Konsep Periodisasi dalam Sejarah

shares |

Sebagaimana diketahui bahwa dalam sejarah memiliki rentang waktu yang sangat panjang. Oleh sebab itu untuk memudahkan mempelajari sejarah, sekaligus memudahkan untuk memahami peristiwa sejarah secara kronologis, maka dibuatlah periodisasi dalam sejarah. Periodisasi tidak dimaksudkan untuk memutus rantai antar peristiwa sejarah, sebab peristiwa sejarah pada hakekatnya berkesinambungan dan memiliki keberlangsungan yang saling terkait. Periodisasi merupakan pengklasifikasian peristiwa-peristiwa sejarah dalam membuat periodisasi sebuah metode.

Pengertian Periodisasi

Periodisasi merupakan pengklasifikasian peristiwa-peristiwa sejarah dengan membuat tahapan atau pembabakan tertentu. Periodisasi adalah salah satu proses pembagian waktu dalam sejarah berdasarkan zaman atau periode. Pembabakan periodisasi bisa berdasarkan tiga hal, diantaranya berdasarkan dimensi ruang (spasial), dimensi waktu (temporal), dan dimensi tema tertentu (tematis).

Contoh periodisasi berdasarkan dimensi ruang (spasial) misalnya periodisasi sejarah Indonesia. Contoh periodisasi berdasarkan waktu (temporal), misalnya adalah periodisasi sejarah dunia menurut Cellarius, sedangkan contoh periodisasi berdasarkan tematis misalnya periodisasi sejarah ekonomi Indonesia, periodisasi sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1945-1949).

Tujuan dan manfaat Periodisasi dalam sejarah

Adapun tujuan pembabakan waktu ialah diantaranya:

a. Memudahkan pengertian

Gambaran peristiwa-peristiwa masa lampau yang sedemikian banyak itu dikelompok-kelompokkan. Disederhanakan dan diikhtisarkan menjadi satu tatanan (Orde). Sehingga memudahkan pengertian. Hal ini dikarenakan dalam setiap orde atau babakan zaman biasanya memiliki ciri dan karakteristik tersendiri yang membedakan antara satu zaman dengan zaman lainnya. Dengan demikian periodisasi yang disusun memudahkan pengertian dan memudahkan untuk memahami babakan masing-masing zaman/orde.

b. Melakukan penyederhanaan

sebagaimana diketahui bahwa sejarah memiliki cakupan waktu yang sangat luas. Sehingga tidak dapat diketahui dan ditentukan awal waktu dan akhirnya. Oleh sebab itu dibuatlah periodisasi dengan bertumpu pada satu waktu tertentu dan berakhir dari waktu tertentu juga. Dalam hal ini berarti telah ada proses penyederhanaan dalam periodisasi. Sebab banyaknya peristiwa-peristiwa sejarah yang beraneka ragam tentu akan menyulitkan untuk mempelajarinya. Oleh sebab itu dengan menyususnnya secara sederhana, akan memudahkan manusia untuk mempelajarinya.

c. Mengetahui peristiwa sejarah secara kronologis

Menguraikan peristiwa sejarah secara kronologis akan memudahkan pemecahan dari masalah. Interpretasi serata analisis sejarah dan masalah pengukuran waktu. Ahli kronologi menerangkan berbagai tarikh, atau sistem penanggalan yang telah dipakai diberbagai tempat dan pada berbagai waktu serta memungkinkan kita untuk menterjemahkan penanggalan dari satu tarikh ke tarikh yang lain.

d. Untuk memenuhi persyaratan sistematika ilmu pengetahuan.

Semua peristiwa-peristiwa masa lampau itu setelah dikelompokkan antara motivasi dan pengaruh peristiwa itu kemudian dikaitkan lalu disusun secara teratur atau sistematis.

e. Memudahkan klasifikasi dalam ilmu sejarah

Klasifikasi dalam ilmu sejarah meletakkan dasar babakan waktu. Masa lalu yang tidak terbatas peristiwa dan waktunya dipastikan isi bentuk dan waktunya menjadi bagian-bagian babakan waktu.

Klasikasi-klasifikasi diatas atas dasar keanekaragaman peristiwa. Babakan waktu merupakan cerminan pandangan hidup penyusun. Kepribadian penyusun tampak didalamnya. Dangkal, dalam, luas atau sempit pengetahuan penyusun tampak dari babakan waktu yang dibuatnya.

Dengan babakan waktu akan jelaslah kerangka cerita yang merupakan penjelmaan pandangan hidup dasar filsafat serata tafsiran sejarawan. Sebab tanpa penjelasan dan tafsiran, fakta-fakta masa lalu akn menjadi kronik,anal atau catatan-catatan peristiwa. []

Related Posts

0 Komentar: