SEJARAH AFRIKA: ALASAN MUNCULNYA PERBUDAKAN KEPADA ORANG AFRIKA

shares |

Sebagaimana dikemukakan sebelumnya pada artikel saya yang terdahulu, bahwa orang Afrika pada masa itu merupakan orang-orang yang paling banyak menjadi sasaran perbudakan. Mereka melaksanakan semua apa yang dikehendaki oleh tuan mereka tanpa diberikan upah/bayaran tanpa mampu untuk membantah. Mereka mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari para majikan. Mereka diperlakukan dengan cara-cara kekerasan, bisa dikatakan perlakuan secara fisik sangat rendah. Mereka juga berada di bawah kekuasaan mutlak tuannya, pemeliharanya, pemiliknya secara absolut.
Setidaknya terdapat beberapa alasan mengapa terjadi perbudakan di Afrika. Di Afrika Timur, membutuhkan tenaga buruh murah untuk perkebunan cengkeh. Sementara itu, adanya kecemburuan para pedangan Brazil kepada para Pedangan dari Inggris juga merupakan salah satu pemicu munculnya perbudakan. Para pedagang Inggris dalam berlayar selalu mampu mendahului kapal-kapal Brazil, sebab kapal Inggris didayung oleh puluhan budak yang tidak pernah lelah mendayung. Selain itu, orangorang Prancis yang berada di Afrika timur membuka perkebunan gula yang membutuhkan banyak tenaga kerja yang murah.
Orang Afrika yang menjadi budak umumnya datang dari berbagai macam ragam budaya walaupun sama-sama berasal dari negara Afrika. Ada sebagian dari mereka yang bersifat materialism dan menganggap bahwa laki-laki mempunyai banyak istri dan berkeluarga besar, melambangkan bahwa mereka adalah seseorang yang sejahtera. Dalam buku diktat Sejarah Afrika (Prof Hartono Kasmadi : 51), Eksploitasi budak (kegiatan impor budak) terjadi mulai tahun 1444. Hal ini terkait dengan ditemukannya tanah Amerika Utara dan selatan oleh bangsa Eropa pada abad 15 dan masa kolonialisasi Amerika seabad kemudian yang menyebabkan munculnya masa perbudakan modern. Sebagaimana kita ketahui bahwa kawasan Amerika Selatan pada saat itu bercorak agraris, sehingga membutuhkan banyak tenaga untuk dipekerjakan di lahan-lahan perkebunannya.
Menurut pendapat Soebantardjo dalam bukunya Sari Sedjarah Eropa dan Amerika, bangsa Afrika dianggap sebagai bangsa yang kuat hanyalah kebetulan semata. Hal ini dikarenakan kulit mereka yang hitam sehingga nampak legam diterpa panas matahari. Bangsa Amerika
Kemudian beranggapan bahwa bangsa Afrika adalah bangsa yang cocok untuk dipekerjakan. Sehingga dimulailah upaya perburuan/penangkapan kepada bangsa Afrika.
Keadaan yang memprihatikan nampak ketika pada budak hendak dikirimkan, para budak ditampung di tempat penampungan khusus untuk menunggu saat pembelian atau saat keberangkatan. Mereka ditampung kedalam ruangan yang lembab dan pengap dengan kondisi tangan dibelenggu. Untuk memandikan mereka, yaitu dengan cara disiram dengan air laut. Bahkan untuk memberi makan kepada mereka, nasi disebar hingga mereka makan layaknya hewan. Sehingga banyak budak yang mati dalam perjalanan umumnya hampir sepertiga dari jumlah keseluruhan. Mereka mati karena terserang penyakit akibat harus menunggu dalam waktu yang lama (bahkan ada yang menunggu sampai 9 bulan) dan kebutuhan makanan dan kesehatan yang tidak memadai dan mencukupi di tempat penampungan.
Demikian merupakan pembahasan tentang asalan perbudakan yang terjadi pada masyarakat bangsa Afrika dalam upaya memahami tentang masalah perbudakan di Afrika. Untuk memahami lebih lanjut tentang permasalahan ini, silahkan baca artikel menarik lain (misalnya tentang latar belakang terjadinya perbudakan terhadap bangsa Afrika, devinisi perbudakan, beberapa model perbudakan terhadap orang Afrika, serta perdagangan budak di Afrika sebelum masa translatik, pada masa translatik, dan setelah masa translatik) yang tentunya bisa Anda baca pada blog ini. Terimakasih. []






Related Posts

0 Komentar: