KAIDAH-KAIDAH FASISME

shares |


Judul Buku : Fasisme, Judul asli : People and Politics Facism, Penulis : Hugh Purcell, Penerjemah : Faisol Reza, dkk, Penerbit : INSIST PRESS, Yogyakarta, Tebal buku :142 + XVII halaman, Tahun terbit : Juli 2000.
Pada 27 Februari 1933, ketika Reichtag (Lembaga Parlemen) terbakar, Hitler menyatakan Jerman dalam keadaan darurat. Kemudian Hitler menyensor pers, membubarkan rapat pers dan menahan pendapat rakyat. Hitler kemudian mengambil kekuatan penuh membuat Undang-Undang yang berlaku selama 4 tahun tanpa persetujuan reichlag, sehingga Nazi bebas menjalankan kebijakannya. Hukum yang berlaku sangat brutal, serikat dagand dihapus, partai dilarang. Pada akhir tahun tahun Jerman menjadi Negara satu partai yang sentaralis yang diatur oleh Diktator.
Sementara itu, tahun 1924, Raja menobatkan Mussolini sebagai perdana menteri. Ia kemudia mencoba merubah fasisme ke regim lam adan memaksanya menjadi dictator. Adanya pembunuhan Sosialis MP Giocomo matteotti, menyebabkan huru-hara yang memberikan ultimatum kepada Mussolini. Hal ini menyebabkan Mussolini mengambil tindakan menyensor dan menyita surat kabar, memberangus anti fasis dan meletakkan fondasi Negara totaliter.
Bekerja di bawah Fasisme
Manfaat yang diperoleh dari fasisme adalah keputusan yang berani diambil dengan cepat dan dilaksanakan dengan efektif. Dibidang industri, produksi meningkat 100 persen dibanding masa sebelum fasis. Fasis menghasilkan tingkat kerja sama sukarela. Gemeinnutz Vor Eigennutz (kepentingan Umum sebelum kepentingan pribadi) benar-benar dipraktekkan. Dictator selalu menjanjikan kekayaan nasional. Produksi Jerman kemudian disusuaikan dengan perang. jalan utama menghasilkan uang adalah dengan mencetak uang sehingga timbul inflasi. Akibatnya, biaya hidup mengalami kenaikan sebanyak 25 persen tahun 1930-an.
Di Italia, waktu luang digunakan tamasya, panahan, subsidi liburan dll. Disebut Depalovoro (setelah Liburan).motif fasis adalah Kraft (kekuatan), sehingga masyarakat harus mempunyai tubuh yang kuat dengan budaya fasis. Budaya dengan waktu luang itu diyakini mendorong persatuan nasional dan banyak kehamilan tak terduga akibat Free Sex. Oraganisasi kekuatan itu sebagai daya tarik untuk memperbanyak persediaan bangsa Aria.
Tugas wanita dibawah fasisme adalah melayani dengan sebaik-baiknya di tiga tempat, anak-anak, geraja dan dapur. Fungsi utamanya melahirkan dan membesarkan anak-anak dari rs Jerman Murni. Ibu-ibu dengan keluarga besar diberikan hadiah. Fasis memandang letak kekuatan kepada jumlah.
Pemuda dipandang sebagai investasi jangka panjang yang penting. Hitler dan Mussolini mengharapkan pemuda beridiologi kekerasan dan kebiadaban Nazisme. Pemuda tidak diberi kesempatan mengenali jati diri mereka karena akan berbahaya. Di Italia pemuda 5-18 tahun temasuk pemuda Ballila-anak laki-laki Italia legendaries yang diperkirakan melempar batu pada penyerbuan tentara Austria. Di Jerman bergabung dalam Pemuda Hitler atau Bund Deustscher Maedel-Liga gadis Jerman. Mereka diajarkan menembak, perang gaya militer dan diindokrinasi secara politik oleh nyanyian lagu-lagu. Lagu itu adalah Horst Wessel, lagu resmi partai Nazi.
Pendidikan disekolah mempunyai tujuan utama mendoktrinkan idiologi pasis. Mereka memulai hari dengan syahadat fasis“ Saya percaya pada kegeniusan Mussolini…pada perubahan Italia dan kebangkitan kerajaan. Amin”. Diseluruh dinding kelas, gambar Mussolini disejajarkan gambar Yesus. Teks book yang digunakan adalah Libro Unico yang penuh cerita tentang kejayaan fasisme dan Tuhan menyukai kualitas Mussolini.
Di Jerman Mein Kampf dijadikan buku pegangan. Setiap guru bergabung dengan guru Nasionalis Sosialis dan mengambil sumpah untuk setia pada Hitler. Dalam pendidikan Nazi memutar balikkan sejarah, leteratur, ilmu pengetahuan dan kebenaran. Mereka memperlihatkan superioritas bangsa Aria dan karakter Jerman. Anak-anak Yahudi diajarkan bahwa mereka adalah ras yang rendah (inferior). Para pelajar dicuci otaknya, mengatakan bahwa bangsa Aria menghasilkan ilmu pengetahuan di Eropa. kekalahan Jerman dalam PD I disebut sebagai akibat kekesatriaan dan kejujuran. Kemudian menyebut Hitler sebagai pemimpin masyarakat Jerman yang dipilih oleh takdir. Dalam fasisme kesetiaan terhadap keluarga adalah dilarang jika hal itu melebihi kesetiaan terhadap Negara.
Anti semitisme dibawah fasisme
Hampir semua Negara fasis-Jerman, Italia, Inggris, Prancis, Spanyol- berubah menjadi anti semitik, penganiayaan terhadap orang Yahudi. Di Jerman telah mencapai taraf pemusnahan secara teratur (Genocide) yang ekstrim. Mussolini mengeluarkan Undang-Undang anti semitik tahun 1938. Hitler adalah anti semitik yang fanatik. Anti semitik adalah komponen Nazisme yang terpenting. Program Nazi tahun 1933 adalah memboikot bisnis Yahudi, tahun 1935 Hukum Nurenberg mencabut hak kewarganegaraan Jerman atas bangsa Yahudi dan menurunkannya ke kelas ketiga.
Hukum dan tata tertib di bawah fasisme
Hal yang menonjol adalah terdapat pemilihan yang bebas, dan tekanan menentang masyarakat yang menentang regim fasis. Fasis membentuk Gestapo dan Jasa Keamanan (Secutity service), SD (Sicherheistsdienst). Tugasnya memata-matai masyarakat yang meremehkan dan Anti Nazi. Di Italia dan Jerman yang terangkap menjelekkan fasis, dihadapkan pada pengadilan khusus dimana anggota Partai sebagai hakimnya, tidak ada juri dan hak banding. Selain hukuman mati terdapat hukuman penjara di kamp Dacha dan Sachsenhausen yang tidak berperikemanusiaan, yaitu pembasmian menakutkan, kerja budak dan penelitian binatang percobaan.
Di Jerman, aspek budaya di control oleh Dr. Goebbles, menteri Penerangan dan propaganda masyarakat. Musik, pertunjukan kesenian, marching buruh, film, surat kabar, semua dikuasai. Di Italia, di kenal Minculpop yang mempunyai tujuan serupa. Dia mengadakan pengawasan budaya masyarakat Italia dengan pengawasan buku, teater, bioskop dan penyiaran. []












Related Posts

0 Komentar: