Sunday, March 2, 2014

SERUAN FASISME


Semasa kuliah, saya pernah diberikan tugas untuk membaca sebuah buku yang berkaitan dengan ideologi-ideologi dunia. Salah satu yang menarik saat itu adalah buku tentang ideologi fasisme dimana dalam perjalanannnya pernah memengaruhi panggung sejarah dunia. berikut merupakan review tentang buku yang ditulis oleh Hugh Purcell, People and politics facism.
Judul Buku : Fasisme, Judul asli : People and Politics Facism, Penulis : Hugh Purcell, Penerjemah : Faisol Reza, dkk, Penerbit : INSIST PRESS, Yogyakarta, Tebal buku :142 + XVII halaman, Tahun terbit : Juli 2000.

Tahun 1938 sosiolog Amerika menulis “Mengapa Hitler Berkuasa” didasari kisah hidup 700 nazi yang menulis. 4 benih fasisme pada bab 2 merupakan penyebab utama mereka bergabung dengan Nazi yaitu nasionalisme, kemiskinan dan kegetiran, Pemerintah Demokratik Republik Weimar yang buruk dan ketakutan terhadap komunis. Seruan fasis ini sangat kuat. Banyak Nazi yang bangga terhadap seruan tersebut walau membutuhkan dasar intelektual yang mereka klaim telah menemukan dasar tersebut. kebijakan luar negeri Hitler dan Mussolini memaksa mereka berhadapan dengan diplomasi Eropa. kebebasan menjadi sesuatu yang berharga kecil. Hal ini disebabkan seruan dalam fasis. Seruan itu dapat dilihat dari beberapa sudut pandang Psikologi, sosiologi dan religiusitas.
Psychologi fasisme
Fasisme adalah subjek yang menarik karena kesetiaan massa, kpemimpinan dan kepatuhan massa terhadap sesuatu ideology. Erich Fromm dalam bukunya ketakutan dan kebebasan, 1942, menentang bahwa orang yang hidup dalam demokrasi eropa merasa tidak aman dan ketakutan. Fromm megatakan masyarakat diancam dan dianiaya oleh suatu kekuatan secara berlimpah yang mengancam untuk membunuh dan menelan yang kecil sebagaimana dilambangkan dalam kartun Mickey Mouse. Masyarakat kemudian ingin kembali kepada masyarakat tradisional akibat ketakutan akan kebebasan mereka. Situasi ini menurut Fromm disebabkan adanya seruan fasis yang kuat.
Anti-semitisme dari fasisme
Tiga alasan mengapa Yahudi disiksa, pertama, Yahudi dianggap sebagai makhluk asing karena tidak bergabung dengan masyarakat nasional mereka. Hal ini karena Yahudi menekankan perbedaan budaya dalam pakaian, dan hari Sabtu Sabbath. Kedua, dari Perjanjian Baru, masyarakat menghubungkan Yahudi sebagai bentuk yang lebih buruk dari pembuat uang. Yahudi digambarkan sebagai seorang yang rakus, pemberi pinjaman uang yang pelit akibat gerakan bisnis mereka yang dibenci masyarakat. Ketiga, masyarakat sering mendapatkan kegelisahan Yahudi sebagai kecenderungan revolusioner. Yahudi dituduh menjadi komunis dan sosialis. Anti semitisme tahun 1930-an menjadi umum dan Jerman memandang Yahudi sebagai sayap kiri pembuat kekacauan.
Sosiologi fasisme
Kelompok sosial yang memperoleh keuntungan bergabung dengan fasisme adalah, pertama veteran perang, mereka tertarik kepada militerisme dari fasisme. Kedua, kelompok sosial jembel, mereka tidak pandai, tamak, pencemburu dan tidak mampu. Memiliki reputasi brutalitas yang dipilih karena kemampuan bertinju dan mempunyai rekor criminal yang tinggi. Ketiga, pemuda yang bergabung dalam partai fasis. Mereka merespon seruan fasisme tentang semangat baru dan pendekatan modern. Fasisme kemudian menarik para pekerja kerah putih dan wiraswastawan.
Apakah fasisme sebuah Agama?
Mussolini mengatakan fasisme bukanlah kepercayaan melainkan sebuah agama. Simbol swastika dan fasces digunakan sebagai alat memahami kesetiaan dan penyerahan diri. Seragam kemeja hitam, coklat atau biru membuat para pemakai terpisah seperti anggota golongan agama. Mitos ras Aria mempunyai nada tambahan agama, Mussolini kemudian menggunakan missionaries yang membawa kepercayaan fasis. Tardapat pemujaan terhadap para pemimpin. Nama Mussolini diucapkan dalam satu nafas dengan Yesus Kristus dalam syahadat fasis dan gambar Mussolini disejajarkan dengan gambar Yesus di sekolah-sekolah. Hilter juga demikian, Hitler melihat dirinya sebagai Mesias dalam Alkitab. Dan masyarakat percaya terhadap agama fasis. Dibuktikan adanya patung pemujaan Mussolini sebagai dictator di Afrika Utara, Foto Mussolini di kerumunan umum dan di Film-film. Hilter kemudian tak hanya melihat dirinya sebagai Mesias, tetapi ia meyakini memiliki kekuatan yang tidak dapat disangkal untuk kematian biasa dan Hitler berkehendak atas segala sesuatu. []







0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah