Tuesday, September 4, 2012

SEJARAH KAPAL SELAM (Sejarah Panjang Kapal Selam, sampai munculnya di Indonesia )


Tulisan ini merupakan makalah yang saya susun untuk memenuhi tugas mata kuliah sejarah iptek. saya membahas mengenai sejarah panjang kapal selam sampai bagaimana bisa muncul di Indonesia. tulisan yang saya unggah ini tidak mengalami pengeditan, sehingga mungkin masih terdapat kesalahan di sana-sini. sebagai contoh, tulisan ini tidak diperkaya dengan gambar yang mendukung. oleh sebab itu, kritik dan saran amat saya butuhkan. salam
 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
FOKUS dalam makalah (tugas/tulisan) ini sebetulnya adalah bagaimana kapal selam berkembang di Indonesia sebagai sebuah representasi dari berkembangnya teknologi di Indonesia. Namun tidak ada salahnya jika dalam awal tulisan ini juga dibahas sekelumit tentang sejarah panjang kapal selam, hingga mengalami puncak kecanggihan kapal selam oleh armada laut Jerman dalam PD I dan II. Tentunya perkembangan tersebut sangat didorong oleh kebutuhan perang yang menuntut persenjataan maupun strategi yang canggih pula.
Baru kemudian pada bagian akhir, dibahas bagaimana kapal selam diperkenalkan masuk pertama kali di Indonesia pada 1959, dimana saat itu dilakukan simulasi latihan perang dengan nama sandi operasi ”Kembali 45”.
Tentunya pada bab terakhir tersebut SEMESTINYA dikaji secara luas dan mendetail, sebab fokus dalam makalah (perkuliahan) ini sesungguhnya memang berkisar tentang perkembangan teknologi di Indonesia.
Selama ini mungkin kita mengenal kapal selam di dalam kisah-kisah perang, dimana kapal selam merupakan salah satu alat perangnya. Namun, ternyata diantara kita tidak banyak yang tahu bagaimana kapal selam diciptakan, diopreasikan, hingga bagaimana desain kapal selam yang penuh futuris.
Sejak awal kemunculannya, kapal selam bisa diset galak, yaitu untuk kepentingan perang maupun untuk kepentingan ramah, yaitu untuk riset bawah laut yang menjanjikan petualangan luar biasa. David Bushnell, pencipta kapal selam operasional pertama bernama Turtle (1770), lebih tertarik membuat kapal selam untuk kepentingan perang, mengingat saat itu negerinya dilanda konflik (1776)/Perang Kemerdekaan Amerika. Saat itu Turtle memang baru bisa sekedar menyelam dan muncul ke permukaan.
Namun, pada perkembangan selanjutnya, perang demi perang mengantarkan kapal selam menjadi lebih Military Look (berorientasi militer). Sebagaimana Armada Kapal selam Jerman Unterseeboot (biasa disebut U-Boot), pada PD I, armada ini telah melengkapi sistem peluncuran torpedo untuk kepentingan perang itu. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Inggris adalah pemilik kekuatan laut dengan Navi Seal-nya, tetapi Jerman adalah pemilik senjata Laut tercanggih sepanjang zaman yang pernah mengoptimalkan kapal selamnya untuk menghancurkan musuh-musuhnya dalam PD II. Hal ini yang menyebabkan Kapal selam jerman dijuluki ”kapal selam misterius dan mematikan”. 
PERMASALAHAN



A. Permasalahan
DARI latar belakang diatas, maka permalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah
1. bagaimana sejarah panjang kapal selam itu?
2. Bagaimana perkembangan Kapal selam di Indonesia? 
PEMBAHASAN
TERDAPAT sebuah buku (majalah) menarik yang diterbitkan oleh Dinas Penerangan AURI, (buku-buku tentang kedirgantaraan) dimana buku tersebut sebetulnya memang dijual bebas. Namun karena jumlah yang terbatas, membuat buku tersebut menjadi sangat istimewa. Artinya tidak semua orang dengan mudah mendapatkan buku tersebut untuk kemudian membacanya. Diantara buku tersebut yang menarik adalah buku tentang kapal selam ini, yaitu Majalah Angkasa edisi Kapal Selam, ”The Silent Warrior”.
A. 1. Sejarah Panjang Kapal Selam

TIDAK banyak yang mengetahui bahwa dibandingkan pesawat terbang maupun tank, maka sejarah kapal selam sesungguhnya telah dimulai jauh hari sebelumnya dan jauh lebih tua. Sejak abad pertengahan, para penemu atau inventor Eropa mulai memikirkan bagaimana kapal dapat menyelam dan timbul kembali dengan dayanya sendiri.
Tahun 1465, Keyser dari Nurenberg dilaporkan sudah merancang sebuah perahu yang dapat menyelam di air. Namun, kapal yang benar-benar dirancang bisa menyelam dan menghindari musuh adalah kapal selam buatan William Bourne tahun 1578. Kapal Selam Bourne dibuat dengan rinci, dilengkapi dengan tanki-tanki balas (Ballast) yang dapat diisi dengan air dan dikosongkan lagi untuk mengapung. Sayang, rancangan ini baru dituangkan dalam sebuah buku Inventions of Devices, dan belum secara nyata terwujud. Hebatnya, sistem tanki tersebut nantinya menjadi suatu kunci penting pada kapal selam.
+ 50 tahun kemudian, Inventor Belanda, Cornelis Drebbel mewujudkan kapal selam dengan bentuk seperti dua perahu susun yang ditutup dengan kulit agar kedap air. Drebbel tidak menggunakan sistem Balas, melainkan dengan pemberat biasa seperti besi agar perahunya menyelam.
Tahun 1620 Drebbel mendemonstrasikan kapal selamnya di sungai Thames London. Disitu dikabarkan telah memakai sistem pipa dan katup untuk memasukkan udara bersih ke kabin dan mengeluarkan udara kotor. Kapal selam milik Drebbel inilah pelopor kapal selam dengan sistem Schnorkel yang dikembangkan orang Belanda tiga abad kemudian.
Do Son seorang Prancis membuat kapal selam untuk Belanda dalam perang melawan Inggris. Kapalnya dibuat di Roterdam, Tahun 1652-1654, diperkuat dengan tombak-tombak besi untuk kemudian ditabrakkan ke kapal musuh. Do Son mengklaim kapalnya mampu mengaramkan 100 kapal musuh setiap harinya dan mampu mencapai kepulauan Indonesia yang menjadi jajahan Belanda saat itu hanya ditempuh selama 6 pekan perjalanan.
Seorang pastor Italia Giovanni Alvonso Borelli tahun 1680 merancang kapal selam yang digerakkan dengan delapan dayung dan memakai kantung-kantung pengapung dari kulit kambing. Namun rancangannya itu belum sempat diwujudkannya dan baru terwujud setelah dikembangkan Nathaniel Symons, inventor berkebangsaan Inggris tahun 1747. Kapal buatannya diuji cobakan di perairan Sungai Themes dan mampu bertahan didalam air selama 45 menit.
Day, seorang Inggris tahun 1773 berhasil menyelamkan kapalnya sedalam 30 kaki. Ia memakai pemberat batu yang dilepaskan dari dalam kapal. Setahun kemudian, kapal keduanya, Plymouth Sound, dapat menyelam sedalam 132 kaki. Namun besarnya tekanan air yang semakin dalam menyebabkan kapal Day bersama awak kapal tidak mampu muncul kembali ke permukaan. Kapal milik Day tergencet tekanan air dan peristiwa itu merupakan kecelakaan fatal pertama sepanjang sejarah kapal selam.
2. Perkembangan teknologi Kapal Selam mutakhir untuk Perang (tujuan militer)

TEKNOLOGI kapal selam yang dimasksud disini adalah mencakup persenjataan yang semakin mutakhir pada tubuh kapal selam dan meliputi kecanggihan tubuh komponen kapal selam itu sendiri. Sementara persenjataan kapal selam yang semakin canggih tidak lain disebabkan karena berkobarnya perang yang menuntut persenjataan yang canggih pula.
Tahun 1776, Pejuang Amerika, David Bushnell membuat Kapal selam Turtle, untuk melawan AL Inggris yang terkuat di dunia. Kapal selamnya dirancang untuk menyerang dari dalam air, kemudian melekatkan peledak pada tubuh kapal lawan dengan pemicu yang akan meledak setelah 30 menit. Tahun 1776, diawaki Ezra Lee, kapal itu ditugaskan menyerang HMS Eagle Inggris di New York dengan dilengkapi 64 pucuk meriam. Sayang, penyerangan itu gagal. Tahun 1812-1813 Bushell mencoba meningkatkan kinerja Turtle, sasarannya kali ini HMS Ramillies Inggris di Connecticut. Kapal selamnya berusaha melubangi lunas kapal Inggris untuk dipasang peledak, sayangnya gagal lagi. Tapi tak dipungkiri, Turtle milik Bushell adalah kapal selam pertama yang terlibat dalam sebuah peperangan.
Pada abad 18, Kekaguman dan pujian yang tak habis-habis terhadap Turtle telah membawa arsitek perang laut Robert Fulton, Horace Hunley, John Phillip Holland dan Claude Goubet mulai berusaha mengembangkan desain kapal selam dengan membangun konsep dasar Kapal selam yang mereka juluki sebagai monster samudra itu.
Robert Fulton, Inventor Amerika yang bekerja di Prancis tahun 1798 merancang kapal selam yang sudah menyerupai kapal selam modern sekarang yang diberi nama Nautilus. Nama Nautilus sendiri kemudian menjadi favorit bagi kapal selam modern yang selesai dibuat pada tahun 1801. Kapal Fulton yang dibiayai langsung oleh Napoleon, kulitnya dilapisi tembaga yang diperkuat besi di beberapa bagian, memakai tanki balas dan kemudi vertikal dan horizontal untuk mengatur kedalaman penyelaman serta arah pelayaran dalam air. Kaca-kaca juga dipasang untuk pencahayaan dari luar.
3 Juni 1801 di Sungai Seine, Fulton membekali Nautilus dengan oksigen bertekanan yang disimpan dalam botol-botol. Saat itu Prancis sedang berperang dengan Inggris. Fulton mengusulkan untuk menghadapi Inggris, harus membuat Nautilus mark II yang lebih besar dan cepat. Sayang, Prancis menolak usul tersebut dengan alasan kapal selam sebagai sebuah senjata yang terlalu berbahaya. Merasa kecewa, Fulton beralih ke Inggris tahun 1805 dan mendemokan kapal selamnya. Perdana Menteri William Pitt tertarik, namun lagi-lagi juga tidak mendapat restu dari kerajaan dengan pandangan akan meruntuhkan supremasi kekuatan laut Inggris akibat senjata baru tersebut yang dinilai mematikan (too lethal). Akhirnya Fulton kembali ke Amerika dan membuat USS Fulton. Ia meninggal pada 1815.
3. Pasca Fulton dan penemuan Torpedo
Tahun 1850, Wilhelm Bauer, seorang Jerman membuat Brandtaucher atau ”Penyelam Bakar” yang merupakan perwujudan awal Unterseeboot (U-boot). Pada tahap selanjutnya penemuan kapal selam semakin disempurnakan, muncul kapal selam Capt milik Thomas Johnstone, Kapal selam Pioneer karya Horace L Hunley yang digerakkan dengan baling-baling yang diputar tenaga manusia 1856, kapal selam David milik Huley selanjutnya yang menghancurkan kapal New Ironsides, Kapal selam CSS HL Hunley yang menenggelamkan USS Housatonic 17 Februari 1864.
Inovasi Kapal selam mencapai puncak kegemilangan ketika ditemukan torpedo sebagai sistem senjata bom laut yang mampu bergerak sendiri. Giovanni Luppis, AL Austria tahun 1867 membuat perahu berpeledak yang digerakkan dengan baling-baling dan kemudi. Temuannya disempurnakan Robert Whitehead, seorang Inggris yang membuat tabung peluncuran torpedo tahun 1868. Sejak saat itu teknologi torpedo berkembang dimana-mana dan di”copy” negara Eropa dan Jepang. Torpedo pertama kali digunakan pada 1878 saat kapal rusia menggunakan torpedo untuk mengaramkan kapal Turki.
John Phillip Holland, kebangsaan Irlandia menggunakan torpedo untuk semakin memodernkan kapal selam. Holland yang disebut sebagai ”bapak kapal selam modern” tahun 1897 meluncurkan USS Plunger untuk Amerika yang mempunyai kecepatan mencapai 14 knot di permukaan dan 8 knot di dalam air, prestasi yang luar biasa saat itu. Holland adalah orang yang memecahkan rahasia kapal selam untuk bisa mengapung dan menyelam yaitu dengan mengoperasikan sayap yang dipasang di dekat buritan serta meluncur dengan kekuatan mesin sendiri. Sejurus kemudian Holland membuat USS Holland pada tahun 1900 yang dibeli AL Amerika, sehingga Amerika merupakan negara kedua setelah Prancis yang menggunakan kapal selam sebagai unsur kekuatan armada laut dengan senjata tiga torpedo dan sepucuk meriam di permukaan airnya.
Namun negara yang sungguh sungguh berhasil mengeksploitasi kekuatan kapal selam demi kepentingan perang adalah Jerman pada PD I dan II. Dengan armada U-boot nya mereka menenggelamkan 5.554 kapal sekutu, dari 372 kapal U-boot mereka hanya kehilangan 178, itupun karena menabrak ranjau laut bukan karena kalah bertempur. U-boot Jerman mampu menyerang dengan torpedo, jika muncul ke permukaan mampu membabat dengan Kanon 4 inchi, juga bisa membelah kapal musuh dengan membelah lambung kapal dengan gergaji pada ujung kapalnya, disamping itu Inggris juga tak mampu mendeteksi kehadiran U-boot.
Pasca PD I dan II, Jerman tidak lagi menjadi penguasa bawah air. Sebagai gantinya muncul dua kekuatan baru, Amerika dan Uni Sovyet. Keduanya berlomba menciptakan monster laut tersebut dengan bertenaga nuklir dan mampu melontar rudal antar benua. Bisa dikatakan saat itu terjadi perang dingin di bawah laut. Maka mulai muncul kapal selam berkekuatan nuklir, tidak menggunakan diesel lagi. Yaitu pada kapal Streamline, Kursk (1961), milik Rusia, USS George Washington milik Amerika demgam rudal polaris, Tresher (1963), dan USS Scorpion milik Amerika pada 1968.
B. Perkembangan Kapal selam di Indonesia
1. Awal kepemilikan Kapal selam Indonesia
Indonesia belum mampu untuk membuat sendiri kapal selam, meski demikian Indonesia memiliki beberapa kapal selam yang dibeli dari Uni Sovyet. Kapal selam pertama milik Indonesia diperkenalkan dalam peringatan Hari Angkatan Perang 5 Oktober 1959 di teluk Jakarta. Saat itu Kesatuan Komando Djenis Kapal Selam melakukan simulasi latihan perang dengan nama sandi operasi ”kembali 45”. Indonesia membeli dua kapal selam RI Tjakra (ejaan lama) dan RI Nanggala menjelang tahun 1960 pada 12 September 1959. Ini artinya, Indonesia membeli saat perang dingin ”bawah laut” antara Amerika dan Sovyet sudah dimulai. Dua hari kemudian Divisi kapal selam 101 dibentuk.
RI Tjakra menggunakan lambang kesatuan bergambar panah dan busur, perisai, serta motto : Tabah sampai Akhir. Panah dan busur melambangkan senjata Prabu Kresna yang diterima sewaktu ia masih bernama Narajana. Anak panahnya dilengkapi dengan roda kecil di bagian depan, Senjata tjakra merupakan senjata yang sangat ampuh, sementara warna emas yang dipilih menunjukkan kemuliaan. Perisai melambangkan pertahanan kedaulatan negara, bentuk segi lima diambil dari lambang dasar negara agar senantiasa teguh, dan warna merah menunjukkan kegagahberanian membela bangsa.Sementara lambang yang digunakan RI Nanggala tidak jauh beda. Hanya gambar senjatanya saja yang lain yaitu menggunakan tombak terlilit ular. Senjata itu digunakan Prabu Baladewa yang diterimanya saat bernama Kakrasana.
Di dalam tubuh TNI AL kapal selam merupakan senjata dasar kapal. TNI memiliki bermacam kapal yang dikelompokkan dalam satuan-satuan yaitu satuan kapal eskorta, kapal selam, kapal amfibi, kapal cepat, kapal ranjau, kapal patroli, kapal bantu, kapal hidroseanografi, dan kapal angkutan lintas laut militer.
TNI AL memulai era kapal selam pada tahun 1959 dimana RI membeli 12 kapal selam. Setiap kapal diberi nomor lambung empat kosong sekian. Dari 401 hingga 412. Angka empat menunjukkan divisi kapal selam, sementara angka di belakangnya adalah nomor urut. RI Tjakra dan RI Nanggala berturut-turut mendapatkan nomor 401 dan 402.
Kemudian dilanjutkan kapal selam kelas Whiskey, kemudian diteruskan oleh dua kapal selam tipe 209/1300 yang dibeli dari Jerman tahun 1981. Maka TNI AL mempunyai dua kapal selam buatan Jerman yang namanya kembali menggunakan RI Cakra dan RI Nanggala dengan nomor lambung sama seperti pendahulunya, 401 dan 402.
Tahun 1997, TNI AL pernah mengumumkan pembelian kapal selam sebanyak lima buah dari Jerman type 206. Satu dari lima kapal tersebut dikhususkan untuk dikanibal. Dua buah dibayar tunai, dua dicicil dan satu lagi free. Namun akibat krisis moneter waktu itu, kapal tersebut masih berada di Jerman karena pembayaran yang bermasalah. Februari 2003, KSAL Laksamana Bernard Kent Sondakh menyatakan niat membeli kapal selam type 209 dari Korea Selatan. namun sampai sekarang keinginan tersebut masih belum terealisasi. Rupanya untuk membeli kapal selam masih terlalu miskin, sedangkan untuk membuatnya sendiri masih belum sanggup.
2. SUT Torpedo IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia/DI)
Perkembangan kapal selam di Indonesia mengalami kemajuan ketika berhasil meluncurkan SUT. Sesuai dengan namanya, SUT merupakan kependekan dari Surface and Under Water Target. SUT merupakan nama sebuah torpedo buatan IPTN. SUT mampu diluncurkan dari kapal selam atau kapal permukaan. Torpedo ini bersifat Guided atau berpemandu.
Untuk menuju arah sasaran, SUT dapat dikendalikan secara remote baik dari kapal peluncur maupun mampu mencari sendiri dengan fasilitas sensor sonar. Dalam mendeteksi sasaran, torpedo SUT dilengkapi dengan sensr yang biasa disebut Homing Head. Sensor Homing Head dapat bekerja secara aktif maupun pasif. Saat melakukan deteksi aktif, Homing Head memancarkan sonar dan kemudian mengevaluasi pantulan snarnya sehingga diketahui arah dan jarak sasaran yang bersangkutan. Dalam melakukan deteksi pasif, Homing Head menerima sonar dari sonar yang dibangkitkan oleh sasarannya.
Selain fungsi diatas, menurut uraian jurnal ristek, Homing Head juga mempunyai fungsi-fungsi lain, yaitu menerima sinyal mapsys. Sinyal mapsys adalah sinyal yang berguna untuk proses peledakan Warhead (Hulu ledak) torpedo secara kira-kira atau bukan karena impak. Fungsi lain Homing Head adalah untuk menjalankan kendali proporsional navigasi.
Secara umum, spesifikasi Surface and Under Water Target adalah sbb
PENUTUP

A. Simpulan
Teknologi pembuatan kapal selam sebetulnya telah dimulai jauh sebelum ad aide tentang penciptaan pesawat maupun tank. Gagasan pertama dilontarkan oleh William Bourne pada tahun 1580 yang masih berupa rancangan. Baru ketika tahun 1620 Cornelis Drebbel mendemonstrasikan kapal selamnya di sungai Themes London, kapal selam telah memakai sistem pipa dan katup. Tahun 1776, ketika Pejuang Amerika, David Bushnell membuat Kapal selam Turtle, menimbulkan Kekaguman dan pujian. sehingga menginspirasi Robert Fulton tahun 1798 untuk merancang kapal selam yang sudah menyerupai kapal selam modern sekarang yang diberi nama Nautilus.
Pada tahap selanjutnya, kapal selam diidentikan dengan senjata perang laut. Hal ini disebabkan kemajuan secara signifikan kapal selam yang dikembangkan Armada Jerman dengan U-boot nya. Sehingga kapal selam generasi berikutnya oleh Amerika dan Sovyet dibuat berdasarkan militery look, tak heran muncul kapal selam berkekuatan nuklir dengan rudal dan torpedo sebagai peluru dan bom untuk menghancurkan musuhnya.
Sedangkan kapal selam di Indonesia, pertama kali diperkenalkan pada peringatan Hari Angkatan Perang 5 Oktober 1959 di teluk Jakarta. Saat itu Kesatuan Komando Djenis Kapal Selam melakukan simulasi latihan perang dengan nama sandi operasi ”kembali 45” dimana Indonesia membeli kapal RI Tjakra dan Nanggala dari Sovyet. Yang menggembirakan, Saat ini Indonesia sudah mampu untuk menciptakan torpedo kapal selam yang diberi nama SUT ( Surface and Under Water Target ) dengan dilengkapi alat pendeteksi bernama Homing Head yang bekerja secara aktif maupun pasif. 
DAFTAR PUSTAKA

Tim Penyusun. 2006. Majalah Angkasa Edisi Koleksi, Kapal Selam ”The Silent Warrior”. Jakarta : Gramedia
Tim Penyusun. 2007. Majalah Angkasa Edisi Koleksi, ”Kedigdayaan Nazi Jerman”. Jakarta : Gramedia
Tim Penyusun. 2007. Majalah Angkasa Edisi Koleksi, ”Nazi’s War Machine”. Jakarta : Gramedia
Tim Penyusun.2007. Majalah Angkasa Edisi Koleksi, ” The Nazi’s Force”. Jakarta : Gramedia
Tim Penyusun. 2007. Majalah Angkasa Edisi Koleksi,”The Six Day War”. Jakarta :Gramedia

0 Komentar:

Post a Comment

Komentar Anda: