Saturday, March 22, 2014

Cara Memilih topik Penelitian Sejarah


Dalam melakukan penelitian sejarah, pemilihan topik adalah hal yang penting. Bahkan dapat dikatakan menentukan dalam keberhasilan penulisan sejarah (historiografi). Menurut Dr. Kuntowijoyo (1995:90) syarat topik yang akan diteliti adalah topik tersebut memiliki kaitan dengan peristiwa sejarah. Hal ini dikarenakan kita hendak melakukan penelitian sejarah, sehingga harus dapat diteliti sejarahnya.
Selanjutnya, topik itu adalah topik yang “workable”. Artinya, topik yang kita pilih tersebut memungkinkan untuk dikerjakan dan diselesaikan dalam waktu yang tersedia. Misalnya, waktu untuk melakukan penelitian skripsi, tentunya waktu yang diperlukan kira-kira satu semester sampai dengan satu tahun. Sehingga mahasiswa dalam memilih topik pun seharusnya tidak terlalu luas dan sesuai dengan rentan waktu si peneliti tersebut.
Menurut Prof. Dr. Wasino M.Hum (2007:15) topik dapat dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan, yaitu ketiadaan informasi tentang topik, keraguan akan kebenaran informasi tentang topik, kapabilitas peneliti, asumsi teoritis yang baru dlsb. Selanjutnya, dalam memilih topik sejarawan memilih topik berdasarkan pada 3 hal, yaitu kedekatan emosional, kedekatan intelektual, dan susunan rencana penelitian.
Kedekatan emosional, artinya antara si peneliti dengan objek yang akan diteliti memiliki keterkaitan secara emosional, sebagai contoh peneliti ingin meneliti tentang sejarah di daerahnya. Alasannya, selain –mungkin- ingin berbakti dengan lingkungan tempat lahirnya, juga karena ada faktor subjektif didalam penelitian itu, yaitu si peneliti senang dengan objek yang ingin ditelitinya. Kemudian peneliti akan membuat generalisasi dengan mencari unsur-unsur yang akan ditelitnya (5 W+1 H) meliputi apa, siapa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana.
Kedekatan intelektual, maksudnya jika peneliti sudah mempunyai kedekatan emosional dengan sebuah permasalahan maka ia akan membaca, mempelajari buku apa saja yang menjadi referensi penelitiannya. Misalnya, jika mempunyai kedekatan emosional dengan masalah pedesaan, maka ia akan membaca buku tentang rural, petani, tanah, geografi pedesaan, ekonomi pedesaan, ekonomi politik dsb.
Adapun rencana penelitian, terdiri dari empat hal, yaitu permasalahan, historiografi, sumber sejarah, dan garis besar disertai rencana pendanaan dan skedul waktu.
1) pada permasalahan, dikemukakan subject matter yang akan diteliti, mengapa diteliti dan terdapat maksud dan tujuan penelitian.
2) Historiografi, di dalamnya dikemukakan sejarah penulisan dalam bidang yang akan diteliti (di review). Dengan Review, dapat kitetahui kekurangan peneliti terdahulu dan apa yang perlu diteliti kembali. Tulisan bisa menguatkan, meneruskan, atau membantah.
3) Sumber Sejarah, masksudnya peneliti harus tahu sumber sejarah yang harus dicari, bagaimana mencari dan dimana mencari.
4) Garis Besar, harus segera diketahui bahwa penelitian tersebut memang penelitian sejarah, bukan penelitian yang lain. Dan garis besar tersebut bisa berubah-ubah, sehingga penting adanya garis besar sementara untuk memasukkan data ke dalam bab-babnya.
Demikian sekelumit tentang bagaimana memilih topik dalam penelitian sejarah secara sederhana. Tentu masih banyak hal-hal yang dapat dilakukan dalam menyusun tulisan sejarah setelah menentukan topik yang tepat. []









0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah