Profil jokowi (Joko Widodo)

shares |

Pada artikel yang telah lalu telah dipaparkan tentang profil ketua KPK Abraham Samad, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan kali ini akan dipaparkan sedikit tentang profil Jokowi (Joko Widodo), tiga orang yang menjadi subjek tulisan dalam artikel yang kami tulis untuk mendeskripsikan nilai-nilai kepahlawanan di era reformasi. Saat ini ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, dan baru baru ini mencalonkan diri sebagai Capres yang diusung oleh PDI Perjuangan, partai yang dipimpin Ibu Megawati Soekarnoputri.
Tulisan berikut merupakan hasil pembahasan untuk mengulas nilai-nilai kepahlawanan Jokowi ketika dirinya masih menjabat sebagai Walikota Surakarta:
Joko Widodo (Jokowi) yang dilahirkan pada tanggal 21 Juni 1961 di Surakarta. Pria yang menjabat sebagai Walikota Solo sejak tahun 2005 itu merupakan alumni dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada di tahun 1985. Jokowi sering dianggap sebagai pemimpin great A, dikarenakan keberhasilannya dalam membangun kota Solo menjadi Kota Kosmopolitan. Banyak sekali penghargaan yang telah diterimanya diantaranya menerima penghargaan Bung Hatta Award, menjadikan kota Solo sebagai kota dengan tata-ruang terbaik no-2 di Indonesia, menjadi Walikota terbaik pada tahun 2009, dan juga mendapatkan penghargaan dari Universitas Sebelas Maret (UNS).
Baru-baru ini Joko Widodo terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta bersama pasangannya Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dalam pemilukada yang berlangsung selama dua putaran. Pada putaran kedua tanggal 20 September 2012, mereka mengalahkan pasangan incumbent Fauzi Bowo (Foke) yang berpasangan dengan Nahrowi. Kemenangan Jokowi di Jakarta merupakan suatu proses pendidikan politik bagi masyarakat tanah air, sebab ia adalah orang yang bukan berasal dari Jakarta tetapi mampu menarik simpati masyarakat Jakarta. Hal ini tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat yang begitu besar kepadanya untuk membangun kota Jakarta menjadi lebih baik.
Transparansi Jokowi membangun Surakarta
Jokowi adalah fenomena. Itulah judul-judul headline di beberapa surat kabar terkemuka tanah air menyikapi keberhasilannya memenangkan pemilukada DKI Jakarta. Bermodal kepercayaan masyarakat yang besar karena terbukti mampu membangun Surakarta menjadi kota yang bersih dan tenteram, ia berhasil menaklukkan kota Jakarta.
Salah satu prestasi yang mendapatkan apresiasi ketika memimpin Surakarta adalah keberhasilan merelokasi pasar-pasar tradisional tanpa kekerasan dan berlangsung damai. Padahal beberapa relokasi serupa seringkali terjadi kericuhan dan berujung bentrok antara satpol pp dan pedagang. Hal yang sama sekali berbeda dengan Surakarta. Bahkan, para pedagang yang direlokasi kemudian mengaku bahwa omzet mereka meningkat tajam dari sebelumnya. Jokowi mengungkapkan bahwa kunci keberhasilannya adalah pendekatan yang baik terhadap masyarakat. Ia seringkali terjun ke bawah untuk mendengar langsung pendapat dan usulan yang jujur dari masyarakat.
Selain itu, Jokowi dikenal sebagai walikota yang bersih. Hampir setiap proposal yang diajukannya kepada pemerintah mampu dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan. Dengan demikian tumbuh kepercayaan dari kementrian yang diminta bantuan dananya (misalnya kementrian pekerjaan umum).
Joko Widodo dikenal bersih dan inovatif dalam memimpin instansinya. Sedangkan keberhasilannya mewujudkan kota Surakarta yang bersih dalam penataan tata ruangnya, dan bersih dalam pemerintahan. Selain itu keberhasilan dalam merelokasi pasar tradisional mengundang decak kagum masyarakat. Tidaklah mengherankan jika namanya termasuk kedalam walikota yang cukup diperhitungkan di dunia internasional. Beberapa media asing pernah meliput kiprahnya dalam memimpin kota budaya tersebut. []
catatan: Tulisan ini merupakan pembahasan dalam karya tulis yang saya bimbing, yaitu Yusrina Zata Dini (SMA Pondok Modern Selamat) tahun 2012 berjudul “Nilai-nilai Kepahlawanan di Era Reformasi”. Sekarang ia berhasil masuk ke Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Saya share kepada Anda pembaca yang budiman untuk mengetahui contoh figur yang memiliki nilai-nilai kepahlawanan  dalam setiap kegiatan, tindakan, ucapan, dan pemikirannya. Terimakasih








Related Posts

0 Komentar: