Friday, November 7, 2014

Beberapa tahapan dalam upaya Historiografi Indonesia


Penulisan sejarah nasional di Indonesia adalah sebuah upaya untuk menuliskan peristiwa sejarah dalam sudut pandang nasional. Sebagaimana diketahui bahwa penulisan sejarah pada masa tradisional, dan terutama pada masa kolonial, sejarah di Indonesia ditulis berdasarkan pendekatan eropa sentris. Tentu saja hal ini sedikit bertentangan dengan fakta menurut versi dalam sudut pandang masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu upaya penulisan sejarah nasional Indonesia telah menempuh berbagai jalan antaranya sebagai berikut sebagaimana saya kutip dalam website fkip untag banyuwangi:
1) Penulisan sejarah Indonesia dilatarbelakangi adanya keinginan  untuk menuliskan sejarah Indonesia yang nasionalistik sebagaimana dicanangkan  dalam seminar sejarah nasional I di yogyakarta pada tahun 1957. keinginan tersebut telah banyak melahirkan buku-buku pelajaran sejarah Indonesia yang sesuai dengan cita-cita kemerdekaan dan nasionalisme. Bersamaan  dengan kecendrungan kearah dekolonisasi dalam penulisan sejarah Indonesia itu, dikalangan penulis-penulis sejrah tentang Indonesia timbul gagasan untuk berpindah  dari penulisan sejarah yang Europe-centric ke sejarah yang asia- centric.
2) Adanya keinginan untuk  adanya suatu sejarah Indonesia yang ilmiah seperti dinyatakan dalam seminar Sejarah Nasional II di yogyakarta pada tahun 1970. Pada seminar Sejarah Nasional II di yogyakarta pada tahun 1970, Dr. Sartono Kartodirdjo memberikan pendapat  tentang ciri-ciri historiografi Nasional yaitu pertama, mampu memperhatikan berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Kedua, menggunakan pendekatan dari berbagai ilmu (multidimensional approach), ketiga menerapkan sejarah analitis dan ke empat, tidak mengabaikan sejarah lokal. Keinginan tersebut telah memperluas  ruang lingkup penulisan sejarah  dengan masuknya pendekatan-pendekatan baru.  Sekalipun gema dari seruan sejarah ilmiah itu kebanyakan masih terbatas pada penulisan-penulisan skripsi dan tesis diperguruan-perguruan tinggi. Kiranya kesadaran baru tentang penulisan sejarah sudah mendapatkan momentumnya.
Masih dalam dekade tahun 1970-1n ada usaha untuk menyelenggarakan suatu program sejarah lisan yang dikelolah oleh arsip nasional bekerjasama dengan para sejarawan dan perguruan tinggi. Hasil dari usaha terakhir ini  sudah tampak sekalipun belum banyak benar.
Usaha yang ditempuh oleh sejarawan dalam menuliskan sejarah nasional Indonesia terdiri dari  6 jilid, dimana pembagian sejarah Nasional tersebut  menampilkan beberapa periodisasi antara lain:
    Jilid I tentang zaman prasejarah Indonesia
    Jilid II tentang zaman kuno (awal M-1500M)
    Jilid III tentang zaman pertumbuhan  dan perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia (±1500-1800).
    Jilid IV tentang abad ke sembilan belas (±1800-1900)
    Jilid V tentang zaman kebangkitan nasional dan masa akhir Hindia Belanda (±1900-1942).
    Jilid VI tentang zaman Jepang dan zaman Republik Indonesia (±1942-1984).
3) Pada perkembangan selanjutnya  adalah penyelenggaraan seminar sejarah Nasional  III di jakarta (1981), pada saat itu sejarawan Indonesia sudah sadar perlunya teori dan metodologi dalam penulisan. Arah penulisannya berdasarkan pendekatan ilmu-ilmu sosial. Selanjutnya pada seminar sejarah nasional Indonesia IV (1985) di yogyakarta diputuskan bahwa pada penulisan sejarah Indonesia di lakukan berdasarkan periode dan tema. Sebagai contoh, periode revolusi dan periode kemerdekaan dengan tema sejarah lokal dan sejarah sosial. 
Demikian merupakan beberapa tahapan dalam upaya historiografi di Indonesia, semoga bermanfaat
[]

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah