Akhlak Rasulullah SAW kepada Istri

shares |

Baginda Nabi Muhamamd SAW adalah seorang suri tauladan terbaik bagi umat manusia. Beliau adalah makhluk termulia di bumi. Bahkan alam semesta diciptakan untuk berkhidmat kepada Beliau. Semesta diciptakan dikarenakan adanya nur Muhammad. Oleh sebab itu, segala macam perilaku Beliau adalah ilmu yang patut dicontoh. Termasuk perilaku Beliau memperlakukan istri-istrinya.Beliau mampu memperlakukan istri-istrinya secara baik dan adil.
Berikut merupakan akhlak Rasulullah SAW yang dapat dijadikan sebagai teladan bagi para suami, khususnya di masa sekarang ini dimana seringkali terjadi kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suami dikarenakan masalah yang sepele.
Diantaranya adalah kisah saat Beliau pulang pada waktu pagi. Saat itu lapar telah melanda Beliau. Namun Beliau melihat tidak ada satupun makanan yang telah selesai dimasak. Bahkan persediaan makanan untuk dimasak juga tidak tersedia. Hal ini dikarenakan Sayidatina 'Aisyah belum  berbelanja ke pasar. Maka Nabi bertanya, "Belum ada sarapan ya Khumaira?" (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang bererti 'Wahai wajah yang kemerah-merahan'). Aisyah menjawab dengan agak serba salah, "Belum ada apa-apa wahai Rasulullah." Rasulullah lantas berkata, "Jika begitu aku puasa saja hari ini." tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya. Inilah akhlak Beliau, tidak marah meskipun istrinya "lalai" belum menyediakan masakan. Berbeda dengan suami di era sekarang. Mungkin apabila situasinya terjadi pada diri kita, mungkin kita telah marah-marah, atau bahkan memukul istri kita. Bahkan tidak segan melukai perasaan istri kita dengan memilih makan di warung daripada menikmati masakan istri kita. Simak siapakah Aisyah r.ha, istri Nabi SAW.

Rasulullah SAW akan sangat marah tatkala melihat seorang suami memukul isterinya. Pernah suatu ketika Baginda Rasulullah SAW menegur seorang yang memukul istrinya, "Mengapa engkau memukul isterimu?" Dengan agak gementar seorang suami tersebut menjawab, "isteriku sangat keras kepala. Sudah diberi nasihat dia tetap keras kepala, jadi aku pukul dia." Rasulullah pun menegaskan, "Aku tidak bertanya alasanmu, Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu kepada anak-anakmu?"
Disaat yang lain pernah Baginda Rasulullah SAW bersabda, "sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya." 
Kisah-kisah di atas menunjukkan betapa Rasulullah SAW meninggikan derajat seorang wanita, terutama istri yang merupakan ibu dari anak-anak yang menjadi penerus perjuangan dakwah islam. Hal ini merupakan jawaban atas kebobrokan yang terjadi pada masyarakat Arab pada masa jahiliyah yang malu dan tidak memuliakan wanita. Mereka menganggap memiliki seorang anak wanita adalah aib yang harus ditutupi, bahkan kalau perlu dibunuh supaya tidak mempermalukan seorang laki-laki sebagai ayahnya. Islam datang dengan memberikan kemuliaan yang tinggi bagi para wanita. Dan hal tersebut telah dicontohkan oleh Baginda Nabi SAW. []

Related Posts

1 Komentar: