Saturday, September 13, 2014

LAHIR DAN BERKEMBANGNYA AGAMA HINDU BUDDHA


Agama Hindu dan Buddha merupakan agama awal yang masuk ke Indonesia. Kedua agama tersebut masuk ke Indonesia melalui beberapa cara. Terdapat berbagai teori yang menyebutkan proses masuk dan berkembangnya agama Hindu dan Buddha di Indonesia. Diantaranya adalah teori Brahmana, teori Kesatria, teori Waisya, dan teori Arus Balik.
Pada artikel ini akan dibahas secara singkat berkaitan dengan muncul dan berkembangnya agama Hindu Buddha. Sedangkan berkaitan dengan proses masuk dan berkembangnya Agama Hindu dan buddha di Indonesia akan diulas lebih lanjut dalam blog ini.
AGAMA HINDU
Pertumbuhan dan perkembangan agama Hindu di India berkaitan dengan sistim kepercayaan bangsa Arya yang masuk ke India pada tahun 1500 S.M. Kebudayaan Arya berkembang di lembah Sungai Indus. Bangsa Arya mengembangkan sistim kepercayaan dan kemasyarakatan yang sesuai tradisi yang dimilikinya. Sistem kepercayaan itu berupa penyembahan terhadap banyak dewa yang dipimpin oleh golongan brahmana. Keyakinan bangsa Arya terhadap kepemimpinan kaum brahmana dalam melakukan upacara ini melahirkan kepercayaan terhadap Brahmanisme. Selanjutnya golongan ini juga menulis ajaran mereka dalam kitab-kitab suci yang menjadi standar pelaksanaan upacara-upacara keagamaan. Kitab suci agama Hindu disebut Weda, artinya pengetahuan tentang agama. Sanusi Pane dalam bukunya Sejarah Indonesia menjelaskan tentang Weda terdiri dari 4 buah kitab, yaitu :
a. Rigweda Adalah kitab yang berisi tentang ajaran-ajaran Hindu
b. Samaweda Adalah kitab yang berisi nyanyian-nyanyian pujian yang wajib dilakukan ketika upacara agama
c. Yajurweda adalah kitab yang berisi doa-doa yang dibacakan ketika diselenggarakan upacara agama
d. Atharwaweda adalah kitab yang berisi doa-doa mantra untuk menyembuhkan penyakit maupun mengusir roh-roh jahat
Agama Hindu bersifat politeisme, yaitu percaya terhadap dewa-dewa yang masing-masing dewa memiliki peranan dalam kehidupan masyarakat. Ada tiga dewa utama yang disebut Trimurti, yaitu Dewa Brahma (dewa pencipta), Dewa Wisnu (dewa pelindung), dan Dewa Siwa (dewa perusak).
Sistem kemasyarakatan yang dikembangkan oleh bangsa Arya adalah sistem kasta. Sistem ini mengatur hubungan sosial bangsa Arya dengan bangsa-bangsa yang ditaklukkannya. Sistem ini membedakan masyarakat berdasarkan fungsinya. Golongan Brahmana (pendeta) menduduki golongan teratas, golongan Ksatria (bangsawan, prajurit) menduduki golongan kedua. Waisya (pedagang, petani) menduduki golongan ketiga, sedangkan Sudra (rakyat biasa) sebagai golongan keempat. Sistem kepercayaan dan kasta menjadi dasar terbentuknya kepercayaan Hindu. Penggolongan seperti ini yang disebut catur warna.
AGAMA BUDHA
Agama Buddha lahir sekitar abad ke-5 S.M. Agama ini lahir sebagai reaksi terhadap agama Hindu terutama karena keberadaan kasta. Pembawa agama Buddha adalah Sidharta Gautama, seorang putera dari Raja Suddodana, dari kerajaan Kosala di Kapilawastu. Untuk mencari pencerahan hidup, ia meninggalkan istana Kapilawastu dan pergi menuju Bodh Gaya. Ia bertapa di bawah pohon (seperti beringin) dan mendapatkan bodi (penerangan, kesadaran yang sempurna). Pohon itu kemudian dikenal dengan pohon bodhi. Sidarta Gautama, sejak saat itu, dikenal sebagai Sang Budha, yang artinya yang disinari.
Dalam ajaran Buddha manusia akan mengalami reinkarnasi (lahir berkali-kali). Hidup adalah samsara (menderita, tidak menyenangkan). Sumber penyebab kesengsaraan adalah tresna (cinta/nafsu/hasrat). Penderitaan dapat dihentikan dengan cara menindas tresna melalui delapan jalan (astawida): pemandangan (ajaran) yang benar, niat/sikap yang benar, perkataan yang benar, tingkah laku yang benar, penghidupan (mata pencaharian) yang benar, usaha yang benar, perhatian yang benar, dan semadi (bertapa) yang benar. []











0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah