Asal Mula Soeharto disebut The Smilling General

shares |

Presiden RI ke dua, Presiden Soeharto dikenal memiliki senyum yang khas. Presiden yang juga dijuluki bapak pembangunan tersebut hampir selalu tersenyum dalam setiap jepretan kamera. Disamping itu, Soeharto juga disebut sebagai The Smilling General.
clip_image001Adalah majalah TIME yang pertama kali memopulerkan istilah tersebut. Momen tersebut terjadi ketika wajah Jenderal Soeharto tampil di halaman sampul majalah tersebut pada 15 Juli 1966 juga memuat artikel berjudul “Vengeance with a Smile”. Saat itu majalah tersebut mengulas tentang situasi politik Indonesia pasca diterbitkannya Surat Perintah Sebelas Maret (SUPERSEMAR).
Sebagaimana diketahui, SUPERSEMAR adalah surat perintah yang dikeluarkan Presiden RI pertama, Soekarno, yang ditujukan kepada Mayjen Soeharto untuk mengambil tindakan yang dirasa perlu untuk mengembalikan stabilitas politik maupun ekonomi pasca tragedi Gerakan 30 September, juga bertugas untuk menjaga wibawa pemimpin besar revolusi (Presiden). Saat itu, posisi Seoharto ibarat rising star dalam perpolitikan Indonesia. Hal ini dikarenakan sejak diterbitkan SUPERSEMAR, terjadi perubahan peta politik dimana kekuasaan presiden Soekarno sedikit demi sedikit terkikis. Sebab, ada pendapat yang menyatakan bahwa Soeharto berhasil menjauhkan Soekarno dari para pendukungnya.
Hal ini tidak terlepas dari beberapa tindakan yang dilakukan Mayjen Soeharto sebagai pengemban SUPERSEMAR. Diantaranya adalah membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormasnya, dan menyatakannya sebagai partai terlarang. Disamping itu, ia juga mengamankan menteri yang diduga terlibat dalam peristiwa G30S. oleh sebab itu, Presiden Soekarno semakin tersingkir dari perpolitikan Indonesia, dan kendali pemerintahan diambil alih oleh Jenderal Soeharto.
Oleh majalah TIME, situasi ini disebut sebagai kemenangan Soeharto, sang Jenderal yang selalu tersenyum, dimana ia berhasil melucuti kekuasaan Soekarno. Oleh sebab itu, setelah rezim orde lama tumbang (demokrasi terpimpin), maka munculah rezim baru di bawah kekuasaan Soeharto, pemegang SUPERSEMAR.
Sejak saat itu, istilah the smilling general semakin populer. Dalam tahun-tahun awal kepemimpinan Presiden Soeharto, ia berhasil mengembalikan stabilitas politik dengan melakukan normalisasi hubungan luar negerinya, salah satunya dengan menjalin hubungan dengan Malaysia yang sempat renggang pada rezim sebelumnya. Disamping itu Indonesia masuk kembali menjadi anggota PBB.
Sementara itu, di bidang ekonomi, Presiden Soeharto berhasil menangguhkan jatuh tempo pembayaran hutang Negara, dan mendapatkan kucuran dana untuk pembangunan. Hal ini disebabkan kepercayaan invertor untuk berinvestasi di Indonesia kembali menguat. Sayangnya, di akhir kepemimpinannya, terjadi praktik KKN yang menyebabkan munculnya reformasi. Selain itu menguatnya peran Negara di bidang pemerintahan dengan penerapan dwi fungsi ABRI dianggap tidak cocok dengan pemerintahan Indonesia. Oleh sebab itu muncul desakan masyarakat untuk mengembalikan ABR, yaitu fungsi pertahanan, tidak lagi merangkap sebagai alat politik pemerintahan. []

Related Posts

0 Komentar: