dengan non pemerintah mungkin saja akan berbeda dalam upaya membentuk opini dalam masyarakat.
5.    Catatan pribadi: memberikan informasi yang mungkin saja tidak terdapat dalam laporan resmi pemerintah. Biasanya ditulis dalam bentuk biografi atau memoar.
2.    Sumber Lisan:
Sumber lisan adalah sumber yang terdapat dalam ingatan seorang pelaku sejarah atau orang yang sejaman dengan peristiwa tersebut dan diungkapkan secara lisan melalui teknik wawancara.
Sumber lisan sangat tergantung pada ingatan penyaksi tersebut, sehingga sumber lisan berkedudukan sebagai pelengkap saja, tidak dapat digunakan sebagai sumber utama penelitian sejarah.
Sumber lisan memiliki keterbatasan antara lain:
a.    Kemungkinan pelaku atau penyaksi tersebut telah meninggal dunia
b.    Keterbatasan ingatan
c.    Pelaku atau penyaksi sejarah, dikarenakan jauhnya jarak antara saat ini dengan peristiwa yang terjadi. Semakin jauh maka semakin lupa, oleh sebab itu kadang data yang dihasilkan menjadi kurang akurat.
3.    Sumber benda:
Adalah sumber yang diperoleh dari peninggalan benda-benda kebudayaan. Misalnya kapak, gerabah, perhiasan, manik-manik, patung, candi dll.
Sumber benda dapat pula berbentuk rekaman video dan kaset audio. Misalnya peristiwa pendudukan jepang, proklamasi kemerdekaan, pertempuran surabaya, sampai dengan peristiwa reformasi.
Penutup: sumber-sumber sejarah di atas masih harus diuji kebenarannya, oleh sebab itu sejarah membutuhkan ilmu bantu untuk menentukan kesahihan sumber tersebut supaya dapat digunakan sebagai bahan bagi seorang peneliti sejarah.
Demikian artikel tentang klasifikasi sumber sejarah, semoga memberikan manfaat. Nantikan artikel kami selanjutnya. []

Related Posts

0 Komentar: