BANK SOAL SEJARAH: INDONESIA ZAMAN HINDU BUDDHA

shares |

Berikut ini merupakan contoh penilaian tes tertulis pada kurikulum 2013 beserta kunci jawabannya.
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas / Semester : X/1
Kompetensi Dasar : 3.6 Menganalisis karakteristik kehidupan masyarakat pemerintahan, dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia serta menunjukkan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.
Materi Pokok : Indonesia zaman Hindu-Buddha; silang budaya lokal dan global tahap awal
TES TERTULIS
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Bagaimanakah proses akulturasi kebudayaan nusantara dengan kebudayaan Hindu Buddha yang berkaitan dengan seni aksara dan bagaimanakah kelanjutannya pada masa sekarang?
2. Mengapa datangnya kebudayaan Hindu Buddha sangat memengaruhi sistem pemerintahan di Nusantara?
3. Mengapa datangnya kebudayaan Hindu-buddha juga berpengaruh pada sistem kepercayaan masyarakat?
4. Bagaimana keterkaitan akulturasi dengan perkembangan ekonomi sosial pada masa Hindu Buddha?
KUNCI JAWABAN TES TERTULIS
1. Akulturasi kebudayaan yaitu suatu percampuran antara unsur-unsur kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain sehingga membentuk kebudayaan baru. Salah satu hasil akulturasi antara kebudayaan nusantara dengan kebudayaan Hindu Buddha adalah pada bidang seni sastra dan aksara. Pengaruh seni sastra dan aksara tersebut berasal dari India yang masuk ke nusantara dalam bentuk prosa dan ada yang berbentuk tembang (puisi). Pengaruh yang ditimbulkan dapat dibedakan dalam tiga hal, yaitu berdasarkan tutur (pitutur kitab keagamaan), kitab Hukum, dan wiracarita (kepahlawanan).
2. Datangnya pengaruh India di Nusantara berpengaruh terhadap terbentuknya sistem pemerintahan secara sederhana yang terdapat di desa atau daerah tertentu. Rakyat mengangkat seorang pemimpin. Dengan adanya pengaruh kebudayaan India tersebut, maka sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia adalah bentuk kerajaan yang diperintah oleh seorang raja secara turun temurun (konsep dewaraja). Raja di Indonesia ada yang dipuja sebagai dewa atau dianggap keturunan dewa yang keramat, sehingga rakyat sangat memuja Raja tersebut. Pemerintahan Raja di Indonesia ada yang bersifat mutlak dan turun-temurun seperti di India dan ada juga yang menerapkan prinsip musyawarah.
3. Sistem kepercayaan yang berkembang di Indonesia sebelum agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia adalah kepercayaan yang berdasarkan pada Animisme dan Dinamisme. Dengan masuknya agama Hindu-Buddha ke Indonesia, masyarakat Indonesia mulai menganut/mempercayai agama-agama tersebut. Agama Hindu dan Buddha yang berkembang di Indonesia sudah mengalami perpaduan dengan kepercayaan animisme dan dinamisme, atau dengan kata lain mengalami Sinkritisme. Sinkritisme adalah bagian dari proses akulturasi, yang berarti perpaduan dua kepercayaan yang berbeda menjadi satu. Agama Hindu dan Buddha yang berkembang di Indonesia, berbeda dengan agama Hindu – Buddha yang dianut oleh masyarakat India.
4. Keterkaitan antara akulturasi kebudayaan Nusantara dengan kebudayaan Hindu-Buddha dengan perkembangan ekonomi dan sosial pada masa Hinddu-Buddha tampak pada aktivitas masyarakat yang mengalami perubahan pada beberapa bidang. Diantaranya pada bidang sosial adalah munculnya kasta-kasta sebagai konsekuensi masuknya agama Hindu di Nusantara. Sistem masyarakat yang dibedakan dalam hierarki tersebut kemudian juga berpengaruh terhadap sistem ekonomi di Nusantara, dikarenakan setiap kasta memiliki hak dan kewajiban yang berbeda, sehingga berpengaruh juga terhadap pendapatan masyarakat dan jaringan ekonomi masyarakat.















Related Posts

0 Komentar: