Ada Apa dengan Maklumat Pemerintah No. X tanggal 3 November 1945?

shares |

Maklumat pemerintah 3 November 1945
Moh. Hatta (sumber ppln.nl)
Maklumat pemerintah No. X tanggal 3 November 1945 adalah maklumat yang dikeluarkan oleh wakil presiden RI saat itu, Mohammad Hatta tentang pendirian partai-partai politik. Sebagaimana diketahui bahwa pada masa awal kemerdekaan, baru berdiri satu partai, yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI), sedangkan partai-partai yang berdiri pada masa kolonial Belanda belum aktif kembali. Penerbitan maklumat ini diyakini dikarenakan kuatnya golongan sosialis di tubuh pemerintahan terutama Sutan Sjahrir yang menganjurkan pendirian partai di Indonesia dan menerapkan sistem multi partai sebagaimana yang dilakukan pada negara-negara demokratis. Sjahrir berpendapat, bahwa apabila Indonesia hanya memiliki satu partai saja, maka ada kemungkinan Indonesia dicurigai sebagai bangsa yang merdeka karena hadiah dari Jepang. Hal ini mungkin saja terjadi, sebab Jepang tidak menerapkan sistem multi partai. Disamping itu, penerapan sistem partai tunggal adalah ciri dari negara fasis komunis, oleh sebab itu, Indonesia mestinya mendirikan partai-partai lain untuk menerapkan sistem multi partai. 
Pendapat ini direspon secara positif oleh pemerintah, oleh sebab itu, Mohammad Hatta sebagai wakil presiden mengeluarkan maklumat. Berikut merupakan isi maklumat 3 November 1945:
"Berhubung dengan usul Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat kepada Pemerintah, supaya diberikan kesempatan kepada rakyat seluas-luasnya untuk mendirikan partai-partai politik, dengan restriksi bahwa partai-partai politik itu hendaknya memperkuat perjuangan kita mempertahankan kemerdekaan dan menjamin keamanan masyarakat, Pemerintah menegaskan pendiriannya yang telah diambil beberapa waktu yang lalu, bahwa:
  1. Pemerintah menyukai timbulnya partai-partai politik karena dengan adanya partai-partai itulah dapat dipimpin ke jalan yang teratur segala aliran paham yang ada dalam masyarakat.
  2. Pemerintah berharap supaya partai-partai politik itu telah tersusun, sebelum dilangsungkannya pemilihan anggota Badan-badan Perwakilan Rakyat pada bulan Januari 1946"
Dengan keluarnya maklumat tersebut, kemudian mulai bermunculan partai-partai politik di Indonesia. Diantaranya adalah: 
Dengan anjuran itu, berdirilah 10 partai politik, yaitu:
  1.  Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia)  7 November 1945.
  2. PKI (Partai Komunis Indonesia) 7 November 1945.
  3. PBI (Partai Buruh Indonesia) 8 November 1945.
  4. Partai Rakyat Jelata (PRJ)  8 November 1945.
  5. Parkindo (Partai Kristen Indonesia) 10 November 1945.
  6. PSI (Partai Sosialis Indonesia) 10 November 1945.
  7. PRS (Partai Rakyat Sosialis)  20 November 1945.
  8. PKRI (Partai Katholik Republik Indonesia) 8 Desember 1945.
  9. Permai (Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia) 17 Desember 1945. 
Kisah menarik terkait penerbitan nomor X
Terdapat kisah yang menarik terkait dengan penerbitan nomor X (baca: sepuluh) pada maklumat pemerintah tentang partai politik di atas. Padahal sebenarnya maksud dari angka romawi tersebut bukan dimaksudkan untuk dibaca "sepuluh". Akibatnya, maklumat tanggal 3 November ini memiliki kesamaan dengan nomor maklumat yang telah dikeluarkan sebelumnya pada 16 Oktober 1945, yang sama-sama bernomor "sepuluh". Bagaimana kisahnya? Kisah ini saya sarikan dari  website ppln(dot)nl. 
Kesamaan ini terjadi dikarenakan saat maklumat tersebut dibuat, ternyata Mr. Gafar sebagai Sekretaris Negara saat itu lupa membawa daftar nomor maklumatnya. Oleh sebab itu, maklumat tersebut untuk sementara tidak diisi dan hanya diberikan tanda silang (x). Sehingga kolom nomor untuk sementara dikosongkan dan hanya ditulis Maklumat Wakil Presiden No. X (maksudnya X tanda silang, alias kosong, belum ada nomor resmi). Rencananya, kelak dikemudian hari akan diisi dengan nomor yang semestinya. Namun, pembacaan tanda silang dengan sebutan "sepuluh" tersebut terlanjur populer, sehingga sampai saat ini masyarakat mengenal maklumat pemerintah 3 November 1945 adalah maklumat yang bernomor X (sepuluh).
Demikian sekelumit kisah tentang maklumat pemerintah tanggal 3 November yang berisi tentang partai politik. Penerbitan ini dianggap sebagai tonggak demokrasi di Indonesia. Semoga bermanfaat. []

Related Posts

0 Komentar: