VIDEO PEMBELAJARAN SEJARAH, KLIK LAMAN INI!

VIDEO PEMBELAJARAN SEJARAH, KLIK LAMAN INI!
kumpulan video pembelajaran sejarah yang terus akan bertambah setiap hari
Jumat, 23 November 2018

BAGAIMANA SEJARAH TERBENTUKNYA KOTA JAKARTA?


Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai. Pengetahuan awal mengenai Jakarta terkumpul sedikit melalui berbagai prasasti yang ditemukan di kawasan bandar tersebut. Keterangan mengenai kota Jakarta sampai dengan awal kedatangan para penjelajah Eropa dapat dikatakan sangat sedikit.

Laporan para penulis Eropa abad ke-16 menyebutkan sebuah kota bernama Kalapa, yang tampaknya menjadi bandar utama bagi sebuah kerajaan Hindu bernama Sunda, beribukota Pajajaran, terletak sekitar 40 kilometer di pedalaman, dekat dengan kota Bogor sekarang. Bangsa Portugis merupakan rombongan besar orang-orang Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Kota ini kemudian diserang oleh seorang muda usia, bernama Fatahillah, dari sebuah kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa. Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Tanggal inilah yang kini diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta. Orang-orang Belanda datang pada akhir abad ke-16 dan kemudian menguasai Jayakarta.

Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak sekitar 500 meter dari bandar. Mereka membangun balai kota yang anggun, yang merupakan kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Lama-kelamaan kota Batavia berkembang ke arah selatan. Pertumbuhan yang pesat mengakibatkan keadaan lilngkungan cepat rusak, sehingga memaksa penguasa Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih tinggi letaknya. Wilayah ini dinamakan Weltevreden. Semangat nasionalisme Indonesia di canangkan oleh para mahasiswa di Batavia pada awal abad ke-20.

BACA JUGA: 



Sebuah keputusan bersejarah yang dicetuskan pada tahun 1928 yaitu itu Sumpah Pemuda berisi tiga buah butir pernyataan , yaitu bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan : Indonesia. Selama masa pendudukan Jepang (1942-1945), nama Batavia diubah lagi menjadi Jakarta. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta dan Sang Saka Merah Putih untuk pertama kalinya dikibarkan. Kedaulatan Indonesia secara resmi diakui pada tahun 1949. Pada saat itu juga Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada tahun 1966, Jakarta memperoleh nama resmi Ibukota Republik Indonesia. Hal ini mendorong laju pembangunan gedung-gedung perkantoran pemerintah dan kedutaan negara sahabat. Perkembangan yang cepat memerlukan sebuah rencana induk untuk mengatur pertumbuhan kota Jakarta. Sejak tahun 1966, Jakarta berkembang dengan mantap menjadi sebuah metropolitan modern. Kekayaan budaya berikut pertumbuhannya yang dinamis merupakan sumbangan penting bagi Jakarta menjadi salah satu metropolitan terkemuka pada abad ke-21.

Abad ke-14 bernama Sunda Kelapa sebagai pelabuhan Kerajaan Pajajaran.
22 Juni 1527 oleh Fatahilah, diganti nama menjadi Jayakarta (tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi kota Jakarta keputusan DPR kota sementara No. 6/D/K/1956).
4 Maret 1621 oleh Belanda untuk pertama kali bentuk pemerintah kota bernama Stad Batavia.
1 April 1905 berubah nama menjadi 'Gemeente Batavia'.
8 Januari 1935 berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia.

8 Agustus 1942 oleh Jepang diubah namanya menjadi Jakarta Toko Betsu Shi.
September 1945 pemerintah kota Jakarta diberi nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta.
20 Februari 1950 dalam masa Pemerintahan. Pre Federal berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia.
24 Maret 1950 diganti menjadi Kota Praj'a Jakarta.
18 Januari 1958 kedudukan Jakarta sebagai Daerah swatantra dinamakan Kota Praja Djakarta Raya.
Tahun 1961 dengan PP No. 2 tahun 1961 jo UU No. 2 PNPS 1961 dibentuk Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.
31 Agustus 1964 dengan UU No. 10 tahun 1964 dinyatakan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta.
Tahun1999, melalaui uu no 34 tahun 1999 tentang pemerintah provinsi daerah khusus ibukota negara republik Indonesia Jakarta, sebutan pemerintah daerah berubah menjadi pemerintah provinsi dki Jakarta, dengan otoniminya tetap berada ditingkat provinsi dan bukan pada wilyah kota, selain itu wiolyah dki Jakarta dibagi menjadi 6 ( 5 wilayah kotamadya dan satu kabupaten administrative kepulauan seribu)

DESTINASI WISATA SEJARAH TERBAIK DI MAKASSAR

Makasar, ibukota propinsi Sulawesi Selatan, memiliki banyak sekali objek wisata kota yang berupa bangunan dan tempat bersejarah maupun pantai-pantai indah yang dapat anda nikmati. Kota seluas 175,77 km² ini berpenduduk kurang lebih 1,25 juta jiwa dan terbagi menjadi 5 kecamatan, yaitu Makasar, Pinang Ranti, Halim Perdanakusuma, Cipinang Melayu, and Kebon Pala. Di kota ini hidup antara lain suku Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar serta suku- suku pendatang dengan suku bangsa Tionghoa sebgai komunitas pendatang terbesar.

Dimulai dari tepi laut, Pantai Losari adalah sebuah pantai yang amat terkenal dan menjadi kebanggaan masyarakat Makassar. Pantai ini menawarkan pemandangan senja dan sunset yang sangat indah. Di kawasan Losari banyak toko emas dan souvenir yang terletak di Jalan Somba Opu. Hotel-hotel ternama juga berada di sekitar kawasan Pantai Losari. Selain Pantai Losari, anda juga bisa menikmati fasilitas pemandian alam dan olah raga air di Pantai Barombong. Pantai ini terkenal karena keunikannya sebagai pantai berpasir hitam.

Di Kota Makassar bagian utara terdapat pelabuhan tradisional bernama Paotere. Pelabuhan tradisional ini adalah bukti peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo abad ke 14. Dari pelabuhan ini pula sekitar 200 armada Perahu Phinisi diberangkatkan menuju Malaka. Hingga saat ini Pelabuhan tradisional Paotere masih dipakai sebagai pelabuhan perahu rakyat seperti Phinisi dan Lambo dan masih berfungsi sebagai pusat niaga nelayan tradisional.
PAOTERE, MAKASSAR
BACA JUGA:



Beranjak ke tengah kota, anda dapat mengujungi Benteng Ujung Pandang atau yang sering disebut Fort Rotterdam yang juga peninggalan Kerajaan Gowa. VOC membangunnya kembali setelah mengalahkan kerajaan Gowa dan menamainya Fort Rotterdam. Saat ini Fort Rotterdam dikelola oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata dan sering digunakan untuk mengadakan pagelaran seni budaya.

Di dalam kompleks Fort Rotterdam, terdapat Museum La Galigo yang merupakan replika pusat pemerintahan kerajaan Gowa. Di dalamnya, museum La Galigo menyimpan banyak peninggalan kerajaan Gowa. Salah satu yang terkenal adalah naskah sastra yang tertulis diatas lembaran lontar sebanyak 3500 lembar berjudul I La Galigo. I La Galigo dinobatkan sebagai naskah lontar terpanjang yang pernah ada dalam sejarah Indonesia. Museum La Galigo sekarang berada dibawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
FORT ROTTERDAM

Satu lagi benteng bersejarah yang ada di kota Makasar, yaitu Benteng Somba Opu. Benteng yang dibangun mengelilingi kompleks Kerajaan Gowa dibangun pada abad ke-XV oleh Raja Gowa ke-X Tunipallangga. Benteng ini berbentuk persegi empat dengan dinding setebal 12 kaki. Di bagian Baluwara Agung inilah ditempatkan sebuah meriam terbesar yang pernah dimiliki oleh kerajaan di Indonesia pada jaman kolonial. Meriam yang dijuluki "Anak Makassar" ini berbobot 9.500 kg dengan panjang 6 meter dan berdiameter atau berkaliber 41,5 cm.
SOMBA OPU MAKASSAR

Wisata kota mengunjungi bangunan-banguna bersejarah dapat anda lanjutkan ke Masjid Al-Markaz Al-Islami. Masjid ini adalah tempat ibadah dan Pusat pengembangan Agama Islam yang terbesar dan termegah di Asia Tenggara. Al-Markaz Al-Islami memiliki lima menara dan salah satu menara menjulang hingga 87 meter. Selain masjid Al-Markaz Al-Islami, terdapat juga Masjid bergaya Arab kuno yang dibangun pada tahun 1907. Hingga sekarang masjid tersebut masih mempertahankan fungsinya yang dulu sebagai tempat ibadah.

Yang terakhir, anda dapat mengunjungi beberapa makam orang-orang yang pernah mengukir sejarah lokal maupun nasional. Makam Pangeran Diponegoro yang wafat pada tanggal 8 Januari 1855 dimakamkan di sebuah kompleks pemakaman keluarga di Jalan Diponegoro, Makassar. Selain itu, kota ini juga menyimpan Kompleks Makam Raja-raja Tallo yang dibangun sekitar abad ke-18. Di sini terdapat makam Raja Tallo ke VII, I Malingkaang Daeng Manyonri yang merupakan raja pertama yang memeluk Agama Islam.
Kamis, 22 November 2018

15 DEFINISI SEJARAH MENURUT BERBAGAI SUMBER AHLI


1. Menurut Benedetto Croce (1951) sejarah merupakan rekaman kreasi jiwa manusia di semua bidang baik teoritikal maupun praktikal. Kreasi spiritual ini senantiasa lahir dalam hati dan pikiran manusia jenius,budayawan, pemikir yang mengutamakan tindakan dan pembaru agama.

2. Menurut sejarawan Baverley Southgate (1996), pengertian sejarah dapat didefinisikan sebagai “studi tentang peristiwa di masa lampau.”Dengan demikian,sejarah merupakan peristiwa faktual di masa lampau,bukan kisah fiktif apalagi rekayasa. Definisi menurut Baverley Southgate merupakan pemahaman paling sederhana. Pengertian sejarah menurut Baverley menghendaki pemahaman obyektif terhadap fakta-fakta historis. Metode penulisannya menggunakan narasi historis dan tidak dibenarkan secara analitis (analisis sejarah).

3. Moh. Yamin
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dibuktikan dengan kenyataan.

4. R. Moh Ali, pengertian sejarah ada 3 yaitu:
a). Sejarah adalah kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa seluruhnya yang berkaitan dengan kehidupan manusia.
b). Sejarah adalah cerita yang tersusun secara sistematis (serba teratur dan rapi)
c). Sejarah adalah ilmu yang menyelidiki perkembangan peristiwa dan kejadian-kejadian pada masa lampau.

5. Patrick Gardiner
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

6. J.V Brice
Sejarah adalah catatan-catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan dan diperbuat oleh manusia.
Pengertian sejarah berbeda dengan pengertian Ilmu sejarah. Sejarah adalah peristiwa yang terjadi pada masa lalu manusia sedangkan Ilmu sejarah adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu manusia.

7. Ilmu pengetahuan historis (sejarah) menurut Karl Popper adalah ilmu pengetahuan yang tertarik pada peristiwa-peristiwa spesifik dan penjelasannya. Sejarah sering dideskripsikan sebagai peristiwa-peristiwa masa lalu sebagaimana peristiwa itu benar-benar terjadi secara aktual. Popper menyatakan bahwa dalam sejarah tidak teori-teori yang mempersatukan. Dalam artian, kumpulan hukum universal yang sepele digunakan dan diterima begitu saja (are taken for granted).

BACA JUGA: 


8. Menurut Muthahhari, ada tiga cara mendefinisikan sejarah dan ada tiga disiplin kesejarahan yang saling berkaitan, yaitu
a. sejarah tradisional (tarikh naqli) adalah pengetahuan tentang
kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa dan keadaan-keadaan kemanusiaan di masa lampau dalam kaitannya dengan keadaan-keadaan masa kini.
b. sejarah ilmiah (tarikh ilmy), yaitu pengetahuan tentang hukum-hukum yang tampak menguasai kehidupan masa lampau yang diperoleh melaluipendekatan dan analisis atas peristiwa-peristiwa masa lampau.
c. filsafat sejarah (tarikh falsafi), yaitu pengetahuan tentang perubahan-perubahan bertahap yang membawa masyarakat dari satu tahap ke tahap lain, ia membahas hukum-hukum yang menguasai perubahan-perubahan ini. Dengan kata lain, ia adalah ilmu tentang menjadi masyarakat, bukan tentang mewujudnya saja.

9. Sejarah, menurut Encarta adalah "pada pengertiannya yang luas, totalitas dari semua kejadian masa lalu,"

10. menurut Britannica "disiplin yang mempelajari rekaman kejadian secara kronologis (menyangkut negara dan
manusia) berdasarkan pengujian kritis atas materi sumber dan biasanyamenyajikan penjelasan atas penyebabnya,"

11. Wikipedia menyebut
"Sejarah adalah narasi dan penelitian kejadian masa lalu yang sinambung dansistematis."

12. SEJARAH, menurut E.H. Carr dalam buku teksnya What is History, adalah dialog yang tak pernah selesai antara masa sekarang dan lampau, suatu proses interaksi yang berkesinambungan antara sejarawan dan fakta-fakta yang dimilikinya.

13. Sejarah menurut G.R. Elton dan Henry Pirenne berdasarkan studi displin ilmu yang bersumber pada ; 1.Filologi (ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno; daun lontar, daluwang, kertas).2. Epigraf (ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, dikenal sebagai prasasti), 3.Arkeologi (ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah/artefak).


TAMBAHAN:

1.) Menurut “Bapak Sejarah” Herodotus, Sejarah ialah satu kajian untuk menceritakan suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang tokoh, masyarakat dan peradaban

2.) Mengikut definisi yang diberikan oleh Aristotle, bahwa Sejarah merupakan satu sistem yang meneliti suatu kejadian sejak awal dan tersusun dalam bentuk kronologi. Pada masa yang sama, menurut beliau juga Sejarah adalah peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan, rekod-rekod atau bukti-bukti yang konkrit.

3.)Menurut R. G. Collingwood, Sejarah ialah sebuah bentuk penyelidikan tentang hal-hal yang telah dilakukan oleh manusia pada masa lampau.Shefer juga berpendapat bahwa Sejarah adalah peristiwa yang telah lalu dan benar-benar berterjadi.

4.) Drs. Sidi Gazalba mencoba menggambarkan sejarah sebagai masa lalu manusia dan seputarnya yang disusun secara ilmiah dan lengkap meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan yang memberi pengertian dan kefahaman tentang apa yang berlaku.
Senin, 24 September 2018
Faktor Pendorong Kejayaan dan penyebab Kemunduran Kerajaan Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia

Faktor Pendorong Kejayaan dan penyebab Kemunduran Kerajaan Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia

Sarisejarah.com - Faktor Pendorong Kejayaan dan penyebab Kemunduran Kerajaan Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia
Candi Plaosan, bukti keberadaan kerajaan Hindu buddha di Indonesia


Zaman Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia berlangsung cukup lama. Dimulai dari kemunculan kerajaan Kutai pada awal abad ke lima hingga runtuhnya majapahit pada awal abad ke lima belas. Berbagai faktor melatarbelakangi kejayaan dan kemunduran kerajaan kerajaan hindu buddha tersebut.
Pada umumnya, penyebab pendorong kejayaan sebuah kerajaan hindu buddha dikarenakan naik tahtanya seorang pemimpin yang cakap, adil, dan perkasa yang mampu mengelola negaranya dengan baik, disamping mampu memanfaatkan kekayaan alam yang ada di wilayah kerajaan. Adapun kerajaan mengalami kemunduran, pada umumnya adalah dikarenakan adanya suksesi yang tidak berjalan mulus sehingga muncul benih perpecahan di antara penerus raja, dan adanya serangan dari luar.
Secara rinci, faktor pendorong kejayaan dan dan Kemunduran Kerajaan Hindu - Buddha dapat diulas sebagai berikut:


Kerajaan Kutai
Pendorong Kejayaan
1)      Naiknya Asmawarman sebagai raja. Pada masa kekuasaannya,  Kutai mengalami perluasan wilayah yang signifikan. Aswawarman merupakan putra kudungga sang pendiri kerajaan. Aswawarman sendiri disebut sebagai pembentuk keluarga (wangsakarta) karena ia adalah raja pertama yang mengalami proses hinduisasi, ditandai dengan penggunaan gelar dan nama yang diberikan oleh para brahmana.
2)  Sepeninggal Aswawarman, tahta kerajaan dilanjutkan dengan naik tahtanya Mulawarman. Pada masa pemerintahanya, terdapat sinergi antara penguasa dengan para brahmana sehingga mampu menyejahterakan kehidupan rakyatnya. Pada masanya dibuat beberapa buah prasasti berupa Yupa sebanyak tujuh buah. Prasasti prasasti tersebut mengisahkan kegagahan raja dalam memerintah dan ungkapan syukur raja dengan pemberian sedekah kepada para brahmana.
Penyebab Keruntuhan
Sejauh ini belum ditemukan sumber yang memuat tentang penyebab runtuhnya kerajaan kutai, namun para sejarawan menduga munculnya kerajaan Kutai yang bercorak islam sedikit banyak mempengaruhi kerajaan Hindu Kutai.

Kerajaan Tarumanegara
Pendorong Kejayaan

Kerajaan Tarumanegara mencapai puncak kejayaan pada masa Raja Purnawarman. Ia pernah memerintahkan penggalian satu saluran air yang dimuat pada prasasti Tugu. Penggalian saluran air ini sangat berpengaruh bagi kestabilan politik kerajaannya, karena merupakan pembuatan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian rakyat. Hasil pertanian tersebut memajukan perekonomian.Raja Purnawarman juga dikenal sebagai raja yang dermawan, gemar bersedekah kepada rakyatnya, dan memerintah dengan adil dan

Penyebab Kemunduran
Penyebab kemunduran kerajaan Tarumanegara dimungkinkan karena tidak adanya pemimpin yang kuat sepeninggal Purnawarman sehingga tidak kuasa menahan gempuran serangan dari luar. Kemungkinan serangan datang dari Sriwijaya, dan dari kekaisaran Tiongkok, mengingat pada masa lalu mereka rutin mengirimkan upeti ke kekaisaran Tiongkok.

Kerajaan Sriwijaya
Pendorong Kejayaan
1)      Letaknya yang strategis di Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran dan perdagangan internasional. Hal ini mendorong Kerajaan Sriwiijaya untuk berkembang pesat sebagai negara maritim.
2)      Kemajuan kegiatan perdagangan antara India dan Cina yang melintasa Selat Malaka sehingga membawa keuntungan yang terbesar bagi Sriwijaya.
3)      Keruntuhan Kerajaan Funan di Vietnam Selatan akibat serangan Kerajaan Kamboja memberikan kesempatan bagi perkembangan Sriwijaya sebagai negara maritim (sarwajala), yang selama abad ke-6 dipegang oleh Kerajaan Funan.

Penyebab Kemunduran
1)      Serangan Raja Dharmawangsa pada tahun 990 M. Ketika itu yang berkuasa di Sriwijaya adalah Sri Sudamani Warmadewa. Walaupun serangan ini tidak berhasil, tetapi telah melemahkan Sriwijaya.
2)      Serangan dari Kerajaan Colamandala yang diperintah oleh Raja Rajendracoladewa pada tahun 1023 dan 1030. Serangan ini ditujukan ke Semenanjung Malaka dan berhasil menawan raja Sriwijaya. Serangan ketiga dilakukan pada tahun 1068 M dilakukan oleh Wirarajendra, cucu Rajendracoladewa.
3)      Pengiriman ekspedisi Pamalayu atas perintah Raja Kertanegara, 1275-1292, yang diterima dengan baik oleh Raja Melayu (Jambi),, Mauliwarmadewa, semakin melemahkan kedudukan Sriwijaya.
4)      Kedudukan Kerajaan Sriwijaya makin terdesak karena munculnya kerajaan-kerajaan besar yang juga memiliki kepentingan dalam dunia perdagangan, seperti Kerajaan Siam di sebelah utara. Kerajaan Siam memperluas kekuasaanya ke arah selatan dengan menguasai daerah-daerah di Semenanjung Malaka.
5)      Jatuhnya Tanah Genting Kra ke dalam kekuasaan Kerajaan Siam yang mengakibatkan kegiatan pelayaran perdagangan di Kerajaan Sriwijaya semakin berkurang.
6)      Dari daerah timur, Kerajaan Sriwijaya terdesak oleh perkembangan Kerajaan Singasari yang pada waktu itu diperintah oleh Raja Kertanegara.
7)      Para pedagang yang melakukan aktivitas perdagangan di Kerajaan Sriwijaya semakin berkurang, karena daerah-daerah strategis yang pernah dikuasai oleh Kerajaan Sriwijaya telah jatuh ke kekuasaan raja-raja sekitarnya.
8)      Serangan Kerajaan Majapahit dipimpin Adityawarman atas perintah Mahapatih Gajah Mada pada tahun 1477 yang mengakibatkan Sriwijaya menjadi taklukan Majapahit.
9)      Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudera Pasai yang mengambil alih posisi Sriwijaya.

Kerajaan Mataram
Pendorong Kejayaan
1)      Naik tahtanya Sanjaya yang sangat ahli dalam peperangan
2)      Pembangunan sebuah waduk Hujung Galuh di Waringin Sapta (Waringin Pitu) guna mengatur aliran Sungai Berangas, sehingga banyak kapal dagang dari Benggala, Sri Lanka, Chola, Champa, Burma, dan lain-lain datang ke pelabuhan itu.
3)      Pindahnya kekuasaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur yang didasari oleh:
a)      Adanya sungai-sungai besar, antara lain Sungai Brantas dan Bengawan Solo yang sangat memudahkan bagi lalu lintas perdagangan.
b)      Adanya dataran rendah yang luas sehingga memungkinkan penanaman padi secara besar-besaran.
c)      Lokasi Jawa Timur yang berdekatan dengan jalan perdagangan utama waktu itu, yaitu jalur perdagangan rempah-rempah dari Maluku ke Malaka.

Penyebab Kemunduran
1)      Wafatnya Raja Sanna sehingga kerajaan Mataram menjadi pecah dan kebingungan.
2)      Pernikahan Raja Pramodhawardhani dengan Rakai Pikatan yang beragama Hindu yang kontroversial sehingga menimbulkan berbagai pemberontakan.
3)      Serangan dari Raja Wurawari yang bekerja sama dengan Sriwijaya saat Raja Airlangga berada di Jawa meminang putri Dharmawangsa.

Kerajaan Kediri
Penyebab Kejayaan
1)      Naik tahtanya Jayabaya sebagai raja yang mempersatukan Kerajaan Kediri dengan Kerajaan Jenggala.
2)      Seni sastra yang berkembang pesat, yang disebabkan oleh:
a)      Adanya pujangga-pujangga yang pandai
b)      Adanya perlindungan terhadap para pujangga
c)      Penghormatan kepada raja melalui hasil sastra
d)     Adanya kebebasan berpikir dalam mengembangkan kesusastraan

Penyebab Kemunduran
1)      Raja Kertajaya mengurangi hak-hak kaum Brahmana. Sehingga Kaum Brahmana banyak yang lari dan minta bantuan ke Tumapel untuk melawan Kerajaan Kediri.
2)      Pada tahun 1222 terjadi Perang Ganter antara Ken Arok dengan Kertajaya (Raja Kediri saat itu). Ken Arok dengan bantuan para brahmana berhasil mengalahkan Kertajaya di Ganter (Punjon, Malang). Dengan demikian berakhirlah riwayat Kerajaan Kediri.


Kerajaan Singasari
Penyebab Kejayaan
1)      Melaksanakan Politik dalam negeri untuk menstabilkan pemerintahan, antara lain:
a)      Memecat Mapatih Raganatha
b)      Mengangkat Banyak Wide
c)      Mengangkat Jayakatwang menjadi raja kecil di Kediri untuk menghidari perselisihan Kertanegara dengan keturunan Raja Kediri
d)     Mengambil Ardharaja, putra Jayakatwang, sebagai menantu.
e)      Mengambil Raden Wijaya, cucu Mahisa Cempaka, sebagai menantu.
f)       Memperkuat angkatan perang, baik prajurit darat maupun laut, lengkap dengan segala persenjataannya.
g)      Menumpas pemberontakan Bhayaraja tahun 1270 dan Mahesa Rangkah tahun 1280.
h)      Mengangkat seorang kepala agama Buddha dan seorang brahmana untuk mendampingi raja.
2)      Melaksanakan Politik luar negeri antara lain
a)      Stabilisasi daerah-daerah di Nusantara, dalam arti mempersatukan seluruh Nusantara yang dipimpin Kerajaan Singasari.
b)      Mengurangi pengaruh dari dua kerajaan besar yang merupakan lawan-lawan politik Singasari, yaitu Kerajaan Sriwijaya dan Cina Mongol.

Penyebab Kemunduran
1)      Memandang Cina Mongol sebagai saingan dengan menolak utusan Cina Mongol dan mempermalukannya. Sehingga Cina-Mongol menyerang Singasari.
2)      Ketika tentara Mongol hendak menyerang, pasukan Singasari disiagakan dan dikirim ke berbagai daerah di Laut Jawa dan Laut Cina Selatan sehingga pertahanan di ibu kota lemah.
3)      Penyerangan pasukan Kediri yang kemudian berhasil menduduki istana dan membunuh Kertanegara.

Kerajaan Majapahit
Penyebab Kejayaan

1)      Letak Majapahit secara geografis sangat baik, yaitu di tengah-tengah jalur perdagangan internasional antara Maluku dan Malaka, sehingga lebih mudah berperan, khususnya dalam bidang politik dan ekonomi.
2)      Pusat kerajaan di tepi sungai besar, yaitu di tempat terpecahnya Sungai Brantas menjadi Kali Porong dan Kali Mas, serta mudah dilayari sehingga hubungan dengan daerah luar sangat mudah.
3)      Tanahnya subur dan banyak mengahasilkan buah-buahan, serta hasil peratanian yang sebagian untuk komoditas ekspor.
4)      Munculnya tokoh negarawan yang cakap, contohnya Raden Wijaya.
5)      Tidak adanya saingan kerajaan di Nusantara ketika Kerajaan Majapahit mulai berkembang.
6)      Tidak ada kerajaan besar di luar Indonesia yang dapat menjadi perintang bagi Majapahit. Kerajaan Colamandala di India dan Kerajaan Mongol di Cina terpecah belah setelah pemimpin besarnya meninggal.

Penyebab Kemunduran
1)      Pemberontakan Ranggalawe sekitar awal abad 13.
2)      Diangkatnya Kalagemet sebagai raja. Kalagemet bukanlah raja yang cakap. Sebagian waktunya hanya digunakan untuk bersenang-senang dengan selir-selirnya di Istana Kapopongan.
3)      Pengaruh dari Mahapati pada Kalagemet. Mahapati adalah seorang pejabat tinggi yang ambisius. Akibatnya muncul beberapa pemberontakan.
4)      Peristiwa Sunda yang terjadi 1351 M. Peristiwa itu berawal dari usaha Raja Hayam Wuruk untuk meminang putrid dari Pajajaran. Lalu, timbul perselisihan paham antara Gajah Mada dan pimpinan laskar Pajajaran yang mengakibatkan pertempuran.
5)      Peristiwa Bubat yang menggagalkan politik Gajah Mada, karena dengan adanya peristiwa Bubat, kerajaan Pajajaran tidak menjadi wilayah Majapahit. Bahkan kerajaan Pajajaran terus berkembang secara terpisah dari Majapahit.
6)      Tidak adanya pengganti Gajah Mada. Tidak ada kaderisasi.
7)      Gajah Mada sebagi Patih Amangkubumi memegang segala jabatan yang penting, ia tidak memberi kesempatan generasi penerus untuk tampil, sehingga setelah meninggalnya Gajah Mada tidak ada penggantinya yang cakap dan berpengalaman.
8)      Perang saudara yang dikenal sebagi Perang Paregreg antara Wikramawardhana dengan Wirabhumi. Perang saudara ini melemahkan kekuasaan Majapahit sehingga banyak wilayah kekuasaannya yang melepaskan diri.

Demikian ulasan tentang Faktor Pendorong Kejayaan dan penyebab Kemunduran Kerajaan Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia, semoga bermanfaat. 
Senin, 10 September 2018
Identifikasi Nama Raja-Raja yang Terkenal pada masa Kerajaan Hindu Buddha

Identifikasi Nama Raja-Raja yang Terkenal pada masa Kerajaan Hindu Buddha

Sarisejarah.com - Identifikasi Nama Raja-Raja yang Terkenal pada masa Kerajaan Hindu Buddha 

Masa Kerajaan Hindu Buddha merupakan babakan sejarah yang cukup penting. Kehidupan pada masa klasik tersebut memberikan bukti bahwa bangsa Indonesia merupakan sebuah bangsa yang memiliki sejarah sebagai bangsa yang besar. Pada masa klasik tersebut, terdapat kerajaan kerajaan yang berdiri kokoh sejak abad ke lima masehi. Ada diantara kerajaan kerajaan tersebut yabg bahkan membuktikan eksistensinya dengan memperluas kekuasaan hingga ke seluruh wilayah nusantara, dan beberapa wilayah di kawasan asia tenggara.

Kegemilangan dan kejayaan kerajaan hindu buddha tidak terlepas dari jasa para Raja yang gagah perkasa. Kepiawaian mereka memimpin negeri dan didukung penuh oleh para brahmana, kesatria dan rakyatnya, mampu mengantarkan kerajaan menjadi kerajaan yang besar. Berikut merupakan pembahasan tentang raja yang memerintah pada masa kerajaan Hindu Buddha.

1. Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu yang tertua di Indonesia. Kerajaan ini didirikan pada tahun 400 M, di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Raja – raja yang memerintah ialah :

Kudungga (raja pertama).
Aswawarman.
Mulawarman.
2. Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu, didirikan pada tahun 450 M di Jawa Barat. Raja yang memerintah ialah Purnawarman.

3. Kerajaan Kaling

Kerajaan Kaling didirikan pada tahun 674 di Jawa Tengah. Raja yang memerintah ialah Ratu Sima. Beliau menghendaki agar rakyatnya benar – benar menjadi orang yang jujur. Pendeta yang terkenal ialah Jhanabhadra.

4. Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya didirikan pada abad ke-7 di Sumatra (Kerajaan Budha). Guru agama Budha yang terkenal ialah Sakyakirti.  Raja – raja yang memerintah adalah :

Sri Jayanaga.
Balaputradewa
Sri Sangrawijayatunggawarman.
Sebab – sebab keruntuhan Kerajaan Sriwijaya, antara lain :

Serangan Raja Colamandala dari India.
Serangan Raja Kertanegara dari Singasari.
5. Kerajaan Melayu

Kerajaan Melayu berdiri hampir bersamaan dengan Kerajaan Sriwijaya, tetapi pada tahun 692 kerajaan ini telah dikuasai Sriwijaya.

6. Kerajaan Mataram Hindu

Kerajaan Mataram Hindu berdiri di Jawa Tengah dengan ibukota Medang Kamulan. Raja – raja yang memerintah ialah :

Sanna.
Sanjaya, bergelar Rakai Mataram Ratu Sanjaya.
Rakai Panangkaran, bergelar Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana Rakai Panangkarana.
Setelah pemerintahan Rakai Panangkaran, Mataram pecah menjadi dua. Sebagian memeluk agama Budha, sebagian memeluk agama Hindu. Syailendra Budha berkuasa di Jawa Tengah Selatan, Syailendra Hindu berkuasa di sekitar pegunungan Dieng. Pada masa pemerintahan Rakai Pikatan, Mataram dipersatukan kembali.

Raja – raja selanjutnya ialah :

Rakai Pikatan.
Balitung, bergelar Rakai Watukura.
Daksa.
Tulodong.
Wawa.
Empu Sendok.
7. Kerajaan Wangsa Isyana

Empu Sendok memindahkan pusat pemerintahan Syailendra ke Jawa Timur pada tahun 929, kemudian membentuk wangsa baru yaitu Wangsa Isyana. Raja – raja yang memerintah ialah :

Empu Sendok bergelar Maharaja Rake Hino Sri Isyana Wikramadharmotunggadewa.
Sri Isyanatunggawijaya.
Makutawangsawardhana.
Dharmawangsa, bergelar Sri Dharmawangsa Teguh Anantawikramatunggadewa.
Airlangga, bergelar Sri Maharaja Rake Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramatunggadewa.
Tahun 1401 Kerajaan Kahuripan dibagi menjadi 2 (tugas pembagian diserahkan kepada Empu Bharada), yaitu :

Jenggala atau Singasari, dengan ibukota di Kahuripan.
Panjalu atau Kediri, denagn ibukota di Daha.
8. Kerajaan Kediri

Kerajaan Jenggala diperintah oleh Raja Mapanji Garasakan. Kerajaan Kediri diperintah Raja Sri Samarawijaya. Perebutan kekuasaan antara Jenggala dan Kediri berlangsung sampai tahun 1502. Selanjutnya selama lebih kurang setengah abad kedua kerajaan tersebut tidak disebut – sebut lagi dalam sejarah.

Tahun 1117 kerajaan ini tampil lagi dengan rajanya :

Sri Maharaja Rakai Sirikan Sri Kameswara.
Jayabhaya, bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya.
Masa ini, kitab Bharatayudha digubah oleh Empu Sedah dan dilanjutkan oleh Empu Panuluh (Empu Sedah meninggal sebelum kitabnya selesai). Empu Panuluh juga menulis buku Hariwangsa dan Gatutkacasraya.

Sri Aryeswara.
Kameswara, bergelar Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawarata.
Pujangga yang terkenal pada masa itu ialah :

Empu Tanakung, dengan hasil karyanya Werasancaya dan Lubdaka.
Empu Darmaja, dengan hasil karyanya Smaradhahana.
Kerajaan Kediri tamat riwayatnya pada tahun 1222, karena ditaklukan oleh Ken Arok.

9. Kerajaan Bali

Raja – raja Wangsa Warmadewa. Salah satu wangsa yang terkenal memerintah di Bali ialah wangsa Warmadewa.

Rajanya yang terkenal adalah :

Sri Candrabhayasingka Warmadewa.
Udayana, bergelar Dharmoyana Warmadewa.
Udayana berputra 3 orang, yaitu : pertama Airlangga, yang menjadi menantu Raja Dharmawangsa dan kemudian menjadi raja di Kahuripan (kerajaan wangsa Isyana). Kedua, Marataka, yang menggantikan Udayana (tetapi tidak terkenal). Ketiga, Anak Wungsu, yang menggantikan tahta Marataka, tahun 1049.

Dari pemerintahan Anak Wungsu ditinggalkan 28 buah Prasasti Singkat, yang antara lain ditemukan di Gua Gajah, gunung Kawi (Tampak Siring), Gunung Panulisan, dan Sangit.

Raja – raja Lain di Bali

Sesudah pemerintahan wangsa Warmadewa, Pulau Bali diperintah oleh raja – raja lain yang berganti – ganti, yang terkenal di antaranya :

 Jayasakti, mempunyai kitab Undang – undang yaitu Uttara Widhi Balawan dan Rajawacana (tahun 1133 – 1150).
 Jayapangus, menggunakan kitab Undang – undang Manawasasanadharma (1117 – 1181).
Tahun 1284 Kerajaan Bali ditaklukan oleh Kertanegara dari Singasari.

10. Kerajaan Singasari

Riwayat dan pemerintahan Ken Arok serta raja – raja Singasari terdapat dalam buku Pararaton dan Negarakertagama.

Raja – raja yang memerintah ialah :

Ken Arok, setelah membunuh Akuwu Tumapel dan Tunggul Ametung, menaklukan Kerajaan Kediri tahun 1222 di Ganter. Ken Arok sebagai pendiri dan raja pertama di Singasari bergelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi, kemudian keturunannya terkenal dengan sebutan wangsa Rajasa.
Anusapati (anak Tunggul Ametung – Ken Dedes) setelah membunuh Ken Arok (ayah tirinya), dengan menyuruh seorang pengalasan (budak).
Tohjaya (anak Ken Arok dan Ken Umang), setelah membunuh Anusapati. Tahun 1248 timbul pemberontakan yang dilancarkan oleh Ranggawuni (anak Anusapati) dan Mahisa Campaka (anak Mahisa Wonga Teleng atau cucu Ken Arok – Ken Dedes).
Ranggawuni bergelar Sri Jaya Wisnuwardhana 1248 – 1268. Wisnuwardhana memerintah Singasari bersama – sama Mahisa Campaka sebagai Ratu Anggabhaya yaitu pejabat tinggi yang bertugas menanggulangi bahaya yang mengancam kerajaan, gelarnya Narasinghamurti.
Kertanegara bergelar Sri Maharajadhiraja Sri Kertanegara (tahun 1269 – 1292), merupakan Raja Singasari yang terbesar. Tahun 1275 dikirimnya ekspedisi Pamalayu. Daerah – daerah yang ditaklukannya antara lain Bali, Pahang, Sunda, Bakulapura (Kalimantan Barat Daya) dan Gurun (Maluku) serta mengadakan hubungan persahabatan dengan Jaya-singhawarman Raja Campa. Tahun 1292 ditaklukan oleh Jayakatwang dari Kediri.
11. Kerajaan Majapahit

Kertarajasa Jayawardhana (1292 – 1309)
Didirikan oleh Raden Wijaya (anak Lembu Tai atau cucu Mahisa Campaka) pada tahun 1292 setelah memperdayai bala tentara Kubilai Khan dari Cina yang bermaksud menghukum Raja Jawa yang telah menghina utusannya yaitu Meng Ki pada masa pemerintahan Kertanegara di Singasari.

Karena Kertanegara telah dihancurkan oleh Jayakatwang dari Kediri maka bala tentara Kubilai Khan menghancurkan Kediri, yang selanjutnya atas siasat Raden Wijaya dibantu oleh Arya Wiraraja, bala tentara Cina dapat dihancurkan oleh Raden Wijaya. Akhirnya Raden Wijaya menjadi Raja Majapahit pertama dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana.

Raden Wijaya memperistri 4 orang putri Kertanegara, yaitu :

Tribhuwana sebagai permaisuri.
Gayatri, yang kemudian menurunkan raja – raja Majapahit.
Narendraduhita.
Prajnaparamita.
Tahun 1309 Raja Kertarajasa wafat, meninggalkan 3 orang putra:

Jayanegara (dari permaisuri).
Sri Gitarja (dari Gayatri) kemudian menjadi Bhre Kahuripan.
Dyah Wiyat (dari Gayatri) kemudian menjadi Bhre Daha.
Sri Jayanegara (1309 – 1328)

Jayanegara menggantikan ayahandanya dengan gelar Sri Jayanegara. Timbul pemberontakan, yaitu :

Pemberontakan Ranggalawe dari Tuban.
Pemberontakan Sora pada tahun 1311.
Pemberontakan Nambi pada tahun 1316,
Pemberontakan Kuti pada tahun 1319, ibukota Majapahit berhasil diduduki dan Raja Jayanegara mengungsi ke Desa Bedander dikawal oleh 15 orang pengawal setia (pasukan Bhayangkari) di bawah pimpinan Gajah Mada. Atas usaha Gajah Mada ibukota dapat direbut kembali, dan kembali Sri Jayanegara bertahta. Atas jasanya Gajah Mada diangkat menjadi Patih Kahuripan dan kemudian Kediri.
Dalam pemerintahannya Raja Jayanegara menggunakan lambang Minadwaya (dua ekor ikan).

Tribhuwana (1328 – 1350)

Jayanegara wafat tidak meninggalkan putra. Maka Gayatri atau Rajapatni berhak menjadi raja. Karena Gayatri telah menjadi bhiksuni (pendeta agama Budha), maka diwakilkan kepada Sri Gitarja, Bhre Kahuripan yang bergelar Tribhuwanatunggadewi Jayawisnuwardhana.

Timbul Pemberontakan Sadeng, yang dapat dipadamkan oleh Gajah Mada, karena jasanya pada tahun 1331 Gajah Mada diangkat menjadi perdana menteri, yang pada saat pelantikannya mengucapkan Sumpah Palapa.

Tahun 1350 Gayatri atau Rajapatni wafat, Tribhuwana yang mewakilkannya menyerahkan kekuasaannya pada anaknya yang bernama Hayam Wuruk.

Rajasanegara (1350 – 1389)

Hayam Wuruk naik tahta pada usia 16 tahun, bergelar Rajasanegara, merupakan raja terbesar dalam sejarah Majapahit dengan Gajah Mada sebagai Mahapatih.

Kekuasaannya meliputi seluruh Kepulauan Nusantara, bahkan masih ditambah dengan Tumasik (Singapura) dan Semenanjung Melayu.

Karya sastra yang terkenal di antaranya :

Negarakertagama karya Empu Prapanca.
Sutasoma atau Purusadashanta dan Arjunawijaya karya Empu Tantular.
Tahun 1364 Gajah Mada wafat, kedudukannya diganti oleh 4 orang menteri. Tahun 1389 Hayam Wuruk wafat.

Wikramawardhana (1389 – 1429)

Raja Hayam Wuruk dengan permaisuri hanya mempunyai seorang putri yaitu Kusumawardhani yang selanjutnya memerintah bersama suaminya Wikramawardhana yang masih saudara sepupunya. Bhre Wirabumi, anak dari selir diberi kekuasaan memerintah daerah Blambangan, merasa tidak puas dan merasa lebih berhak atas tahta Majapahit. Tahun 1401 – 1406 timbul perang saudara antara Bhre Wirabumi dan Wikramawardhana, Bhre Wirabumi gugur (Perang Paregreg). Tahun 1429 Wikramawardhana wafat, Majapahit telah menjadi kerajaan kecil akibat dari satu persatu daerahnya melepaskan diri.

Tahun 1478 Bhatara Prabu Girindrawardhana raja Daha merebut Majapahit dari Raja Kertabumi (Raja Majapahit yang terakhir).
Jumat, 07 September 2018

Identifikasi peralatan Manusia pada zaman purba

Manusia sebagai bio budaya merupakan pendukung utama peradaban manusia pada zaman pra aksara. Sebagaimana diketahui, zaman pra aksara adalah zaman di mana manusia belum mengenal tulisan. Walaupun belum mengenal tulisan, tetapi manusia pada zaman dahulu memiliki peradaban yang sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan menyesuaikan diri dengan alam dan bertahan di tengah ganasnya kehidupan pada masa purba. Mereka menciptakan peralatan yang mendukung kehidupan mereka.Peralatan tersebut mengalami perkembangan dari tingkat yang paling sederhana berkembang menjadi peralatan yang begitu kompleks. Dari peralatan yang sangat kasar menjadi peralatan yang halus. Bahkan pada puncak peradaban mereka, peralatan tidak lagi sebagai alat menopang kehidupan mereka, tetapi juga sekaligus sebagai sarana lain, misalnya kehidupan religi.
Berikut merupakan peralatan yang dihasilkan manusia pada masa lampau. Setidaknya terdapat dua belas jenis peralatan yang khas yang dihasilkan manusia para masa purba. Berikut penjelasannya.

Alat Manusia Purba Pada Zaman Batu dan Gambar
Masing-masing zaman batu mempunyai alat peninggalan yang dibuat manusia purba. Berikut ini akan kami jelaskan secara rinci tentang 12 alat manusia purba pada zaman batu beserta gambarnya. Penjelasan dan gambar alat peninggalan manusia purba zaman batu ini kami dapatkan dari berbagai sumber.

Alat Peninggalan Zaman Batu 1 : Kapak Genggam
Alat manusia purba zaman batu ini disebut juga dengan Chopper, memiliki bentuk yang sama seperti kapak, tetapi tidak memilik pegangan. Cara menggunakan benda ini adalah dengan digenggam. Kapak genggam terbuat dari batu yang salah satu sisinya diasah hingga menjadi tajam, sedangkan sisi lainya tidak diasah untuk dijadikan tempat genggaman.

Alat ini digunakan untuk menguliti dan memotong hewan buruan dan juga digunakan sebagai alat penggali tanah dalam mencari umbi – umbian. Kapak genggam ini banyak ditemukan di daerah Pacitan.

Alat Peninggalan Zaman Batu 2 : Kapak Perimbas
Kapak perimbas adalah alat manusia purba yang berbentuk kapak, tetapi dengan bentuk yang lebih kecil dari ukuran kapak pada saat ini. Benda ini digunakan untuk, memahat, merimbas kayu, dan tulang untuk dijadikan senjata. Alat ini digunakan oleh manusia Pithecanthropus dan banyak sekali ditemukan di daerah Pactitan, Jawa Tengah oleh Ralp Von Koenigswald, sehingga disebut juga dengan alat peninggalan kebudayaan Pacitan.


Selain di temukan di Pacitan, ternyata alat ini juga ditemukan di daerah Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat), lahat, (Sumatra selatan), dan Goa Choukoutieen di Beijing.

Alat Peninggalan Zaman Batu 3 : Flakes
Flakes adalah peralatan manusia purba zaman batu yang berukuran kecil dan terbuat dari batu Chalcedon. Alat ini merupakan hasil dari kebudayaan Ngandong, kebudayaan yang alat – alatnya terbuat dari tulang hewan. Flakes digunakan untuk mengupas makanan. Selain itu, alat ini juga dimanfaatkan sebagai alat untuk berburu binatang, menangkap ikan, dan mengumpulkan ubi dan buah-buahan.

Alat Peninggalan Zaman Batu 4 : Pebble (Kapak Genggam Sumatera)
Pebble disebut juga dengan kapak genggam sumatera. Alat manusia purba zaman batu ini digunakan oleh manusia purba pada zaman mesolitikum dan dimanfatkan sebagai alat untuk memotong. Pabbel ditemukan oleh Dr. P.V. Van Stein Callenfels yang melakukan penelitian di bukit kerang pada tahun 1925. Alat ini terbuat dari batu kali yang dipecah – pecah menjadi pipihan – pipihan kecil yang tajam pada bagian ujungnya.
Alat Manusia Purba Pada Zaman Batu dan Gambar


Alat Peninggalan Zaman Batu 5 : Peralatan dari tulang binatang atau tanduk rusa
Selain dari batu, alat peninggalan manusia purba zaman batu juga ditemukan ada yang terbuat dari tulang binatang dan tanduk rusa. Alat – alat ini digunakan oleh manusia purba pada masa paleolithikum yang menghasilkan kebudayaan Ngandong.

Pada umumnya, alat – alat yang terbuat dari tulang ini merupakan alat – alat penusuk (belati), seperti mata panah dan ujung tombak yang bergerigi. Alat – alat ini berfungsi sebagai alat pengorek ubi di dalam tanah, berburu dan menangkap ikan.

Alat Peninggalan Zaman Batu 6 : Hachecour (kapak pendek)
Hachecour atau disebut dengan kapak pendek merupakan alat manusia purba pada masa mesolitikum (zaman batu tengah). Kapak ini berbentuk setengah lingkaran yang lebih pendek daripada bentuk kapak saat ini. Hachecour juga ditemukan di tumpukan bukit kerang oleh Dr. P.V. Van Stein Callenfels pada tahun 1925.

Alat Manusia Purba Pada Zaman Batu dan Gambar
Alat Peninggalan Zaman Batu 7 : Menhir
Menhir yaitu bangunan yang terbuat dari batu untuk pemujaan kepada roh – roh nenek moyang. Bangunan ini ada yang dibentuk tunggal da nada pula yang dibentuk berkelompok, seperti punden berundak – undak.

Alat Peninggalan Zaman Batu 8 : Pipisan
Selain kapak, pipisan juga ditemukan di dalam bukit – bukit kerang. Pipisan adalah batu – batuan penggiling beserta landasannya. Benda ini dimanfaatkan untuk menghaluskan makanan dan juga dipergunakan untuk menghaluskan cat merah yang terbuat dari tanah merah. Mereka menggunakan cat merah untuk kepentingan religius dan juga untuk ilmu sihir.

Alat Peninggalan Zaman Batu 9 : Punden Berundak-undak
Punden berundak-undak adalah sebuah bangunan yang terbuat dari batu dan disusun bertingkat-tingkat. Bangunan ini digunakan untuk tempat pemujaan bagi roh – roh nenek moyang.

Alat Peninggalan Zaman Batu 10 : Sarkofagus
Sarkofagus merupakan peti mayat atau keranda yang dibuat dari batu. Bentuk sarkofagus menyerupai lesung yang diberi tutup. Di dalam Sarkofagus ditemukan mayat beserta bekal kubur mereka, seperti periuk, kapak persegi, perhiasan dan benda-benda yang dibuat dari dari perunggu dan besi.
Alat Manusia Purba Pada Zaman Batu dan Gambar

Alat Peninggalan Zaman Batu 11 : Dolmen
Dolmen adalah meja yang terbuat dari batu yang digunakan untuk meletakkan sesaji untuk pemujaan kepada roh leluhur. Di bagian bawah dolmen biasanya digunakan untuk meletakkan mayat, sehingga mayat tidak dimakan oleh binatang liar.

Alat Peninggalan Zaman Batu 12 : Arca batu
Arca/patung-patung dibuat dari batu – batu yang dibentuk menyerupai binatang atau manusia. Benda ini digunakan untuk keperluan upacara keagamaan pada zaman megalitikum.

Alat Peninggalan Zaman Batu 13 : Waruga
Waruga merupakan peti kubur pada zaman megalitikum. Di dalam waruga ditemukan bermacam – macam benda yang berupa tulang- tulang, dan gigi manusia, periuk dari tanah liat, benda- benda yang terbuat dari logam, seperti pedang, dan tombak, dan perhiasan.

Demikian artikel tentang identifikasi peralatan yang digunakan oleh manusia pada masa purba dimulai dari tingkat paling sederhana ke tingkat yang lebih kompleks. terimakasih.

Simak Video Pembelajaran Sejarah di Page berikut ini:
http://www.sarisejarah.com/p/video-sejarah.html


Rabu, 05 September 2018
Video: Teori masuknya Hindu Buddha ke Indonesia, bukti, kelebihan, dan kelemahannya

Video: Teori masuknya Hindu Buddha ke Indonesia, bukti, kelebihan, dan kelemahannya

Sarisejarah.com - Teori masuknya Hindu Buddha ke Indonesia, bukti, kelebihan, dan kelemahannya

Masuknya Agama dan kebudayaan Hindu buddha diyakini terjadi pada sekitar tahun 400 M atau pada abad ke V masehi. Hal ini dibuktikan dengan penemuan prasasti berupa Yupa yang diperkirakan berasal dari tahun tersebut.
Namun demikian, terdapat bukti bukti lain tentang masuknya agama dan kebudayaan Hindu buddha, sehingga hal ini turut memperkaya dugaan para ahli tentang proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan hindu buddha tersebut.
Setidaknya terdapat Lima teori masuk dan berkembangnya agama hindu buddha, berikut merupakan pembahasannya. sumber tulisan berasal dari buku Pengetahuan Sosial Sejarah terbitan PT Tiga Serangkai tahun 2011.


Teori Masuknya Hindu Budha Ke Indonesia
Teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia yang dikemukakan para ahli sejarah umumnya terbagi menjadi 2 pendapat.
Pendapat pertama menyebutkan bahwa dalam proses masuknya kedua agama ini, bangsa Indonesia hanya berperan pasif. Bangsa Indonesia dianggap hanya sekedar menerima budaya dan agama dari India. Ada 3 teori yang menyokong pendapat ini yaitu teori Brahmana, teori Waisya, dan teori Ksatria.
Pendapat kedua menyebutkan bahwa banga Indonesia juga bersifat aktif dalam proses penerimaan agama dan kebudayaan Hindu Budha. Dua teori yang menyokong pendapat ini adalah teori arus balik dan teori Sudra.


1. Teori Brahmana oleh Jc.Van Leur
Teori Brahmana adalah teori yang menyatakan bahwa masuknya Hindu Budha ke Indonesia dibawa oleh para Brahmana atau golongan pemuka agama di India. Teori ini dilandaskan pada prasasti-prasasti peninggalan kerajaan Hindu Budha di Indonesia pada masa lampau yang hampir semuanya menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Saksekerta. Di India, aksara dan bahasa ini hanya dikuasai oleh golongan Brahmana.

Selain itu, teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia karena peran serta golongan Brahmana juga didukung oleh kebiasaan ajaran Hindu. Seperti diketahui bahwa ajaran Hindu yang utuh dan benar hanya boleh dipahami oleh para Brahmana. Pada masa itu, hanya orang-orang golongan Brahmana-lah yang dianggap berhak menyebarkan ajaran Hindu. Para Brahmana diundang ke Nusantara oleh para kepala suku untuk menyebarkan ajarannya pada masyarakatnya yang masih memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme.

2. Teori Waisya oleh NJ. Krom
Teori Waisya menyatakan bahwa terjadinya penyebaran agama Hindu Budha di Indonesia adalah berkat peran serta golongan Waisya (pedagang) yang merupakan golongan terbesar masyarakat India yang berinteraksi dengan masyarakat nusantara. Dalam teori ini, para pedagang India dianggap telah memperkenalkan kebudayaan Hindu dan Budha pada masyarakat lokal ketika mereka melakukan aktivitas perdagangan.

Advertisement
Karena pada saat itu pelayaran sangat bergantung pada musim angin, maka dalam beberapa waktu mereka akan menetap di kepulauan Nusantara hingga angin laut yang akan membawa mereka kembali ke India berhembus. Selama menetap, para pedagang India ini juga melakukan dakwahnya pada masyarakat lokal Indonesia.

3. Teori Ksatria oleh C.C. Berg, Mookerji, dan J.L. Moens
Dalam teori Ksatria, penyebaran agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia pada masa lalu dilakukan oleh golongan ksatria. Menurut teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia satu ini, sejarah penyebaran Hindu Budha di kepulauan nusantara tidak bisa dilepaskan dari sejarah kebudayaan India pada periode yang sama. Seperti diketahui bahwa di awal abad ke 2 Masehi, kerajaan-kerajaan di India mengalami keruntuhan karena perebutan kekuasaan. Penguasa-penguasa dari golongan ksatria di kerajaan-kerajaan yang kalah perang pada masa itu dianggap melarikan diri ke Nusantara. Di Indonesia mereka kemudian mendirikan koloni dan kerajaan-kerajaan barunya yang bercorak Hindu dan Budha. Dalam perkembangannya, mereka pun kemudian menyebarkan ajaran dan kebudayaan kedua agama tersebut pada masyarakat lokal di nusantara.

4. Teori Arus Balik (Nasional) oleh F.D.K Bosch
Teori arus balik menjelaskan bahwa penyebaran Hindu Budha di Indonesia terjadi karena peran aktif masyarakat Indonesia di masa silam. Menurut Bosch, pengenalan Hindu Budha pertama kali memang dibawa oleh orang-orang India. Mereka menyebarkan ajaran ini pada segelintir orang, hingga pada akhirnya orang-orang tersebut tertarik untuk mempelajari kedua agama ini secara langsung dari negeri asalnya, India. Mereka berangkat dan menimba ilmu di sana dan sekembalinya ke Indonesia, mereka kemudian mengajarkan apa yang diperolehnya pada masyarakat Nusantara lainnya.

5. Teori Sudra oleh van Faber
Teori Sudra menjelaskan bahwa penyebaran agama dan kebudayaan Hindu Budha di Indonesia diawali oleh para kaum sudra atau budak yang bermigrasi ke wilayah Nusantara. Mereka menetap dan menyebarkan ajaran agama mereka pada masyarakat pribumi hingga terjadilah perkembangan yang signifikan terhadap arah kepercayaan mereka yang awalnya animisme dan dinamisme menjadi percaya pada ajaran Hindu dan Budha.

Pada kesempatan berikutnya, saya akan menambahkan penjelasan melalui video yang sedang saya proses.
terimakasih, dan semoga bermanfaat.
Rabu, 08 Agustus 2018
Pengertian Kronik dalam Sejarah

Pengertian Kronik dalam Sejarah

Sarisejarah.com - Pengertian Kronik dalam Sejarah


Dalam belajar sejarah, seringkali dijumpai istilah kronik. Kronik sangat berkaitan dengan sebuah peristiwa sejarah. Peristiwa yang ditandai oleh sejarawan, diabadikan dalam catatan catatan atau tulisan tulisan yang mereka susun. Itulah yang disebut dengan kronik.

Secara umum, kronik dapat diartikan sebagai catatan kejadian atau peristiwa yang diurutkan sesuai waktu kejadian, bisa juga dikatakan sebagai cara penyajian sejarah secara kronologis , yang mana kejadiannya ditulis berdasarkan urutan waktu.

Tentu saja kronik yang dihasilkan antara satu bangsa dengan bangsa lain berbeda. Di Cina, Kronik merupakan suatu kumpulan tulisan tentang perjalanan seorang musafir atau seorang pujangga dan juga seorang Pendeta. Kata kronik dapat ditemukan dalam sejarah dinasti-dinasti dari kerajan Cina.

Kronik dalam kerajaan Cina berupa sejenis kumpulan tulisan-tulisan dari dinasti yang berkuasa di Cina, seperti kronikdinasti Chou, Chin, Tang, Ming dan dinasti lainya. Musafir atau pujangga akan menu lis seluruh peristiwa atau kejadian maupun hal-hal yang baru ditemukan ketika melakukan perjalanannya. Kronik dapat dijadikan sebagai sumber sejarah dari suatu bangsa atau negara yang pernah dilalui oleh para musafir, pujangga atau pendeta. Para musafir, pujangga maupun pendeta mencatat segala peristiwa yang pernah dilihat atau , dialaminya pada daerah yang pernah dilalui dan disinggahinya. Di manapun mereka singgah, maka daerah dan kehidupan masyarakatnya menjadi titik tolak penulisannya.

Menetapnya musafir, pujangga maupun pendeta pada suatu daerah mempunvai tujuan yang berbeda-beda. Para pujangga atau musafir menetap pada suatu daerah agar dapat menuang¬kan keindahan alam dan keramahan penduduknya dalam tulisannya. Sedangkan para pendeta menetap pada suatu daerah disebabkan oleh faktor keinginan mengembangkan agama yang dianutnya atau ingin menyelidiki lebih jauh atau memperdalam ajaran agama yang dianutnya.

Sebagai contoh Hui-Ning (murid I-Tsing) bersama pembantunya yang bernama Yun-Ki datang ke kerajaan Holing dalam rangka memperdalam ajaran agama Budha. Dalam tulisan¬nya, Hui-Ning menyatakan bahwa masyarakat kerajaan Holing hidup aman dan tenteram. Hal ini disebabkan oleh Ratu Sima yang secara bijaksana memerintah kerajaan pada masa itu. Hui-Ning juga menulis bahwa di kerajaan Holing terdapat seorang guru besar agama Budha yang bernarna Jnanabhadra. Bahkan Hui-Ning mendapat banyak pengetahuan tentang ajaran agama Budha dari Jnanabhadra.
Selain itu, juga terdapat banyak kronik-kronik dinasti Cina yang menuliskan tentang keberadaan kerajaan-kerajaan dan kehidupan masyarakat Indonesia, baik dari segi politik, ekonomi, sosial, budaya dan kepercayaan terhadap agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Kronik-kronik dinasti yang pernah berkuasa di Cina dapat menjadi salah satu bukti tentang keberadaan masyarakat maupun Bangsa Indonesia pada masa lampau.

Contoh Kronik :

1) Catatan kisah perjalanan Fa-Hien, seorang Cina yang terdampar dipulau Jawa sepulang dari India.

2) Catatan kisah perjalanan Hui-ning di Kerajaan Holing.

Kronik belum bisa disebut cerita sejarah tapi masih perlu penelitian labih lanjut dengan metode sejarah sehingga bisa menjadi cerita sejarah.