Fenomena perompakan di asia tenggara

shares |

Pembahasan mengenai perompakan di Asia Tenggara ini saya tulis sebagai tugas mata kuliah sejarah maritim (yang saya ambil pada tahun 2009) yang berjudul “Fenomena Perompakan di Asia Tenggara. Untuk membahas fenomena ini, saya mengandalkan beberapa referensi dari internet (saya cantumkan sumbernya dan bisa Anda lihat). Berikut merupakan hasil pembahasan saya, tetapi karena pembahasannya terlalu panjang, Saya membaginya menjadi beberapa judul tulisan (misalnya tentang berita sejarah tentang perompakan di Asia Tenggara, motif-motif melakukan perompakan, atau beberapa hukum yang berlaku di lingkungan perompak itu sendiri). tentunya bisa Anda baca pada blog ini.
Sepertiga dari luas bumi ini merupakan lautan yang terbentang luas. Ada bermacam aktivitas kehidupan di atas laut, baik dari segi ekonomi, politik, maupun sosial budaya. Dari terutama dari segi ekonomi, berbagai cara manusia memenuhi kebutuhan hidupnya diperoleh dari hasil bekerja di atas lautan. Namun, tidak selamanya aktivitas di lautan didasari oleh motif ekonomi semata. Fenomena perompakan yang terjadi di laut misalnya, tidak semata-mata didasari motif ekonomi, tetapi juga didasari oleh motif politik, yakni untuk memerangi kolonialisme dan kapitalisme, serta semangat anti penjajahan –sekaligus juga menepis anggapan bahwa perompak selalu jahat, kasar, bengis, tidak berperikemanusiaan, identik dengan kekerasan, suka membunuh- merupakan sisi lain dari adanya fenomena perompakan ini. Hal ini menunjukkan, aktivitas politik pun bisa dilakukan di atas lautan.

Dalam konteks historiografi tradisional Asia Tenggara, ternyata perompak atau bajak laut, masih dikelompokkan sebagai “underclass” dan dipresentasikan sebagai “the people without history”. Padahal mereka cukup mempengaruhi perubahan lanskap budaya dan sejarah Asia Tenggara (http://kompas.com/sejarah perompakan.dan.orang.laut.di.Asia.Tenggara).

Berdasarkan dikotomi baik buruk perompak, sesungguhnya menunjukkan bahwa keberadaan perompak selalu menarik untuk dikaji, terutama perompakan yang terjadi di kawasan Asia Tenggara. Sebab, kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan dimana perompak mencapai puncak kejayaannya. Makalah ini bermaksud untuk membahas fenomena perompakan yang terjadi di kawasan Asia Tenggara, diantaranya devinisi perompak, berita-berita/bukti-bukti adanya perompakan di Asia Tenggara, hukum dan kebiasaan bajak laut, dan motif-motif perompakan di Asia Tenggara.
DEVINISI PEROMPAKuntuk membahas lebih lanjut mengenai fenomena perompakan di kawasan Asia Tenggara, ada baiknya untuk membahas terlebih dahulu mengenai devinisi perompak atau bajak laut. Bajak laut (pirate) adalah para perampok di laut yang bertindak di luar segala hukum. Kata pirate berasal dari bahasa Yunani yang berarti “yang menyerang”, “yang merampok”. Dalam Bahasa Indonesia dan Melayu sebutan lain untuk bajak laut adalah lanun -berasal dari nama lain salah satu suku maritim di Indonesia-  dan Malaysia menyebut bajak laut sebagai Orang Laut. Adapun Pembajakan laut, atau perompakan, adalah perampokan yang dilakukan di lautan, atau terkadang di pantai (wikipedia.com).
Tujuan mereka tidak bersifat politik, mereka mencari keuntungan sendiri dan tidak melayani siapapun kecuali di bawah bendera Jolly Roger (bendera bajak laut). Target utama penyerangan para bajak laut adalah sebagian besar kapal-kapal (dan juga daerah-daerah kolonial) yang berada di bawah kekuasaan Spanyol atau Portugis. Ini adalah suatu hal yang logis karena kedua kerajaan tersebut itulah yang memonopoli perdagangan antara Eropa dan Dunia Baru.
Berikut ini merupakan pernyataan Bartholomew Roberts tentang bajak laut,
“Dalam pekerjaan biasa dan terhormat, berarti bekerja mati-matian untuk upah yang sedikit. Sedangkan kehidupan seorang bajak laut, adalah puncak kemenangan dan keserakahan, kepuasan dan kekayaan, kebebasan dan lagi kekuasaan” - Bartholomew Roberts (http://id.wikipedia.org/wiki/Perompakan). []
Daftar rujukan
http://wikipedia.org/perompakan
http://majalah.tempointeraktif.com/id/cetak/2008/09/15/IMZ/mbm.20080915.IMZ128204.id.html
http://kompas.com/sejarah perompakan.dan.orang.laut.di.Asia.Tenggara.

Related Posts

0 Komentar: