Monday, October 29, 2012

MENGAPA PERLU MEMBUAT MEDIA SEKOLAH?



Siswa sebagai sebuah individu yang unik tentu memiliki kreatifitas yang berbeda-beda. Orisinalitas ide dan imanjinasi hiperbolis mereka yang seringkali tidak terduga harus disalurkan secara tepat, yaitu di bidang penulisan. Mengapa? Sejarah membuktikan, bahwa sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki kultur menulis dengan baik. Misalnya, bangsa Mesir mengenal tulisan sejak tahun 4000 SM, China, dan India 2000 SM, , kini menjelma menjadi negara-negara besar di dunia. Tidaklah terlalu berlebihan jika saya pribadi berpendapat bahwa menulis bisa memengaruhi keberhasilan seseorang. Mereka yang terbiasa menulis cenderung memiliki pemikiran yang runtut, logis dan memiliki kemampuan berbahasa di atas rata-rata.
Berdasarkan pemikiran di atas, kreatifitas siswa di bidang tulis menulis harus dikembangkan dan diberikan wadah yang tepat. Memang, sah-sah saja kita mengklaim bahwa tulisan siswa SMA mestinya sudah cukup oke. Terbukti dengan partisipasi siswa dalam pembuatan majalah dinding, misalnya. Majalah dinding adalah salah satu media sekolah yang sederhana, menarik, intensitas terbitnya sering, dan memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik. Sayangnya, gaya bahasa yang acakadut khas pemuda jaman sekarang (baca: alay), menyebabkan pembaca serasa ogah menyelami lebih dalam majalah dinding tersebut. Saya berpendapat kemampuan siswa menulis harus terus dipoles, utamanya untuk menggaransi kualitas tulisan siswa di bidang karya tulis, artikel ilmiah, ataupun makalah.
Kehadiran media sekolah bisa menjadi alternatif pemecahan masalah tersebut. Pasalnya, media sekolah memiliki fungsi ganda. Pertama, mampu menyalurkan bakat dan kreatifitas siswa di bidang tulis menulis dan jurnalistik. Sifat dari media sekolah ini tak lain untuk memberikan fungsi pers/media secara umum, yaitu informatif, edukatif, dan menghibur sekaligus sebagai sebuah kontrol sosial. Kedua, melalui bimbingan secara intensif, sedikit demi sedikit siswa akan mampu menulis menggunakan kaidah penulisan yang baik dan benar. Pengalaman dan tempaan di bidang penulisan akan bermanfaat sebagai bekal di dunia kerja kelak.
Sebagai gambaran, kita akan membuat sebuah media sekolah, berbentuk buletin atau majalah (tergantung kesepakatan). Tujuan media ini sebagaimana dikemukakan di atas adalah sebagai media informasi bagi warga sekolah yang bersifat informatif, edukatif, fresh and fun, serta social control. Media tersebut akan dibagi dalam beberapa rubrikasi, yaitu news (berita) terdiri dari headline (berita utama), features, dan straight news (berita ringan); editorial (sikap redaksi terhadap berita utama yang ditulis), serta beberapa rubrik yang dapat dibahas selanjutnya (sesuai kesepakatan jika anggota sudah terbentuk), misalnya rubrik artikel (tentang sains, humaniora, sosiologi, kesehatan, teknologi, ekonomi, sejarah, bahasa, agama, dll), kartun, puisi, surat pembaca, kolom, polling, konsultasi, dll.
Selanjutnya setelah melalui proses jurnalistik (meeting, hunting, writing, editing, layouting, printing, and publishing) media sekolah kita akan diterbitkan dan ditempel di majalah dinding sekolah, serta dimuat dalam bentuk digital, misalnya di alamat website: jurnalistik.smapondokmodernselamat.sch.id. Berkaitan dengan hal ini, kami mengajak kepada siswa siswi sekalian (utamanya kelas X dan XI) untuk bersama-sama mendalami lebih jauh tentang bagaimana mengelola sebuah media sekolah. Kami memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk bergabung dalam kegiatan ini. Adapun formasi yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: Pemred (pemimpin redaksi); Sekretaris redaksi; bendahara redaksi; redpel (redaktur pelaksana); reporter; fotografer; layouter. Daftarkan diri Anda untuk membangun iklim jurnalistik di sekolah kita tercinta ini. Bersegeralah! []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah