Bagaimana mengelola sebuah media sekolah?

shares |

Lazimnya dalam sebuah perusahaan penerbitan, memiliki sistem organisasi yang cukup rumit. Tetapi biasanya terdapat beberapa jabatan yang wajib diisi untuk menjamin kelangsungan proses penerbitan tersebut, diantaranya:
1. Pemimpin Umum (PU): adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap semua proses keredaksian. Biasanya, pemimpin umum adalah pemilik dari perusahaan penerbitan tersebut.
2. Sekretaris Umum (Sekum): bertugas mengurus administrasi, surat masuk dan surat keluar, serta mewujudkan iklim yang kondusif dalam proses keredaksian.
3. Bendahara Umum (Bendum): bertugas mengatur sirkulasi keuangan, serta menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran dalam proses keredaksian. Ia juga bertugas untuk memberikan upah honorarium.
4. Pemimpin Perusahaan (Pemprus): bertugas untuk mengupayakan pemasukan dari luar, misalnya mengupayakan pemasukan iklan pada media yang hendak diterbitkan, serta mengatur biaya iklan tersebut.
5. Kepala Biro; biasanya mengurus penerbitan per wilayah yang menjadi tanggung jawab jangkauannya.
Untuk keempat jabatan di atas, kiranya untuk media sekolah belumlah terlalu penting dan bisa ditiadakan. Adapun beberapa formasi yang perlu diwujudkan dalam mengelola media sekolah secara sederhana, diantaranya:
1. Pemimpin Redaksi (Pemred): bertanggung jawab terhadap semua proses keredaksian, baik memimpin rapat, menentukan berita utama, serta bertanggung jawab penuh terhadap konten berita. Ia juga berhak untuk mengatur, menegur anggota yang bekerja kurang maksimal.
2. Redaktur pelaksana (redpel): fungsi utama ialah membantu meringankan tugas pemred. Ia bertugas untuk menggerakkan reporter, editor, layouter, maupun publisher untuk bekerja maksimal dan on time.
3. Reporter: bertugas untuk mencari berita (hunting), menuliskannya dengan angle yang menarik, dan memenuhi karakter space yang telah ditentukan.
4. Editor: bertanggung jawab untuk melakukan proses editing terhadap tulisan yang telah disetor oleh para reporter. Biasanya editor adalah reporter yang sudah cukup senior.
5. Fotografer: bertugas untuk mencari foto yang mendukung pemberitaan. Ia bisa melakukan hunting foto secara pribadi, atau bisa juga reporter memintanya untuk mengambil gambar yang diekehendaki.
6. Layouter: ia bertugas untuk mengatur tata letak berita yang hendak diterbitkan.
Apabila kualifikasi di atas telah terpenuhi, maka sebuah media sekolah bisa segera melangsungkan proses keredaksian dan mengawalinya dengan rapat redaksi. []

Related Posts

0 Komentar: