Tuesday, March 18, 2014

Pelabuhan-pelabuhan penting pada masa kekuasaan VOC di Indonesia


VOC merupakan kongsi dagang milik kerajaan Belanda yang diberikan kewenangan khusus untuk mengelola perusahaannya secara mandiri. VOC bergerak di bidang perdagangan dan monopoli rempah-rempah yang ada di nusantara. Kerajaan Belanda memberikan hak istimewa, yaitu Hak Octrooi yang memungkinkan VOC untuk mengoptimalkan kinerja mereka dan mengeruk keuntungan yang sebanyak-banyaknya di nusantara.
Dalam praktiknya, VOC ternyata mendapatkan tantangan yang serius dari perusahaan dagang negara lain, misalnya Inggris dengan kongsi dagang bernama EIC (East Indische Compagnie) dan milik Portugis, CGI. Dengan demikian VOC memerlukan saranan untuk menunjang monopoli perdagangan mereka, VOC membutuhkan pelabuhan yang mampu menunjang aktivitas perdagangan mereka. Berikut ini paparan singkat tentang pelabuhan-pelabuhan penting pada masa kekuasaan VOC di Indonesia.
a. Di Pulau Jawa terdapat lima belas pelabuhan yang terbentang di sepanjang utara Jawa, lima diantaranya, yaitu : Batavia, Banten, Cirebon, Semarang, dan Surabaya merupakan pelabuhan besar pada era perdagangan VOC. pelabuhan lainya merupakan pelabuhan-pelabuhan kecil yang juga memiliki peranan sebagai penyangga perekonomian rakyat setempat. Beberapa pelabuhan kecil diantaranya Tuban, Gresik, Pasuruan, dan Panarukan.
b. Maluku merupakan daerah yang sangat penting bagi VOC. Di Maluku terdapat kerajaan yang tertua yaitu Ternate dan Tidore. Maluku merupakan suatu kepulauan rempah-rempah dan merupakan satu-satunya sebagai sumber cengkih, dan pala di dunia, sampai awal abad ke 18 Maluku mampu secara terus menerus menarik perhatian pelayaran dan perdagangan internasional.
c. Sumatra, di Sumatra Utara terdapat Selat Malaka yang merupakan pintu strategis masuknya pedagang dari luar menuju wilayah nusantara bahkan ada dari tiga pelabuhan simpul di Jawa, hampir 30% jalur pelayaran menuju Selat Malaka. Jalur pelayaran niaga melalui selat malaka melewati pelabuhan Sabang yang berada di ujung Sumatera Utara, sedangkan Sumatra Barat pada umunya pelabuhanya digunakan sebagai tempat transit sementara dengan tujuan utamanya dalaah pelabuhan di Jawa.
d. Beberapa pelabuhan di Kalimantan juga hanya berfungsi sebagai tempat transit kapal-kapal dagang mancanegara yang akan meneruskan pelayaran menuju daratan Cina atau sebalikanya dari daratan China menuju perairan nusantara.
e. Makasar mempunyai peran sebagai jaringan perdagangan sutera yang menghubungkan antara dunia niaga Asia dan Eropa Makasar adalah titik temu antara jalur niaga di belahan timur (Maluku, Irian Jaya) dan barat Kalimantan, Malaka, Jawa, Asia Selatan dan juga Eropa) dan antara jalur niaga di belahan utara (Filipina, Jepang, dan Cina), dan Selatan Nusa tenggara dan Australia), Makasar merupakan Bandar niaga penting yang tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan bandar-bandar lain di nusantara.
f. Kawasan Nusa tenggara serta kawsan Indonesia Timur lebih berfungsi sebagai pelabuhan-pelabuhan yang menapung rempah-rempah daridaerah pedalaman untuk dijual ke pedagang Eropa. []






0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah