SEJARAH KERAJAAN SRIWIJAYA

shares |

 
Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada di Indonesia. Kerajaan Sriwijaya terletak di Selat Malaka, sehingga dengan letaknya yang strategis tersebut, Sriwijaya mampu menjadi sebuah kerajaan maritim yang kuat. Mereka memiliki armada laut yang hebat, sehingga mampu menaklukkan daerah-daerah lain. Tidak heran, wilayah kekuasaan Sriwijaya meliputi pulau-pulau lainnya. Sriwijaya mencapai puncak kejayaan pada masa Raja Balaputradewa. Ia adalah seorang pelarian dari Mataram, sebuah kerajaan hindu di Jawa. Ia terpaksa menyingkir karena kalah dalam perebutan kekuasaan. Namun demikian, di bawah kepemimpinannya, Sriwijaya menjadi sebuah negara tradisional yang kuat dan besar. Di samping itu, Sriwijaya dikenal sebagai pusat pendidikan dan pengajaran Agama Buddha se Asia Tenggara pada masa itu. Mereka memiliki dua orang pendeta, yaitu Satyakriti, dan Dharmakriti. Banyak orang berziarah untuk menimba ilmu agama Buddha di Sriwijaya.
Mengenai keadaan alam Pulau Sumatera dan sekitarnya pada abad ke-7 berbeda dengan keadaan sekarang. Sebagian besar pantai timur baru terbentuk kemudian. Oleh karena itu Pulau Sumatera lebih sempit bila dibandingkan dengan sekarang, sebaliknya Selat Malaka lebih lebar dan panjang. Beberapa faktor yang mendorong perkembangan kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan besar antara lain sebagai berikut :
1. Letaknya yang strategis di Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran dan perdagangan internasional.
2. Kemajuan kegiatan perdagangan antara India dan Cina melintasi selat Malaka, sehingga membawa keuntungan yang besar bagi Sriwijaya.
3. Keruntuhan Kerajaan Funan di Vietnam Selatan akibat serangan kerajaan Kamboja memberikan kesempatan bagi perkembangan Sriwijaya sebagai negara maritim (sarwajala) yang selama abad ke-6 dipegang oleh kerajaan Funan.
Berdasarkan berita dari I Tsing ini dapat kita ketahui bahwa selama tahun 690 sampai 692, Kerajaan Melayu sudah dikuasai oleh Sriwijaya. Sekitar tahun 690 Sriwijaya telah meluaskan wilayahnya dengan menaklukkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Hal ini juga diperkuat oleh 5 buah prasasti dari Kerajaan Sriwijaya yang kesemuanya ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Prasasti-prasasti tersebut adalah sebagai beikut :
1. Prasasti Kedukan Bukit
2. Prasasti Talang Tuwo
3. Prasasti Kota Kapur
4. Prasasti Telaga Batu
5. Prasasti Karang Birahi
6. Prasasti Ligor
Letak Sriwijaya strategis membawa keberuntungan dan kemakmuran. Walaupun demikian, letaknya yang strategis juga dapat mengundang bangsa lain menyerang Sriwijaya. Beberapa faktor penyebab kemunduran dan keruntuhan :
1. Adanya serangan dari Raja Dharmawangsa 990 M.
2. Adanya serangan dari kerajaan Cola Mandala yang diperintah oleh Raja Rajendracoladewa.
3. Pengiriman ekspedisi Pamalayu atas perintah Raja Kertanegara, 1275 - 1292.
4. Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudra Pasai.
Adanya serangan kerajaan Majapahit dipimpin Adityawarman atas perintah Mahapatih Gajah Mada, 1477. Sehingga Sriwijaya menjadi taklukkan Majapahit. []

Related Posts

0 Komentar: