PENGERTIAN SEJARAH LOKAL

shares |

Mengenai pengertian sejarah lokal, Kelihatanya sampai sekarang belum ada rumusan yang memuaskan tentang apa Sejarah lokal , Menurut : H.P.R. Finberg (Sejarawan Inggris) Bukunya Lokal History, Obyektive And Pursuit tidak ada yang mengemukakan yang lebih eksplisit. Namun demikian disini bisa mencoba memulai dengan rumusan sederhana , yaitu: Sejarah lokal bisa dikatakan sebagai suatu bentuk penulisan sejarah dalam lingkup yang terbatas pada lokalitas tertentu, jadi terbatas lingkup terutama dikaitkan dengan dengan unsur wilayah.
Menurut Taufik Abdullah sejarah lokal adalah suatu peristiwa yang terjadi di tingkat lokal yang batasannya dibuat atas kesepakatan atau perjanjian oleh penulis sejarah. Batasan lokal ini menyangkut aspek geografis yang berupa tempat tinggal suku bangsa, suatu kota, atau desa (Abdullah, 1982).
Ahli lain mengatakan bahwa sejarah lokal adalah bidang sejarah yang bersifat geografis yang mendasarkan kepada unit kecil seperti daerah, kampung, komunitas atau kelompok masyarakat tertentu (Abdullah, 1994: 52). suatu peristiwa yang terjadi di daerah yang merupakan imbas atau latar terjadinya peristiwa nasional.
Sebaliknya, Wasino (2009: 2) mengatakan bahwa sejarah lokal adalah sejarah yang posisinya kewilayahannya di bawah sejarah nasional. Sejarah baru muncul setelah adanya kesadaran adanya sejarah nasional. Namun demikian bukan berarti semua sejarah lokal harus memiliki keterkaitan dengan sejarah nasional. Sejarah lokal bisa mencakup peristiwa-peristiwa yang memiliki keterkaitan dengan sejarah nasional dan peristiwa-peristiwa khas lokal yang tidak berhubungan dengan peristiwa yang lebih luas seperti nasional, regional, atau internasional.
Di Indonesia disamping istilah sejarah lokal, dikenal juga dengan istilah daerah. Sehingga istilah sejarah lokal dan sejarah daerah digunakan seringkali berganti-ganti tampa penjelasan yang tegas. Lokal dan daerah secara harfiah memiliki arti yang sama, tetapi dalam kajian sejarah banyak digunakan istilah lokal. Dengan pertimbangan daerah selalu berkonotasi politis (adanya stratifikasi pusat dan daerah: DATI I dan II) sehingga lebih digunakan bahasa lokal karena lebih netral dan tidak brkonotasi politis. Sedangkan pengertian regional dan nasional. Regional secara internasional Negara yang berada dalam lingkup regional disebut lokal. Contoh asia tenggara: Indonesia, Vietnam,dll. Dengan demikian, secara sederhana dapat dikatakan bahwa sejarah lokal adalah bidang kajian mengenai masa lalu dari suatu kelompok atau masyarakat yang mendiami unit wilayah yang terbatas.
Dari beberapa batasan ini bisa disimpulkan bahwa ruang lingkup sejarah lokal atas dasar jalan pikiran Jordan ialah keseluruhan lingkungan yang bisa berupa kesatuan wilayah seperti Desa, Kecamatan, Kabupaten, Kota Kecil dll, kesatuan wilayah itu beserta unsur-unsur institusi sosial dan budaya yang berada disuatu lingkungan itu seperti : Keluarga, pola pemukiman, mobilityas prnduduk, kegotong royongan, pasar, tehnologi pertanian , lembaga pemerintahan setempat, perkumpulan kesenian, monumen dll.
Seperti disebutkan diatas bahwa Sejarah Lokal ditentukan Scope areal, juga segi Perspektif waktu, misal Sejarah Blambangan pada zaman VOC, Sejarah Madiun pasca Perjanjian Giyanti, dsb. Selain luas Areal dan waktu, didalam approach sejarah lokal dapat ditentukan tema (Segi Permasalahanya) atau aspek-aspeknya seperti Aspek Politik, Sosial Ekonomi, Kultural, Militer, religius atau yang lain.
Disamping pendekatan luas areal dan waktu serta tema dengan aspek-aspeknya didalam penganalisaanya para penulis hendaknya melakukan pendekatan multidimensional, bila kita menginginkan hasil tulisan tersebut akan bisa mengungkap diberbagai aspek hal ini telah dirintis oleh Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo, tercermin dalam karya-karyanya. Misal pembicaraan tentang Infrastruktur masyarakat Indonesia secara langsung menyangkut approach multidimensional, sebab untuk mengungkapkan infrastruktul itu kita tidak cukup menggunakan metode Diskriptif yang lazim dipakai dalam sejarah konvensional, melainkan perlu memakai analisa strukturil Untuk mencakup suatu kehidupan histories yang bersegi banyak perlu diadakan analisa multidimensional yang mampu mengungkapkan faktor-faktor atau unsur-unsur Ekonomis, Sosial, politik, Religius, dsb. []
Sumber: website fkip untag banyuwangi berjudul “Sejarah lokal”, dapat Anda baca selengkapnya di http://www.fkip.untag-banyuwangi.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=70:sejarah-lokal&catid=5:artikel&Itemid=43







Related Posts

0 Komentar: