REFORMASI DALAM TERMINOLOGI WAKTU/PROSES REFORMASI

shares |

Muhammad Rifai Fajrin
Sebagaimana diketahui bahwa pada tahun 1998 mengalami masa transisi sekaligus menandai berakhirnya rezim Orde Baru di bawah kendali Presiden Soeharto. Reformasi, menurut KBBI yaitu “perubahan di bidang ekonomi, sosial, politik, atau agama, secara drastis atau dalam waktu singkat”. Atau secara umum reformasi lebih dikenal dengan “perubahan suatu sistem ke arah yang lebih maju”. Tujuan dari adanya reformasi ini yaitu untuk mengembalikan bangsa indonesia ke jalur yang sesuai dengan UUD 1945.
Faktor penyebab terjadinya reformasi
Faktor yang menyebabkan terjadinya reformasi yaitu terjadi banyaknya ketidakadilan di bidang ekonomi, politik, sosial, dan krisis kepercayaan. Dalam bidang ekonomi, Indonesia terjerat hutang dengan luar negeri, meskipun bukan sepenuhnya hutang negara. Dan pemerintah pada masa orde baru pun juga ingin merubah negara indonesia menjadi negara industralisasi. Selain itu juga pemerintahan pada masa Orde Baru bersifat sentralistik, yang berpusat pada satu kota yaitu di kota Jakarta.
Dalam bidang politik, setiap orang yang mengkritik atau menentang pemerintahan akan dituduh melakukan tindakan subversif (menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia). Banyaknya Korupsi, kolusi, dan Nepotisme yang merajalela dimana-mana. Dan akibat dari pelaksanaan Lima Paket UU politik itu telah melahirkan demokrasi semu. Selain itu juga kekusaan Presiden pada masa itu pun juga tidak terbatas. Pada bidang sosial, banyak terjadi konflik politik, antar etnis maupun antar agama di daerah-daerah yang disebabkan oleh pelaksanaan politik yang represif dan tidak demokratis. Tidak hanya itu, harga-harga sembako pun juga naik. Krisis kepercayaan pun juga melanda bangsa Indonesia pada saat itu, karena terjadi krisis multidimensional, dan ketidakmampuan pemerintah untuk menciptakan pemerintahan yang demokratis.
Untuk memahami detik-detik terjadinya reformasi, ada baiknya menyimak proses reformasi berdasarkan terminologi waktu berikut ini:
· 5 Maret 1998
Sebanyak dua puluh perwakilan dari Universitas Indonesia mendatangi gedung MPR untuk menyatakan penolakan terhadap pidato pertanggung jawaban presiden yang disampaikan pada sidang umum MPR.
· 11 Maret 1998
Disumpahnya Soeharto dan B.J. Habibie untuk menjadi presiden dan wakil presiden.
· 14 Maret 1998
Pengumuman kabinet yang baru yaitu kabinet pembangunan VII, oleh Soeharto.
· 15 April 1998
Mahasiswa dari berbagi Universitas baik negeri maupun swasta pada bulan bulan ini sering melakukan unjuk rasa untuk menuntut dilakukannya reformasi politik.
· 18 April 1998
Panglima ABRI jendral Purn.Wiranto bersama 14 menteri kabinet Pembangunan VII mengadakan dialog dengan para mahasiswa di Pekan Raya Jakarta, namun tidak sedikit pula dari mahasiswa tersebut yang menolak dialognya.
· 1 Mei 1998
Reformasi baru bisa dilakukan pada tahun 2003 menurut Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri Hartono dan Menteri Penerangan Alwi Dachlan.
· 2 Mei 1998
Soeharto meralat perkataannya bahwa reformasi dapat dijalankan sejak sekarang(1998).
· 4 Mei 1998
Kenaikan harga BBM disambut demonstrasi secara besar-besaran oleh para mahasiswa dari Bandung, Medan, dan Jogjakarta, dan demonstrasi menjadi ricuh saat para mahasiswa terlibat bentrok dengan petugas keamanan.
· 5 Mei 1998
Terjadi demonstari besar-besaran di Medan oleh mahasiswa yang berujung pada kericuhan.
· 9 Mei 1998
Pada tanggal ini Soeharto menghadiri pertemuan KTT-G 15, yang merupakan terakhir kali lawatannya keluar negeri saat menjabat sebagai Presiden RI.
· 12 Mei 1998
Ada empat mahasiswa Trisakti yang berdemonstrasi secara damai ditembak oleh aparat keamanan saat berada di kampus.
· 13 Mei 1998
Terjadi kerucuhan di kampus Trisakti karena banyak mahasiswa yang datang dari Jakarta, Bogor, Tasikmalaya, dan Bekasi yang datang ke kampus Trisakti untuk menyatakan duka cita.
· 14 Mei 1998
Pada saat di Kairo, Soeharto menyatakan bahwa dirinya siap untuk mengundurkan diri apabila rakyat menginginkannya. Sementara itu terjadi perusakan terhadap pusat perbelanjaan di JABOTABEK dan sekitar 500 jiwa telah menjadi korban selama perusakan dan penjarahan terjadi.
· 15 Mei 1998
Soeharto membantah pernyataan tentang pengunduran dirinya, sepulang dari kunjungannya di Kairo dan keadaan Jakarta saat itu masih sangat mencekam.
· 16 Mei 1998
Dikarenakan keadaan di sekitar JABOTABEK saat itu masih sangat mencekam, maka warga asing pulang ke negara asalnya.
· 19 Mei 1998
Soeharto melakukan pertemuan dengan sembilan tokoh Islam, yang berlangsung selama 2,5 jam itu mengatakan hal sebenarnya bahwa masyarakat dan para mahasiswa tetap menginginkan Soeharto lengser, namun Soeharto menolak lalu mengajukan pembentukan Komite Reformasi dan ia juga tidak akan mau menjadi kandidat Presiden di tahun berikutnya. Namun hal tersebut tidak mampu meredam massa. Di sisi lain Amien Rais mengajak massa untuk melaksanakan Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Monumen Nasional.
· 20 Mei 1998
Terjadi pemblokadean di Lapangan Monumen Nasional oleh petugas. Amin Rais meminta agar massa tidak datang ke Lapangan Monumen Nasional karena dikhawatirkan banyak korban yang berjatuhan. Dan massa tetap menduduki gedung MPR agar Soeharto lengser.
· 21 Mei 1998
Soeharto menyatakan pengunduran dirinya dan menyumpah B.J. Habibie sebagai Presiden ketiga RI, di Istana Merdeka kamis pukul 09.05.
Demikian sekelumit tentang proses reformasi di Indonesia yang menandai era baru Indonesia. Keran kebebasan pers, kebebasan berpendapat, dan berorganisasi telah dibuka. Meskipun demikian reformasi belum membawa perubahan yang signifikan. Salah satu indikatornya adalah belum terpenuhi enam agenda reformasi. Tentu hal ini menjadi tugas bersama untuk menuntaskan permasalahan bangsa menjadi bangsa yang lebih baik. []









































Related Posts

0 Komentar: