Historiografi tradisional Indonesia

shares |

Pada artikel yang telah lalu disinggung tentang pengertian historiografi serta perkembangan historiografi di Indonesia. Pada artikel di bawah ini akan diulas tentang historiografi tradisional di Indonesia. Bagaimanakah ciri-ciri historiografi tradisional? dan apa saja contoh historiografi tradisional? simak artikel di bawah ini.
Historiografi tradisional merupakan ekspresi kultural dari usaha untuk merekam sejarah. Dalam historiografi tradisional ada unsur-unsur yang tidak bisa lepas yaitu sebagai karya imajinatif dan sebagai karya mitologi. Historiografi pada masa klasik diwarnai oleh aktor-aktor sentries. Menurut para sejarawan penulisan sejarah ( tidak dalam bentuk prasasti ) di Indonesia dimulai oleh Mpu Prapanca yang mengarang kitab NegaraKertagama. Seorang tokoh, yang menjadi aktor utama berperan sebagai pemimpin besar. Hasil karya historiografi tradisional antara lain: Carita Parahyangan, Sajarah Melayu, dan Babad.
Cerita Parahyangan memberikan gambaran mengenai peristiwa sejarah yang pernah terjadi di daerah Jawa Barat. Di dalamnya menceritakan kisah Sanjaya yang mengalahkan banyak raja – raja di Asia Tenggara. Sedangkan sejarah Melayu sendiri menceritakan tentang Iskandar Zulkarnaen yang berkuasa di Mesopotamia selama tiga abad. Dari beberapa cerita tadi bisa diambil kesimpulan bahwa :
1. Historiografi pada masa klasik diwarnai oleh aktor-aktor sentries. Seorang tokoh, yang menjadi aktor utama berperan sebagai pemimpin besar.
2. Historiografi pada masa tersebut sulit dilepaskan dari mitos dan hanya menceritakan kalangan istana saja ( Istana Centris ).
3. kebanyakan karya-karya tersebut kuat dalam hal geneologi namun lemah dalam hal kronologi.
Ciri-ciri dari Historiografi Tradisional sendiri dapat dibagi menjadi beberapa macam:
1. Oral tradition
Historiografi jenis ini di sampaikan secara lisan, maka tidak dijamin keutuhan redaksionalnya.
2. Anakronistik
Dalam menempatkan waktu sering terjadi kesalahan kesalahan, pernyataan waktu dengan fakta sejarah termasuk di dalamnya penggunaan kosa kata, penggunaan kata nama dll.
3. Etnosentris
Penulisan selalu bersifat kedaerahan, Hanya terpaut pada suku bangsa tertentu. Dan sangat berpusat pada kedaerahan.
Bentuk-bentuk Historiografi Tradisional dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:
1. Mitos
Bentuk ini pada dasarnya merupakan suatu proses internalisasi dari pengalaman spiritual manusia tentang kenyataan lalu di ungkapkan melalui kisah sejarah
2. Genealogis
Bentuk ini merupakan gambaran mengenai pertautan antara individu dengan yang lain atau suatu generasi dengan generasi berikutnya. Sil silah sangat penting untuk melegitimasikan kedudukan mereka.
3. Kronik.
Dalam penulisan ini sudah ada penulisan kesadaran tentang waktu, Namun demikian juga masih di lingkungan kepercayaan yang bersifat kosmosmagis
4. Analisis.
Sebenarnya bentuk ini merupakan cabang dari kronik hanya saja bentuk analisis ini sudah lebih maju dan lebih jelas, Sudah berusaha membeberkan kisah dalam uraian waktu.
5. Logis
Kisah yang di ungkapkan mengamdungh mitos, legenda, dongeng, asal usul suatu bangsa, kisah disini merupakan merupakan kisah yang merupakan suatu pembenaran berdasar emosi dan kepercayaan.
6. Supranatural
Dalam hal ini kekuatan kekuatan gaib yang tidak bias diterima dengan akal sehat sering terdapat di dalamnya.
demikian merupakan artikel tentang historiografi tradisional, artikel berikutnya tentang historiografi pada masa kolonial. []

Related Posts

0 Komentar: