Sekilas tentang Kurikulum 2013

shares |

Pada akhir pembelajaran tahun 2012/2013, Saya berkesempatan mengikuti kegiatan workshop Kurikulum 2013, tepatnya pada tanggal 9-13 Juli 2013 betempat di PPPPTK Matematika Yogyakarta untuk mata pelajaran Sejarah Indonesia. Selama pelatihan ada beberapa hal menarik yang saya dapatkan tentang kurikulum 2013. Hal ini dikarenakan penyampaian dari narasumber sangat mengesankan dan menerbitkan optimisme saya tentang pembelajaran sejarah yang lebih baik di dalam kelas.
Keterbukaan, adalah satu hal yang paling pertama kali saya lakukan untuk menerima kurikulum baru tersebut. Tanpa dibarengi semangat keterbukaan, maka yang ada hanyalah pesimis, bisakah kurikulum baru tersebut diterapkan. Bayangan bahwa guru nantinya bakal ribet diserahi berbagai macam dokumen penilaian (penilaian autentic dalam kurikulum 2013), serta keengganan untuk menyusun RPP baru, berusaha saya hilangkan. Toh dalam pelatihan tersebut saya mendapatkan banyak rekan yang memiliki semangat yang sama dalam mendukung program pemerintah tersebut. Sehingga, sejak hari pertama saya sudah tidak sabar untuk melahap seluruh materi kurikulum dan segera mengimplementasikannya.
Beberapa syarat kesuksesan Kurikulum 2013
Guru sebagai garda terdepan yang diharapkan pemerintah sebagai pemikul tanggung jawab kurikulum memiliki peranan yang penting dan menentukan keberhasilan implementasi kurikulum 2013. Oleh sebab itu, selama mengikuti pelatihan, ada beberapa hal yang perlu dipahami oleh guru peserta pelatihan. Guru dituntut memahami rasionalisasi perubahan kurikulum, beberapa elemen perubahan, memahami SKL, Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta memahami strategi implementasi.
Untuk mencapai hal tersebut, kami diberikan porsi pelatihan yang cukup banyak. Pertama, kami diminta untuk mengasah keterampilan untuk menganalisis keterkaitan antara standar kompetensi kelulusan (SKL), dengan kompetensi inti, dan kompetensi dasar. Selanjutnya disempurnakan dengan menganalisis konten buku guru serta buku siswa supaya dapat digunakan sebagai sarana perbaikan isi buku pegangan tersebut. Hal ini penting, mengingat dalam kurikulum 2013, materi telah disediakan dengan pendistribusian buku siswa maupun buku guru oleh pemerintah daerah atau pusat.
Salah satu hal yang menarik dalam kurikulum 2013 adalah tentang peningkatan keterampilan mengajar guru dengan menerapkan pendekatan scientific, serta dituntut untuk memahami lebih lanjut tentang model-model pembelajaran problem based learning, project based learning, dan discovery learning. Adapun penilaian dilakukan dengan melaksanakan penilaian autentik.
Keunggulan kurikulum 2013 terletak pada kemampuan menjawab tantangan zaman (globalisasi). Sehingga menuntut keterkaitan antar mata pelajaran. Sebagai contoh, guru hendaknya mampu mengoperasikan pembelajaran berbasis TIK yang telah diintegrasikan ke dalam pelajaran. Disamping itu, guru juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk moral dan akhlak siswa, sekaligus sebagai seorang yang mampu membimbing siswa untuk mampu menulis dan membuat struktur kalimat dengan kaidah yang benar, runtut dan logis. Sederhananya, guru berkontribusi dalam seluruh ranah kompetensi.
Terdapat sebuah quote yang menarik yang disampaikan oleh narasumber pada saat itu. Kalimat tersebut sangat mengesankan bagi saya, dan sejujurnya sampai sekarang selalu mendengung-dengung di kepala saya, yaitu “Salah satu kesulitan terbesar kurikulum 2013 adalah, ketika guru aktif ceramah hingga tidak punya waktu untuk memantau siswa dan membuat catatan, sekaligus jurnal pembelajaran”. Kalimat tersebut berefek sangat dahsyat, saya kemudian mulai merefleksikan gaya mengajar saya. Selanjutnya saya ajukan pertanyaan kepada diri sendiri, “berapa banyak waktu yang telah saya buang sia-sia di dalam kelas/tidak efektif selama ini? Berapa banyak waktu yang habis hanya untuk memikirkan ketakutan-ketakutan bahwa materi tidak akan selesai tersampaikan?”. Pada akhirnya, selesai mengikuti pelatihan 3 hari kemudian, diperoleh keyakinan bahwa materi pasti akan tersampaikan. Sebab, keberhasilan kurikulum 2013 terletak pada perubahan cara mengajar guru dan cara belajar siswa, hingga siswa kemudian mampu dan memahami proses ilmiah yang dia alami selama sekolah. []







Related Posts

0 Komentar: