Yuk Mampir di Museum Kereta Api Ambarawa!

shares |

Museum Ambarawa, sumber gbr: bayunursetyoaji(dot)blogspot(dot) com

Ambarawa - Jika Anda berkunjung ke Ambarawa, tak lengkap rasanya jika tidak mampir ke kawasan wisata yang satu ini. Ya, berkunjunglah ke Museum Kereta Api Ambarawa. Museum tersebut merupakan museum kereta api yang langka, sebab tersiar kabar bahwa hanya Museum Kereta Api Ambarawa yang masih memiliki maupun mengoperasikan kereta api berbahan bakar batu bara dan lokomotif uap. Seperti apa asyiknya berkunjung ke sana? Cobalah datang bersama sanak saudara Anda tercinta, dan nikmati petualangan serunya!
Sejarah Museum Kereta Api Ambarawa
Berikut merupakan informasi berkaitan dengan Sejarah Museum Kereta Api Ambarawa yang diambil dari situs referensi populer, wikipedia.
Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun kereta api yang sekarang dialihfungsikan menjadi sebuah museum di Ambarawa, Jawa Tengah yang memiliki kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya. Salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen, serta B 5112 buatan Hannoversche Maschinenbau AG sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya ada di Swiss dan India. Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik/Swiss Locomotive and Machine Works) di halaman museum.

Sejak Juni 2013, museum ini ditutup total untuk renovasi besar-besaran, setelah penghentian operasional kereta wisata sejak pertengahan 2012. Tidak ada informasi yang jelas dari pihak PT KAI, kapan museum ini dibuka kembali.

Bangunan dan lokasi
Ambarawa awalnya merupakan sebuah kota militer pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda. Raja Willem I memerintahkan untuk membangun stasiun kereta api baru yang memungkinkan pemerintah untuk mengangkut tentaranya ke Semarang. Pada 21 Mei 1873, stasiun kereta api Ambarawa dibangun di atas tanah seluas 127.500 m². Pada awalnya dikenal sebagai Stasiun Willem I.
Stasiun ini awalnya menjadi titik pertemuan antara lebar sepur 1.435 mm ke arah Kedungjati dengan 1.067 mm ke arah Yogyakarta melalui Magelang. Hal ini masih bisa terlihat bahwa kedua sisinya dibangun stasiun kereta api untuk mengakomodasi ukuran lebar sepur yang berbeda.
Museum kereta api Ambarawa kemudian didirikan pada tanggal 6 Oktober 1976 di Stasiun Ambarawa untuk melestarikan lokomotif uap yang kemudian berada pada masa pemanfaatan kembali ketika jalur rel 1.435 mm milik Perusahaan Negara Kereta Api ditutup. Ini merupakan museum terbuka yang terdapat pada kompleks stasiun. []

Related Posts

0 Komentar: