SEJARAH AFRIKA: DEVINISI PERBUDAKAN (Tentang permasalahan perbudakan di Afrika)

shares |

Pengertian perbudakan adalah sebuah kondisi di mana terjadi pengontrolan terhadap seseorang (disebut budak) oleh orang lain. Perbudakan biasanya terjadi untuk memenuhi keperluan akan buruh atau kegiatan seksual. (wikipedia.org/wiki/Perbudakan+PERBUDAKAN&html)
Dalam buku diktat Sejarah Afrika (Prof Hartono Kasmadi : 48) disebutkan bahwa Perbudakan pada masa sejarah Lama, diartikan sebagai sebuah bentuk institusi sosial yang dibentuk oleh peraturan yang bersifat absolut dalam penguasaan manusia atas manusia. Selanjutnya dijelaskan pula bahwa karakteristik yang difinitif tentang budak dapat dirumuskan sbb :
1. Pelayanan terhadap seseorang yang disebut budak tersebut dibangun dengan cara-cara kekerasan.
2. Perlakuan secara fisik sangat rendah
3. Seseorang atau mereka yang disebut budak tesebut berada dibawah kekuasaan tuannya/pemeliharanya/pemiliknya dengan mutlak dan sangat absolut.
4. Mereka melaksanakan semua apa yang dikehendaki oleh tuan mereka tanpa diberikan upah/bayaran tanpa mampu untuk membantah.
Para budak dari Afrika umumnya berasal atau merupakan kelompok Etnis Afrika-Amerika, atau Afro-Amerika, adalah sebuah kelompok etnis di Amerika Serikat yang nenek moyangnya banyak berasal dari Afrika di bagian Sub-Sahara dan Barat. Mayoritas dari rakyat etnis Afrika-Amerika berdarah Afrika, Eropa dan Amerika Asli. (http://.wikipedia.org/wiki/AfrikaAmerika&hl=id&ct)
Istilah yang digunakan untuk merujuk kepada kelompok etnis ini dalam sejarah termasuk negro, kulit hitam, dan istilah lainnya dalam bahasa Inggris: colored, adalah Afro-Americans. Namun, kata negro dan colored kini lebih jarang digunakan dan disebabkan karena sering dianggap menghina orang-orang kulit hitam tersebut. Di Afrika-Amerika, istilah kulit hitam kini lebih sering digunakan, meski istilah Afrika-Amerika sering disalah gunakan untuk merujuk kepada warga kulit hitam yang bukan penduduk Amerika Serikat juga.
Menurut sensus AS tahun 2003, ada sejumlah 37,1 juta warga kulit hitam di AS, yang berarti 12,9 persen dari total populasi. New York City mempunyai rakyat kulit hitam perkotaan tertinggi pada tahun 2000 dengan jumlah 2 juta jiwa.
Sejarah perbudakan pada bangsa kulit hitam pertama kali dijual dan diperdagangkan ke selatan Amerika sejak 1607 hingga 1807 ketika akhirnya pengimporan tersebut dilarang, yaitu setelah Abraham Lincoln yang menentang perbudakan dilantik sebagai Presiden AS pada 1860, perbudakan pun dihapuskan pada 1863 melalui status hukum. (http://.wikipedia.org/wiki/ AfrikaAmerika&hl=id&ct)
Sementara itu perdangangan budak dalam peradaban Islam, sebetulya telah disebutkan dalam Al Qur’an. Ada kalanya budak-budak tersebut di merdekakan dengan aturan-aturan khusus. Masalah perbudakan selain ditemukan dalam Al Quran juga ditemukan dalam dalam estamen perjanjian lama dalam agama Kristen dan estamen-estamen Yahudi. Kecuali dalam agama Islam, budak merupakan kelas rendah dalam kelompok masyarakat. Namun dalam agama Islam, Islam tidak memandang manusia dari kedudukan dan kelas sosial, namun dipandang dari amal ibadah dan ketaqwaan kepada Allah AWT.
Demikian merupakan pengertian perbudakan untuk memahami tentang masalah perbudakan di Afrika. Untuk memahami lebih lanjut tentang permasalahan ini, silahkan baca artikel menarik lain (misalnya tentang latar belakang terjadinya perbudakan terhadap bangsa Afrika oleh bangs Eropa dan Amerika, alasan-alasan menggunakan orang Afrika sebagai budak, beberapa model perbudakan terhadap orang Afrika, serta perdagangan budak di Afrika sebelum masa translatik, pada masa translatik, dan setelah masa translatik) yang tentunya bisa Anda baca pada blog ini. Terimakasih. []











Related Posts

0 Komentar: