Monday, March 10, 2014

SEJARAH AFRIKA: MASALAH PERBUDAKAN DI AFRIKA


Masalah perbudakan sebetulnya merupakan permasalahan yang universal, artinya tidak hanya terjadi di Afrika. Selama ini, orang Barat (penulis-penulis Barat) menulis bahwa sistem/sejarah perbudakan selalu diawali dari Timur-Tengah dan Afrika. Padahal sebetulnya, sejarah perbudakan memang bersifat Universal, yaitu juga terjadi di Asia, Cina, atau bahkan terjadi pada masa kerajaan-kerajaan Kuno Indonesia.
Pada masa pra sejarah pun, sistem perbudakan sebetulnya juga telah ada. Yaitu sejak dikenalnya sistem institusi pertanian yang dikembangkan dengan tatanan organisasi sosial dan memerlukan tenaga kerja yang besar dan murah. Pada masyarakat sejarah lama pada peradaban bangsa Mesopotamia, India, Cina, para budak dijadikan sebagai tenaga pembantu rumah tangga, penjaga tempat usaha, pekerja perkebunan, atau tentara yang berada di garis depan yang maju terlebih dahulu. Bangsa Yahudi kuno juga telah mempekerjakan budak. Namun karena kepercayaan mereka, para budak tersebut dibiarkan bebas untuk menyandang nasionalitas mereka. Bangsa Aztec, Maya, dan Inca, tenaga budak digunakan untuk bekerja di perkebunan dan serdadu, disamping tenaga budak untuk keperluan rumah tangga dan kuli bangunan.
Mengenai model-model perbudakan yang terjadi di beberapa daerah, didapatkan beberapa sistem perbudakan. Beberapa model tersebut adalah dijadikan buruh perkebunan, tenaga kerja pertanian, kuli bangunan, tentara pelindung tuannya tanpa bayaran, pekerja seks, maupun sebagai tenaga pembantu/pelayan rumah tangga.
Penderitaan masing-masing model umumnya sama. Yang membedakan adalah perlakuan dari para majikan. Suatu hal yang menjadi catatan penting adalah, terjadi pada masa awal jaman Islam. Meski sistem perbudakan masih saja tetap berjalan, tetapi para budak telah diperlakukan dengan sangat ramah, dan mereka hanya dikerjakan dalam rumah-rumah tangga. Meskipun tidak menutup kemungkinan terdapat oknum yang memperlakukan budak secara tidak manusiawi.
Dalam masa tertentu, terdapat juga model perbudakan terhadap orang kulit putih, yaitu perbudakan orang Kristen Eropa telah diperbudak oleh orang muslim di Afrika Utara antara tahun 1530 – 1780, dimana mereka didapatkan disepanjang garis pantai Barbary Afrika. Terhitung antara 1 juta hingga 1.25 juta orang kristen Eropa telah ditangkap dan dipaksa bekerja di Afrika Utara dari abad 16 hingga 18 (http://research news.osu.edu/ archive/ whtslav.html).
Disebabkan karena cerita mengenai perbudakan terhadap orang-orang kulit hitam lebih sering menjadi kajian bagi sejarah kemanusiaan umat manusia yang sangat masyur, sehingga selama ini baik publik maupun akademisi cenderung menganggap bahwa perbudakan itu bersifat rasial, yaitu bahwa hanya kulit hitam yang jadi budak, yaitu bangsa Afrika yang diperdagangkan untuk kepentingan negara-negara diluar Afrika. Sehingga menarik untuk dikaji bagaimanakah model perdagangan budak Afrika untuk kepentingan negara-negara diluar Afrika.
Secara khusus perbudakan di Afrika oleh bangsa-bangsa di luar Afrika terjadi disebabkan banyaknya pembukaan lahan untuk perkebunan yang terjadi di negara-negara luar Afrika, diantaranya di Amerika di Virginia, koloni Spanyol, Belanda dan Portugis.
Keadaan tersebut menyebabkan kebutuhan terhadap budak meningkat. Adapun budak-budak yang disukai adalah budak yang berasal dari Afrika. Hal ini disebabkan karena mereka mau bekerja keras dan mau dibayar murah. Sejak itu perbudakan mulai diperdagangkan. Karena suksesnya perdagangan tersebut maka muncul perusahaan-perusahaan pengekspor budak yang dimulai pada era Portugis.
Di Afrika sendiri perbudakan terbagi menjadi beberapa masa. Yaitu masa sebelum transatlantik, masa transatlantik, dan masa abolisi atau setelah transatlantik. Ketika muncul tema-tema anti perbudakan, maka sesungguhnya sedang terjadi praktik kolonialisme di Afrika. Sebagaimana yang dilakukan oleh Inggris di wilayah Freetown yang dijadikan pusat Angkatan laut Inggris, dan Sierra Lion yang menjadi milik kerajaan Inggris pada tahun 1808.
Berikut ini merupakan pembahasan mengenai masalah perbudakan di Afrika, tulisan ini saya tulis pada tahun 2008. Untuk memahami secara komprehensif, saya membagi tulisan ini menjadi banyak tulisan, diantaranya mengantarkan pembaca untuk memahami devinisi perbudakan, alasan-alasan menggunakan orang Afrika sebagai budak, beberapa model perbudakan terhadap orang Afrika, serta perdagangan budak di Afrika sebelum masa translatik, pada masa translatik, dan setelah masa translatik. Tentunya Anda bisa membaca semuanya pada blog ini. Selamat membaca! []









0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah