BERDIRINYA FASISME

shares |

Semasa kuliah, saya pernah diberikan tugas untuk membaca sebuah buku yang berkaitan dengan ideologi-ideologi dunia. Salah satu yang menarik saat itu adalah buku tentang ideologi fasisme dimana dalam perjalanannnya pernah memengaruhi panggung sejarah dunia. berikut merupakan review tentang buku yang ditulis oleh Hugh Purcell, People and politics facism.
Judul Buku : Fasisme, Judul asli : People and Politics Facism, Penulis : Hugh Purcell, Penerjemah : Faisol Reza, dkk, Penerbit : INSIST PRESS, Yogyakarta, Tebal buku :142 + XVII halaman, Tahun terbit : Juli 2000.
sebelumnya anda telah membaca
Fasisme berdiri ketika PD I berakhir tahun 1918 di Italia dan Jerman yang tumbuh oleh Mussolini dan Hitler.
Benih-benih berdirinya fasisme, antara lain:
1. Kekuatan Nasionalisme
Nasionalisme adalah benih pertama fasisme. Tumbuh sejak Jerman dipermalukan dalam perjanjian Versailles. Italia yang tergabung dalam aliansi merasa ditipu atas kemenangannya pada PD I 1915. Jerman dan Italia, orang-orang mantan dinas militer kemudian bergabung diri dalam asosiasi untuk menjaga patriotisme. Asosiasi terbesar Jerman adalah Freikorps (Korps Merdeka), di Italia ada Arditi (anak-anak Tuhan) bentukan Gabriele d’Annunzio. Asosiasi ini percaya kekerasan sebagai upaya mendapatkan sesuatu.
2. Kegagalan Ekonomi
Kemiskinan meupakan benih kedua tumbuhnya fasisme. Tahun 1918-1923 Italia dan Jerman menderita bencana ekonomi. Mereka diliputi banyak hutang. Kemiskinan di Jerman diakibatkan banyaknya biaya perbaikan perang dan menanggung kerugian perang. keadaan ini menyebabkan inflasi yang sangat tinggi.
3. Frustasi dan demokrasi
Kekecewaan terhadap demokrasi juga menyebabkan suburnya fasisme. Maka Mussolini menegaskan fasisme membenci politisi yang korup. Ironisnya, tanpa demokrasi di Italia dan Jerman sulit bertahan hidup. Padahal pemerintah adalah pihak yang disalahkan akibat perang. parlemen di Jerman kemudian mempunyai panggilan yang buruk, Quasselbude’ (toko Omong Kosong) bahkan disekolah diajarkan untuk memandang rendah parlemen.
4. Ketakutan akan komunisme
Tahun 1918 terdapat kemungkinan demokrasi Italia dan Jerman diakhiri komunisme. Hal ini terkait dengan peristiwa revolusi Rusia oleh Kaum Bolsheviks Lenin yang komunis. Saat itu seakan komunisme kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat. Mereka menduduki pabrik-pabrik yang penting di Milan dan Turin Italia. Italia dan Jerman khawatir revolusi itu akan merebut control pemerintahan mereka.
Naiknya Mussolini (lahir 29 Juli 1883)
Mussolini tahun 1912 menjadi editor Koran partai Sosialis Avanti. Maka ia mendesak Italia untuk ikut serta dalam perang dan dia mendaftarkan diri dalam dinas militer. Maret 1919, Mussolini berada digaris depan Fasci di Combattimento, dengan Dino Grandi sebagai tangan kanannya. Fasisme menurut Musollini adalah bahwa Mussolini mencampurkan nasionalisme dan sosialisme dalam fasisnya. Tujuannya memenangkan massa. Kemudian mengatur fasisnya kedalam tamtama, angkatan perang politik. Mussolini menggunakan kebijakan luar negeri yang agresif yang merupakan inti nasionalisme. Pemberontak sosialis dan komunis tahun 1920, membuktikan bahwa Mussolini berpuran-pura mencegah revolusi oleh komunis sementara dia berupaya mempercepat revolusi dengan fasisnya. Fasis kemudian menyerbu kota-kota, taktiknya menciptakan ketidaktertiban dan mendeskritkan pemerintahan demokratik. Saat itu, oktober 1920 dan oktober 1922 diperkirakan membunuh 2000 orang. Puncaknya pada musim gugur 1922, Mussolini memusatkan fasis di Roma.
Kenaikan Hitler di Jerman dan Mein Kampf-nya
Hitler adalah warga Austria yang memuja bangsa Aria. Hitler merupakan pembicara yang brilian, suara keras. Tahun 1920 Hitler mengambil alih NSDAP di Munich. Ia memiliki banyak kesamaan dengan Mussolini. Tetapi ada perbedaan utama antara Nazi dengan Italia, Nazi sangat anti semit, terutama Yahudi. Hitler membentuk SA (Sturmabteilungen- badai polisi Negara). SA yang terbaik menjadi pengawal pribadinya. Merasa kuat Hilter mengusahakan pemberontakan yang menyeretnya ke penjara.
Hitler megerjar pendidikannya di penjara Landsberg. Ia menulis Mein Kampf (Perjuanganku), adalah autobiografi Hitler dan perjanjian politik. Pokok Mein Kampf adalah Jerman akan menjadi kekuatan dunia. Mein Kampf ditulis tahun 1924. Dalam Mein Kampf Hitler memilih Yahudi, komunis, kesengsaraan ekonomi sebagai lawannya. Dalam Mein Kampf tertuang ide-ide brilian Hitler yang kadang irasional. Sehingga muncul fanatic terhadap Hitler sehingga dibebaskan bersyarat akhir tahun 1924.
Tahun 1929, Ketika ekonomi Jerman terpuruk dan terjadi inflasi, Nazi menawarkan keselamatan. Mereka menjanjikan kebesaran Jerman sebagai ras yang unggul. Mengkambing hitamkan Yahudi, komunis dan industrialis kaya. Hitler menekankan demokrasi telah gagal dan saatnya Negara berperan vital. Tatapi Hitler tidak melakukan revolusi melalui militer sebagaimana Mussolini di Italia tahun 1922. Hitler lebih hati-hati dalam beraliansi dengan Partai Nasionalis tahun 1931. Nazi menjadi partai kedua terbesar tahun 1930, baru tahun 1933 menjadi terkuat dan Hitler berubah menjadi dictator. []














Related Posts

0 Komentar: