Wednesday, October 29, 2014

PERPINDAHAN KERAJAAN MATARAM KE JAWA TIMUR


 
Sebagaimana diketahui, bahwa kerajaan Mataram Kuno merupakan kerajaan yang memiliki dua dinasti yang berbeda, yaitu dinasti Syailendra dan Sanjaya. Keduanya berbeda corak pemerintahan, kebudayaan, serta berbeda kepercayaan. Kedua Dinasti baru dapat disatukan dengan pernikahan Pramodhawardhani dengan Rakai Pikatan. namun demikian, tidak serta merta mampu menyelamatkan kerajaan Mataram dari kemunduran. oleh sebab itu, pemimpin Mataram berikutnya yaitu Mpu Sindok berinisiatif untuk memindahkan pusat kerajaan Mataram yang semula di Jawa Tengah ke Jawa Timur.
Perpindahan kekuasaan ini dikarenakan beberapa sebab, diantaranya adalah untuk menyelamatkan diri dari bencana alam. Terdapat beberapa sumber yang menyatakan bahwa pada saat itu Jawa Tengah akan terjadi bencana gunung meletus, yaitu gunung Merapi yang terletak di antara tiga kabupaten, yaitu kabupaten Boyolali, Kabupaten Sleman, dan Yogyakarta sekarang. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi jatuhnya korban, Mpu Sindok memindahkan pusat kekuasaan di Jawa Timur.
Faktor yang lain, adalah untuk mencari tempat atau daerah yang lebih strategis. Jawa Timur merupakan daerah yang dianggap strategis. Hal ini dikarenakan Jawa Timur memiliki sungai yang cukup banyak dan luas, salah satunya adalah sungai Brantas. Sebagaiamana diketahui bahwa air merupakan sumber kehidupan, sehingga terpenuhinya kebutuhan air kiranya mampu menjamin kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus sebagai perlambang bahwa suatu negara yang memiliki cukup air melimpah, merupakan negara yang makmur. Disamping itu air juga merupakan sumber peradaban, sebagaimana pola-pola terdahulu, suatu negara yang berdekatan dengan sumber air cenderung memiliki peradaban yang tinggi, misalnya peradaban sungai Nil, Sungai Eufrat dan Tigris, Sungai Gangga, Sungai Kuning dan lain sebagainya.
Proses Perpindahan
Pu Sindok yang menjabat sebagai mahamantri i hino pada masa pemerintahan Raja Wawa memindahkan pusat pemerintahan ke Jawa Timur tersebut. Pada tahun 929 M, Pu Sindok naik tahta dengan gelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramadharmattunggadewa. la mendirikan dinasti baru, yaitu Dinasti Isana. Pu Sindok memerintah sampai dengan tahun 947. Pengganti-penggantinya dapat diketahui dari prasasti yang dikeluarkan oleh Airlangga, yaitu Prasasti Calcuta.
Berdasarkan berita Cina diperoleh keterangan bahwa Raja Dharmawangsa pada tahun 990 - 992 M melakukan serangan terhadap Kerajaan Sriwijaya. Pada tahun 1016, Airlangga datang ke Pulau Jawa untuk meminang putri Dharmawangsa. Namun pada saat upacara pernikahan berlangsung kerajaan mendapat serangan dari Wurawuri dari Lwaram yang bekerjasama dengan Kerajaan Sriwijaya. Peristiwa ini disebut peristiwa Pralaya. Selama dalam pengassingan ia menyusun kekuatan. Setelah berhasil menaklukkan raja Wurawari pada tahun 1032 dan mengalahkan Raja Wijaya dari Wengker Pada tahun 1035 ia berhasil mengembalikan kekuasaan. Airlangga wafat pada tahun 1049 dan disemayamkan di Parthirtan Belahan, di lereng gunung Penanggungan. []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah