Wednesday, October 29, 2014

SEJARAH KERAJAAN MATARAM KUNO


 
Kerajaan Mataram diketahui dari Prasasti Canggal yang berangka tahun 732 Masehi yang ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Dalam prasasti itu disebutkan bahwa pada mulanya Jawa (Yawadwipa) diperintah oleh Raja Sanna. Setelah ia wafat Sanjaya naik tahta sebagai penggantinya. Sanjaya adalah putra Sannaha (saudara perempuan Sanna).
Terdapat tiga wangsa (dinasti/keluarga) yang dikenal luas yang berasal dari Kerajaan Mataram, yaitu Dinasti Syailendra, Dinasti Sanjaya, dan Dinasti Isyana. Dinasti Syailendra bercorak Buddha, sedangkan dinasti Sanjaya bercorak Hindu. Dinasti Syailendra menguasai wilayah Jawa Tengah bagian selatan, sehingga peninggalan hasil-hasil kebudayaannya terletak di selatan pulau tersebut. Salah satu yang paling terkenal adalah Candi Borobudur, yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia versi Unesco. Sedangkan dinasti Sanjaya merupakan dinasti yang bercorak hindu, menguasai daerah Jawa Tengah bagian utara. Beberapa peninggalan dinasti tersebut diantaranya Candi Gedong Songo di Kabupaten Semarang, dan Candi Dieng di Wonosobo.
Berdasarkan peninggalan sejarah, yaitu Prasasti Mantyasih (Prasasti Kedu) yang di dikeluarkan oleh Raja Balitung pada tahun 907 memuat daftar raja-raja keturunan Sanjaya, sebagai berikut :
1. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya
2. Sri Maharaja Rakai Panangkaran
3. Sri Maharaja Rakai Panunggalan
4. Sri Maharaja Rakai Warak
5. Sri Maharaja Rakai Garung
6. Sri Maharaja Rakai Pikatan
7. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi
8. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang
9. Sri Maharaja Watukura Dyah Balitung
Prasasti Kelurak, 782 M di desa Kelurak disebutkan bahwa Raja Dharanindra membangun arca Majusri (= candi sewu). Pengganti raja Dharanindra, adalah Samaratungga. Samaratungga digantikan oleh putrinya bernama Pramodawardhani. Dalam Prasasti Sri Kahulunan (= gelar Pramodawardhani) berangka tahun 842 M di daerah Kedu, dinyatakan bahwa Sri Kahulunan meresmikan pemberian tanah untuk pemeliharaan candi Borobudur yang sudah dibangun sejak masa pemerintahan Samaratungga.
Pramodhawardhani menikah dengan Rakai Pikatan yang beragama Hindu. Adik Pramodhawardhani, Balaputradewa menentang pernikahan itu. Pada tahun 856 Balaputradewa berusaha merebut kekuasaan dari Rakai Pikatan, namun usahanya itu gagal.
Pernikahan Pramodhawardhani dengan Rakai Pikatan merupakan tonggak sejarah baru bagi kerajaan Mataram kuno, hal ini dikarenakan dengan pernikahan keduanya, mereka mampu menyatukan kedua dinasti tersebut. Meskipun demikian, pada masa pemerintahan Rakai Pikatan, Mataram menunjukkan kemunduran. Sejak pemerintahan Raja Balitung banyak mengalihkan perhatian ke wilayah Jawa Timur. Raja-raja setelah Balitung adalah :
1. Daksa (910 – 919). Ia telah menjadi rakryan mahamantri I hino (jabatan terttinggi sesudah raja) pada masa pemerintahan Balitung.
2. Rakai Layang Dyah Tulodong (919 – 924)
3. Wawa yang bergelar Sri Wijayalokanamottungga (924 – 929)
Wawa merupakan raja terakhir kerajaan Mataram. Pusat kerajaan kemudian dipindahkan oleh seorang mahapatihnya (Mahamantri I hino) bernama Pu Sindok ke Jawa Timur. []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah