Profil Menteri BUMN Dahlan Iskan

shares |

Sebagaimana artikel terdahulu tentang profil ketua KPK Abraham Samad, Menteri BUMN Dahlan Iskan juga merupakan sosok orang yang dilahirkan dari keluarga yang sederhana. Bahkan dikarenakan kemiskinannya, orang tua Dahlan tak begitu memerhatikan kapan ia dilahirkan. Oleh sebab itu ia pun memilih tanggal 17 Agustus sebagai tanggal lahirnya (http://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/).
Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan ditunjuk sebagai  Menteri BUMN dan menggantikan posisi Mustafa Abubakar yang saat itu sedang sakit. Dahlan termasuk orang yang anti-rokok dan mempunyai sikap disiplin yang sangat tinggi. Meskipun ia telah menjabat sebagai Menteri BUMN, namun ia tidak terlalu dikenal oleh bawahannya karena sifatnya yang sederhana. Masyarkat baru mengenalnya ketika awak media cetak maupun elektronik mengerubunginya untuk mengambil gambar dan meminta wawancara.
Pemikiran Brilian Dahlan Iskan
Dahlan Iskan memiliki alur pemikiran yang cukup unik. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari pengalaman Dahlan sebagai reporter pada masa mudanya dan sebagai wartawan TEMPO, sampai memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang. Asam garam di bidang jurnalistik menyebabkan Dahlan memiliki karakteristik ide yang tidak terduga.
Sebelum memimpin Perusahaan Listrik Negara (PLN), ia banyak menjumpai kekecewaan masyarakat akibat seringnya pemadaman. Maka ketika ia memimpin PLN, ia mencanangkan program “bebas byar pet” selama 6 bulan, serta program “sehari sejuta sambungan”. Selain itu PLN di bawah kepemimpinannya mampu membangun PLTS di 5 pulau, yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan.
Masyarakat barangkali belum begitu mengenal Dahlan ketika didaulat sebagai menteri BUMN Tanggal 17 Oktober 2011. Namun namanya mulai moncer ketika ia melakukan gebrakan di kementriannya tersebut. Pernah suatu ketika ia turun dari mobilnya yang sedang mengantre masuk gerbang tol, kemudian turun melabrak petugas tol yang dinilai lamban sehingga menimbulkan kemacetan cukup panjang. Hal ini tidak lain disebabkan karena tol adalah bagian dari kewenangannya sebagai menteri BUMN.
Pemikiran Dahlan yang patut diapresiasi adalah rencana pemberian cuti selama 2 tahun bagi ibu menyusui. Ia menyadari betapa pentingnya memberikan ASI secara ekslusif kepada bayi. Selain itu belum adanya kesadaran masyarakat untuk memberikan ASI eksklusif turut memengaruhi ide tersebut. Meskipun wacana ini baru digulirkan untuk pegawai di lingkungan kementriannya (BUMN) tetapi bukan tidak mungkin juga dapat diterapkan di lingkungan kementrian yang lain. Tentu saja harus didahului dengan penyusunan regulasi yang baik.
catatan: Tulisan ini merupakan pembahasan dalam karya tulis yang saya bimbing, yaitu Yusrina Zata Dini (SMA Pondok Modern Selamat) tahun 2012 berjudul “Nilai-nilai Kepahlawanan di Era Reformasi”. Sekarang ia berhasil masuk ke Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Saya share kepada Anda pembaca yang budiman untuk mengetahui contoh figur yang memiliki nilai-nilai kepahlawanan  dalam setiap kegiatan, tindakan, ucapan, dan pemikirannya. Terimakasih




Related Posts

0 Komentar: